
Selesai memompa ban sepeda onthel nya, bujang mandi .
Meskipun pamannya sudah memiliki saluran air dari mata air gunung bujang tetap memilih menimba air dari sumur karena bujang ingin mengenang masa kecilnya.
"kamu mandi sana ton, badan mu bau sekali ." ujar bujang pada Anton
"kamu sudah mandi ?."
"sudah, sana mandi ! ." tegas bujang lagi
"wangi kan badan ku ?." kata Anton selesai mandi
"sama aja ." ledek bujang sambil terkekeh
"udah sana ganti baju , aku mau ajak jalan-jalan ." lanjut bujang
"mau jalan kemana ?."
"udah jangan banyak nanya, ganti baju sana ." ulang bujang.
"emangnya mau kemana ?." tanya Anton
"jalan-jalan , tapi tunggu kawanku datang ." balas bujang.
Pukul tiga lebih seperempat ajam dan Juki datang membawa sepeda masing-masing.
"assalamualaikum ."
"walaikumsalam, itu mereka datang ." bujang segera keluar membukakan pintu.
"ayo masuk dulu." bujang mengajak kedua temannya.
"apa kabar mu kawan ?." tanya bujang sambil memeluk Juki
"baik, kamu sendiri ?." Juki balik nanya
"Alhamdulillah seperti yang dulu ."
"maksud mu masih belajar membaca ?." ledek Juki
"iya membaca pikiran orang ."
"coba baca pikiran ku ." tantang Juki
"boleh."
"bujang, sudah rindu aku dengan mu ." bujang menebak saja
"wah , hebat kamu Jang ." lanjut Juki meski tebakan bujang salah
"belum selesai aku bacanya, jangan dipotong ."
"dan kamu semakin ganteng aja." canda bujang
"nha kalau itu salah, kamu yang kepedean ." balas Juki terkekeh
Tak berlangsung lama pertemuan kedua sahabat ini , mereka segera mengayuh sepeda onthel mereka karena mentari sudah redup.
"kamu saya bonceng aja ." kata bujang pada Anton
"oke."
"eh tapi darimana kau dapat sepeda ini Jang ?." tanya Anton
"ini sepeda ku dulu , untung masih bisa dipakai."
__ADS_1
"sudah ayo keburu buka ." ajak ajam
"kamu itu pikirannya makan aja, jam ." ledek Juki.
"kebiasaan kau jam ." timpal bujang.
Mereka mulai berkeliling kampung dengan mengendarai sepeda onthel mereka.
"kayaknya sepeda mu bukan yang dulu itu jam ?." tanya bujang
"ini milik adikku , punya ku sendiri sudah dijual ." balas ajam
"kenapa dijual itukan kenangan kamu ." ujar bujang kembali
"kalau masih bagus aku rawat Jang ."
"masalahnya itu, rangka besi yang ini keropos lalu patah ." ajam menunjuk bagian yang ia maksud.
"kok bisa keropos jam ?." imbuh Juki
"kehujanan tiap hari juk ."
Mereka berempat berkeliling mulai dari perbatasan barat hingga timur desa itu. mereka mengunjungi tempat-tempat kenangan mereka.
Mulai dari lapangan yang dulu buat main bola tiap sore, sungai tempat mereka bermain dan mandi , ladang sayur tempat bujang dulu bekerja , dan masjid besar di desa itu.
Dulu mereka pernah mengaji di masjid itu , tempatnya gak jauh dari lapangan jadi setiap pulang ngaji langsung main bola di lapangan.
Memang tujuan bujang mengajak kedua kawan baiknya untuk melihat tempat yang bersejarah bagi mereka.
Saat beristirahat sejenak di masjid itu bujang melihat gadis yang ia temui tadi malam sepulang tarawih.
"jam, juk ."
"apa Jang ?." balas mereka
"yang hijab merah itu ." jawab ajam
"iya ."
"dia siwi ."
"tadi malam pulang tarawih aku bertemu dengannya di dekat pertigaan dekat rumahku itu ." ujar bujang
"mungkin dia baru tutup tokonya ." kata ajam
"dia punya toko?, toko apa ?."
"toko roti di depan balai desa itu, jadi dia lewat sana ." jelas ajam
"sepertinya dulu aku pernah bertemu dengannya ." bujang mencoba mengingatnya
"bukankah itu anak pak sekdes yang dulu ?." sela Juki
"sekdes yang mana ,juk ?." tanya bujang
"yang dulu lahan garapannya di dekat pohon beringin itu Lo ."
"oh..yang orangnya tinggi itu ." kata bujang
"iya , yang itu ."
"tapi anak-anaknya kan di masukkan pesantren semua ." ucap Juki
"iya , dia sekitar dua tahun ini baru pulang dari pesantren ." celetuk ajam.
__ADS_1
"jadi dia anak pesantren ." Anton ikutan bicara
"iya, dan tokonya itu dulu yang punya kakaknya ." kata ajam
terus kok bisa pindah ke adiknya ?."
"kakaknya itu pergi ke luar negeri jadi TKW ." jelas ajam.
Hatta mereka mendengar suara perempuan yang sedang mengaji di dalam masjid.
"indah sekali." puji Juki
"suara siapa itu ?." timpal bujang
"sebentar aku lihat dulu ." Anton masuk kedalam masjid
"suara gadis tadi ." kata Anton saat kembali
"pantes, anak pesantren ." ujar juki
Hatta mereka kembali pulang setelah cukup beristirahat .
"siapa nama teman mu Jang , dari tadi belum kenalan ." tanya juki
"aku Anton , kawan bujang ." jawab Anton
"maaf tadi lupa ngenalin ." timpal bujang
"jadi kau kawan bujang kerja ?."
"dia anak bos ku ." bujang yang menjawab
"aku kira teman kerja ." lanjut juki
"iya teman kerja juga, dia di pasar aku keliling jadi tengkulak sayur ." balas bujang
"bos kamu masih yang dulu itu ?." tanya juki lagi
"sudah tidak, sekitar tiga tahun ini aku ikut bapak Anton ini ." pungkas bujang.
Waktu terasa cepat mereka sampai di rumah bujang tepat saat adzan magrib berkumandang .
"Alhamdulillah, sudah adzan ." ucap Anton
"ayo masuk dulu." ajak bujang
"makasih Jang , kami langsung pulang aja ." ajam dan Juki menolak ajakan bujang
Ternyata pamannya sudah masak untuk mereka berbuka.
"assalamualaikum ."
"walaikumsalam , darimana kamu paman pulang kok gak ada ?."
"ngabuburit paman, keliling kampung ." jawab bujang
"berdua sama Anton ?."
"nggak, sama Juki dan ajam juga ."
26\-04\-2020
__ADS_1
IG: okipradana93689