SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
MENJEMPUT YUSUF


__ADS_3

"maaf tuan , lain kali saya akan atur pertemuan kembali ."


"saya masih ada urusan sekarang ." pamit bujang


"silahkan nak, aku tahu dirimu sangat sibuk ."


Bujang pergi ke tempat yang dijanjikan Anton .


"sudah lama menunggu ku ? " tanya bujang


"belum, aku juga baru sampai ."


"Mamat dimana ?, biasanya selalu bersama mu ?." tanya Anton


"dia jemput Yusuf, orang baru yang diserang preman di hutan waktu itu ." jelas bujang


"apa dia sudah sembuh ? ."


"sudah, makannya aku suruh Mamat yang jemput hanya dia yang tahu rumah sakit itu ." lanjut bujang


"akan kau tempatkan dia dimana ? "


"aku takut dia tak kuat menjadi sopir atau malah kuli panggul ." kembali Anton mengajukan pertanyaan.


"itu yang aku pikirkan sekarang ."


"apa ada bagian dipasar yang cocok untuknya ?." tanya bujang


"semua lapak sudah ada yang jaga dan gak mungkin jadi kuli panggul ." tambah Anton.


"dia paham mesin ?."


"entahlah, aku belum mengenalnya jauh ." bujang tampak bingung sekali.


"begini, jika dia paham mesin tempatkan saja dia di bengkel ." usul Anton


"nanti aku tanyakan padanya ."


Sementara itu Mamat menjemput Yusuf ditemani Rudi dan Andhi.

__ADS_1


"aku disuruh bang bujang jemput Yusuf, kalian ikut tidak ?." tawar Mamat pada Andhi dan Rudi.


"iya kami ikut." jawab keduanya serempak.


"nanti bakda ashar aku tunggu di bengkel ." ujar Mamat kemudian meninggalkan mereka.


Setelah bakda ashar mereka langsung berangkat menuju rumah sakit tempat Yusuf dirawat.


Sepanjang perjalanan Andhi dan Rudi sangat cerewet , tanya ini itu tentang bujang dan lainnya.


Beruntung Mamat dalam keadaan senang kawan baiknya sembuh, dia dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Andhi dan Rudi.


Dua jam lebih mereka menempuh perjalanan panjang, akhirnya sampai di rumah sakit tersebut.


"hallo, dan kami sudah di lobby rumah sakit ." Mamat menelepon Dani


"iya kami ke sana sekarang ."


Tak sampai lima menit Yusuf dan lainnya muncul , kegembiraan ke-enam sahabat karib ini kembali .


Yusuf langsung disambut pelukan hangat Andhi kemudian berganti Rudi dan Mamat.


"benar, sepi rasanya suf ." sahut Mamat yang juga menyeka air mata.


"aku juga kesepian tanpa kalian ." balas Yusuf


"kau anggap apa kami, pengusir nyamuk ?." canda Dani


"kalian berdua saja tak cukup , kan kita harus selalu bersama ."


"benar kita kan satu paket lengkap yang saling mengisi ." celetuk Rudi.


Tak ingin lama-lama di rumah sakit Mamat segera mengajak kelima temannya makan malam .


Ditengah makan malam untuk merayakan kesembuhan Yusuf. bujang menelepon Mamat.


"mat, kamu sudah sampai disana ?." tanya bujang


"sudah bang, ini lagi makan malam ."

__ADS_1


"bisa kau sambungkan pada Yusuf ."


"bisa bang ."


"suf , bang bujang mau bicara denganmu ."


Mamat menyerahkan ponselnya


"hallo bang ." sapa Yusuf


"kamu beneran udah sembuh suf ?."


"Alhamdulillah sudah bang ."


"ngomong-ngomong kamu paham mesin gak ?." tanya bujang . sebelumnya bujang telah ke bengkel memastikan ada tempat untuk Yusuf .


Kebetulan disana masih butuh mekanik karena semakin hari semakin banyak truk pak Mardi.


"Alhamdulillah paham bang kalau mesin ."


"yasudah , tetap jaga kesehatan mu ." pungkas bujang.


Selesai makan mereka kembali ke kota.


Mamat sengaja mengemudikan truk dengan pelan takut teman baiknya kenapa-napa .


Pukul dua belas malam mereka telah sampai di depan rusun tempat mereka tinggal.


Ternyata bujang telah menanti kedatangan mereka. dia menunggu di depan kamar Andhi.


Bujang bersama Anton memang sengaja ingin menyambut kedatangan Yusuf di keluarga pak Mardi.


 


22\-04\-2020


 


IG: okipradana93689

__ADS_1


__ADS_2