SI ANAK RODA

SI ANAK RODA
KAWAN-KAWAN BUJANG


__ADS_3

Setelah lama berbincang , suara adzan isya' telah berkumandang .


"udah adzan Jang, ayo ajak kawanmu ke surau ." perintah sidik


"iya paman."


"paman duluan kalau gitu ." sidik meninggalkan keduanya


"paman mu memang orang baik ya Jang ." ujar Anton


"dia memang selalu dekat dengan Allah sejak dulu , ton." balas bujang bangga.


Hatta bujang mengambil wudhu di ikuti Anton sebelum ke surau.


Bujang mengambil wudhu di sumur yang masih harus menimba airnya dulu. Itu adalah sumur yang digunakan bujang mandi saat masih kecil.


Selesai shalat tarawih bujang berbicara dengan ajam di teras surau.


"kamu sekarang kerja apa jam ?." tanya bujang


"menggantikan posisi ayahku Jang, mandor kebun sayur ."


"bukankah dulu ayahmu menggarap kebunnya sendiri ?."


"iya itu..mandor kebun ayahku sendiri ." ajam terkekeh


"ada kontak yang bisa aku hubungi jam?, setidaknya aku bisa tahu kabar pamanku lewat kamu ."


"ada..ini nomer telpon ku ." ajam mengeluarkan handphonenya.


"oh ya..Juki sekarang gimana kabarnya ?."


"dia sudah menikah dengan anak kampung baru ." jelas ajam


"kau punya kontaknya kan ?."


"tentu punya, ini nomer nya ." ajam menunjukkan nomor Juki.


"kau sendiri sekarang kerja apa? , beberapa tahun ini gak ada kabar ." tanya ajam


"aku jadi tengkulak jam ."


"keliling pelosok-pelosok kerjaku ." balas bujang


"Sudah ayo masuk, tadarus dulu ." ajak ajam pada Anton dan bujang

__ADS_1


Mereka menyimak hingga akhirnya tiba giliran bujang. Ajam sangat antusias mendengar bujang membaca Al Qur'an.


Tak disangka suara bujang membaca Al Qur'an sangat merdu , suara bujang memecah riuhnya pembaca lain hingga berhenti mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan bujang.


Selesai tadarus bujang mengajak Anton kembali pulang.


"tak ku sangka suara mu bagus Jang ." puji Anton


"sejak kecil aku berlatih silat sekaligus ngaji , ton. jadi udah jadi kebiasaan ." balas bujang


"siapa nama teman mu tadi Jang ? "


"dia ajam."


"dia dan Juki yang mengajariku membaca, menulis dan berhitung ,ton ." bujang menjelaskan


"saat masih disini aku tak pernah sekolah , aku sekolah saat ikut tuan Randi."


"jadi aku minta kedua temanku mengajariku ."


Bujang menceritakan pengalamannya di kampung tersebut.


Tiba di dekat rumah pamannya, dia berpapasan dengan gadis yang sedang mengayuh sepeda dengan berkalung tas kecil.


"silahkan ." bujang berhenti untuk memberi jalan gadis itu.


"Kau mengenalnya ?." tanya Anton


"aku tak kenal, tapi aku seperti pernah bertemu dengan dia dulu ."


Sampai di teras rumah pamannya bujang mengeluarkan handphone untuk menelepon Juki.


"aku mau menghubungi temanku dulu, silahkan kamu masuk dulu ." ujar bujang pada Anton.


"hallo ,siapa ini ?." ucap orang yang dihubungi bujang.


"aku bujang , kawan kecilmu ."


"bujang keponakan pak sidik ?."


"iya , aku bujang ponakan pak sidik ."


"bagaimana kabar mu ,juk ?." tanya bujang


"Alhamdulillah Jang, dari mana kau dapat nomer ku ?."

__ADS_1


"ajam yang memberikan ."balas bujang


"besok sore nggak ada acara kan ?."


"nggak sih , ada apa ."


"aku ingin ajak kau dan ajam jalan-jalan ."


"jalan kemana ?." tanya juki


"keliling kampung ini aja , sekalian ngabuburit ."


"iya besok aku ke rumahmu ."


"baik, aku tunggu ." pungkas bujang


Setelah menghubungi Juki bujang juga menghubungi ajam untuk diajak jalan-jalan keliling kampung.


"paman mu gak pulang Jang ?." tanya Anton saat bujang masuk kedalam


"nanti sahur pulang biasanya ." jawab bujang santai


"maaf rumah pamanku kayak gini ."


"kita tidur cuma beralaskan tikar pandan ." kata bujang


"tak apa , yang penting bisa tidur ." jawab Anton


Kemudian bujang menyiapkan tikar pandan tempat mereka tidur dibantu Anton.


Meski hanya beralas tikar keduanya cepat tertidur pulas. Hingga mereka dibangunkan oleh suara khas dari pamannya saat membangunkan sahur.


"bangun nak..bangun..sahur..sahur..sudah jam setengah empat...bangun..sahur nak..sahur ." suara pamannya yang khas itu membuat bujang langsung terbangun dari tidurnya.


"bangunkan kawan mu paman siapkan sahurnya dulu ." ujar sidik


"baik, paman ." bujang segera membangunkan Anton.


 


24\-04\-2020


 


IG: okipradana93689

__ADS_1


__ADS_2