
"eh, ayo jam ke rumah juragan sapi ."
"keburu Dzuhur nanti ." kata bujang
"oh iya ayo..maaf kebawa suasana ."ajam masih tertawa tipis
"ayo cepetan ."
Ajam mengeluarkan sepeda motornya.
"kamu tunggu disini ya ton, aku ke rumah juragan sapi ."
"iya Jang, aku tunggu sini ." balas Anton
Rumah juragan sapi tak jauh dari rumah ajam hanya satu kilometer .
"assalamualaikum."
"walaikumsalam ." istri juragan sapi itu membukakan pintu
"sebentar saya panggilkan bapak ." kemudian istri juragan sapi itu memanggil suaminya
"ada urusan apa jam ?." tanya juragan sapi
"ini teman saya mau jual sapi pak ." ajam menunjuk bujang.
"mana rumah mu nak? aku tak pernah melihatmu disini ."
"saya keponakan pak sidik , saya mau jual sapi paman ." balas bujang
"jadi kamu keponakan sidik ?."
"iya pak ."
"ya nanti habis dhuhur saya lihat kesana ." ucap juragan sapi.
"baik saya tunggu ."
Kemudian ajam dan bujang pamit pulang. Di rumah ajam ,Anton duduk diteras menunggu mereka pulang.
"assalamualaikum "
"walaikumsalam ." jawab Anton
"sebentar lagi zhuhur , ayo segera ke surau ." ajak ajam setelah memarkirkan motornya.
__ADS_1
Kemudian mereka segera menuju surau untuk shalat Zuhur berjamaah.
Setelah shalat Zuhur bujang menemui pamannya yang sedang ber-iktikaf .
"tadi bujang sudah ke rumah juragan sapi, katanya setelah zhuhur dia mau melihat sapinya." bujang berbisik pada pamannya
"nanti kalau dia sudah datang panggil saja aku disini ." perintah sidik
"baik ,paman." pungkas bujang
Sekitar pukul satu juragan sapi itu datang melihat sapi yang akan dia beli.
"assalamualaikum ."
"walaikumsalam, silahkan masuk pak ." bujang mempersilahkan.
"ton, tolong panggilkan paman ku di surau ." pinta bujang
"baik , Jang ."
"duduk dulu pak , paman di panggilkan di surau ."
"kalau gitu saya lihat sapinya langsung saja ."
Bujang menunjukkan sapi-sapi pamannya di kandang belakang.
"kata paman sih mau dijual empat ekor, tapi kalau yang mana yang mau disisakan tidak tahu ." balas bujang.
Hatta pamannya menyusul mereka di kandang belakang.
"ini paman mu datang ." ucap juragan itu melihat kedatangan sidik.
"apa sudah lama ditunggu ?." tanya sidik
"belum ."
"ini yang mana yang mau dijual ." lanjut juragan sapi.
"sisakan yang paling kecil saja untuk aku pelihara ."
"empat ekor enam puluh ." tawar juragan
"naik lagi, tujuh puluh ."
"tak sampai segitu harganya, inikan yang dua betina ." juragan menolak tawaran sidik
__ADS_1
"dihitung satu-satu aja pak, biar jelas harganya ." usul bujang
"kalau gitu ini yang betina satu lima belas yang satu lagi empat belas ."
"dinaikin lagi pak, tiga puluh dua itu ." tawar sidik
"ya sudah boleh."
"dua itu delapan belas sama dua puluh gimana ? "
"boleh saya setuju ." jawab sidik
"kalau begitu ini uang mukanya dua puluh lima juta dulu , sisanya besok sekalian ambil sapinya ."
"iya terimakasih ." sidik menerima uang tersebut lalu menyerahkan pada bujang untuk dihitung.
"dua puluh empat..iya pak pas dua puluh lima juta ." kata bujang
"kalau gitu saya pamit ." juragan sapi itu meninggalkan kandang sapi sidik.
Sidik mengantar juragan sapi sampai ke motornya. Sedangkan bujang kembali membuka buku catatannya yang lama tak ia isi karena kesibukannya mengatur persediaan sayur selama ia tinggal ke kampung.
"paman tinggal ke surau lagi nak ." sidik pamit ke surau
"sebentar paman, apa sepeda onthel dulu masih ada ?."
"masih , masih sering paman gunakan untuk cari rumput ."
"kenapa tiba-tiba tanya sepeda ?." ganti pamannya
"nggak, cuma ingin keliling kampung aja ." balas bujang.
Bujang kemudian mengecek keadaan sepeda onthel nya yang dulu digunakan bujang.
"sepertinya masih baik, cuma agak berdebu ." batin bujang
"rodanya juga masih bagus tapi agak kempes ."
Bujang segera memompa ban sepeda onthel nya dan juga membersihkan sepeda usang itu.
25\-04\-2020
__ADS_1
IG: okipradana93689