
saat ini Alexa akan kembali ke sekolah, karena masa skorsingnya sudah selesai. Dia berangkat bersama Sena.
Di tempat yang berbeda, Raja sangat semangat sekolah hari ini. senyum tidak lepas dari wajahnya sejak dia bangun tidur. Raja ke ruang makan dengan tersenyum.
"Ya ampun anak Mamah ceria sekali, senyum terus," seru Ajeng.
"Iya, nih. Kemarin mukanya asem banget sekarang ceria." Dewa Papah Raja menatap Raja penuh selidik.
"Biasa aja, ah. kita sekolah harus semangat dong."
"Iya, iya. Bukan karena pacar kamu yang culun itu, kan?" tanya Ajeng.
"Raja sudah punya pacar?" tanya Dewa.
"Mamah jangan nyebar gosip deh, si culun itu bukan pacar aku. Waktu itu aku cuma kasihan nolongin dia."
"Oh, begitu, bagus deh. Jangan sampai kamu pacaran sama gadis itu. Nanti Mamah yang malu. masa anak ganteng mamah pacaran sama cewek jelek."
Ada sedikit rasa sakit di hati Raja saat mamahnya mengatakan malu Raja pacaran dengan si culun karena Alexa jelek.
"Kalian membicarakan siapa?" tanya Dewa.
"Ini loh, Pah. Mamah waktu itu dipanggil ke sekolah yang waktu Mamah cerita ke Papah."
"Oh, dan gadis yang ditolong Raja itu orangnya culun."
"Orangnya nggak culun kok Pah. dia pintar dan pemberani. Cuma penampilannya aja yang culun." Raja langsung menyela perkataan papahnya sebelum mamahnya bicara.
"Oh, begitu. Kalau penampilan sih gampang, bisa dirubah. Papah nggak masalah kalau kamu pacaran sama dia."
"Raja nggak mungkin pacaran sama cewek itu! Selera dia itu tinggi, berkualitas tidak seperti siapa namanya?" tanya Ajeng pada Raja.
"Alexa," jawab Raja malas.
"Iya, itu Alexa. Betulkan Raja?"
"Iya."
"Jangan menilai orang dari penampilan, karena penampilan bisa saja menipu. Lihat dia dari kepribadiannya."
"Iya, Pah. Raja berangkat sekarang."
Raja pun bergegas berangkat sebelum pembahasan mengenai Alexa berlanjut. Dia mengendarai motor.
***
Seperti biasa Alexa akan turun di tempat yang agak jauh dari gerbang sekolah. Dia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Saat akan mencapai pintu gerbang, Alexa dikejutkan oleh suara klakson motor. Dia lalu melihat ke belakang.
"Apa, sih? Tinggal jalan aja, masih lega juga." Alexa, menggerutu.
"Woy, culun ngalangin jalan aja, lo! Minggir."
"Pantesan si rese." Alexa malas berdebat pagi-pagi. Dia lalu menyingkir dan melanjutkan langkahnya.
Raja tersenyum di balik helm. Dia senang melihat wajah Alexa yang cemberut.
Tin ... Tin ...
Raja sengaja mengklakson tepat di belakang Alexa. Tentu saja Alexa terlonjak kaget.
"Astagfirullah, si kutu, kurang asem!" Alexa mencak-mencak pada Raja, sedangkan Raja sendiri sudah jauh dan tertawa di balik helmnya.
__ADS_1
Raja memarkirkan motornya, di samping motor Sena. Dia melepas helmnya.
"Kenapa lo, ketawa-ketawa? kemarin aja muka lo asem, sekarang ketawa sendiri." Aldi berdiri di samping Sena. Mereka sedang menunggu Alvin.
"Nggak apa-apa," jawab Raja.
Aldi mengedarkan pandangan dia lalu melihat Alexa yang baru saja melintas.
"Oh, pantes. Ternyata si culun sudah masuk. Senang lo Ja, ada mainan lagi."
Sena langsung menoleh pada Aldi, dia tidak suka dengan perkataan Aldi. Andai saja adiknya tidak menyuruh dia untuk menutupi identitasnya. Sekarang wajah Aldi pasti sudah babak belur.
Sena langsung pergi dari sana tanpa mengucapkan apapun.
"Si Sena katanya mau nungguin Alvin. Dia malah pergi."
"Tara ke mana?" tanya Raja.
"Nggak tahu, belum datang."
"Kita ke kelas yuk!" ajak Raja.
"Tungguin Alvin dulu sebentar."
"Tunggu di kelas aja. Nunggu di sini nggak enak. Banyak yang merhatiin." Raja langsung pergi meninggalkan Aldi.
"Gue pikir lo senang jadi pusat perhatian." Aldi menyusul Raja.
Tak lama datang Tara bersama seorang gadis diboncengan motornya.
"Makasih ya Tar, untung ada kamu."
"Hm."
"Aku ke kelas dulu." Gadis itu pun pergi meninggalkan Tara.
Tara kemudian membuka helm dan menaruhnya di atas motor. Dia lalu pergi menuju kelasnya.
***
Kini waktunya istirahat. Semua pergi menuju kantin. Alexa pun pergi ke kantin.
Raja senatara Aldi juga Alvin pergi ke kantin bersama-sama. mereka menempati meja khusus yang ada di kantin.
kantin tiba-tiba menjadi hening saat mereka datang semua mata tertuju kepada mereka, hanya satu gadis yang acuh dan tidak memperhatikan mereka yaitu Alexa.
Alvin pergi membeli makanan pesanan semua. Datanglah seorang gadis yang tadi pagi berangkat bersama Tara.
"Hai, boleh gabung nggak?" tanya gadis itu.
Semua yang ada di meja itu memperhatikan si gadis.
"Aku ingin mentraktir Tara juga kalian semua. ini sebagai ucapan terima kasihku pada Tara karena tadi telah menolongku."
perhatian mereka kini tertuju kepada Tara. "Abis ngapain lo?" tanya Aldi. Tara diam saja tidak menjawab dia hanya mengedikkan bahunya.
"Tadi Tara menolongku saat mobilku mogok," jawab gadis itu, karena Tara hanya diam saja.
"Oh, ya udah duduk aja." Raja membolehkan gadis itu bergabung.
Gadis itu terlihat senang fan tersenyum.
"kalian sudah pesan? pesan saja apa yang kalian mau aku yang akan traktir."
__ADS_1
"Sorry, gue pantang di traktir cewek. urusan lo sama Tara, lo traktir aja dia." Raja menolak ditraktir gadis itu.
"siapa nama lo?" tanya Aldi.
"Aku Sisca."
"Nih, pesanan kalian!" Alvin datang bersama seorang pelayan kantin yang membawa makanan di atas nampan.
"Siapa ini?" tanya Alvin."
"Sisca," Jawab Aldi.
Sisca tersenyum pada Aldi dan menganggukkan kepala.
Raja melihat Alexa yang sedang asyik makan nasi goreng. Raja bangkit dan beranjak ke tempat Alexa.
Dia kemudian mengambil sepiring nasi goreng yang sedang dimakan oleh Alexa dan membawanya ke meja di mana teman-temannya berada.
"Eh kak nasi goreng ku!"
Alexa langsung bangun dan mengejar Raja, sampai ke mejanya. Dia bertolak pinggang pada Raja.
"Kenapa Kakak bawa makanan aku?"
"Makan di sini aja."
Alexa melihat ke arah teman-teman Raja. Di sana ada Kakak kembarnya. Kak Aldi dan Alvin, tapi siapa gadis yang duduk di samping Tara. Gadis itu melirik sinis pada Alexa.
"Nggak mau, aku mau duduk di meja aku."
Raja menarik tangan Alexa, sehingga Alexa kini duduk di samping Raja berhadapan dengan Sena.
"Sudah di sini saja, dan terusin makan lo!" ucap Raja tegas.
"Ish, Kak Raja kenapa suka seenaknya?"
"Makan!" Aldi dan Alvin tersenyum penuh arti.
Alexa terpaksa makan di meja Raja. Dia makan dengan kesal hinga tersedak. Reflek Sena, Tara dan Raja memberikan minuman mereka.
Alexa sengaja mengambil minuman Tara, dia ingin melihat reaksi si gadis yang duduk di samping Tara.
"Kenapa punya Tara?" Tanya Raja. Dia tidak terima Alexa lebih memilih minuman Tara.
"Ya, karena punya Kak Tara masih penuh. Kak Raja kan sudah tinggal setengah berarti udah di minum. Aku nggak mau minum bekas orang."
"Terus, Tara lo suruh minum bekas lo, gitu." Sisca berkata dengan ketus.
"Ya, nggak juga. Kak Tara bisa beli lagi. Nanti aku ganti minumnya."
"Enak, benar lo! Itu juga minum Tara gue yang traktir."
"Oh, jadi karena Kakak yang traktir, Kakak nggak terima aku minum."
"Gue nggak butuh ditraktir cewek!" Tara akhirnya bersuara. Inilah kenapa dia malas menolong cewek. Mereka umumnya baperan dan merasa si cowok yang menolong tertarik padanya. Mereka suka salah paham.
"Mau gue kasih minuman ke siapa, terserah gue." Tara menatap tajam Sisca.
Sisca langsung menunduk ditatap seperti itu.
"Makasih Kak Tara." Alexa sengaja memanasi Sisca.
"Culun, cepat makan!" ucap Raja kesal.
__ADS_1
Alexa meneruskan makannya. Kejadian itu disaksikan oleh seluruh siswa yang ada di kantin.
...----------------...