
Bel pulang sudah berbunyi, semua siswa keluar dari kelas. Tara dan Sena sengaja menunggu kelas sepi baru mereka keluar. Raja langsung keluar dari kelas tanpa mengatakan apapun pada mereka dan duo Al.
Sikap mereka yang berubah dan tak pernah bersama lagi di sekolah menjadi gosip hangat siswa lain. Mereka menyayangkan terjadi perpecahan di antara kelima most wanted tersebut.
Mereka tidak tahu apa sebenarnya penyebab perpecahan itu? Bermacam spekulasi beredar. Dari mulai adanya cinta segitiga hingga pengkhianatan.
Cindy dan Aurel sudah menunggu di parkiran, mereka ingin pulang bersama Tara dan Sena. "Cin, Rel, gue duluan ya." Vera pamit pada dua sahabatnya.
"Iya, hati-hati."
Vera lalu membuka pintu mobil Raja. Dia naik ke dalam mobil. "Tara sama Sena ke mana? Kok tumben nggak bareng sama kamu?"
"Nggak tahu, ya kali kemana-mana harus barengan terus!" jawab Raja sedikit ketus.
Vera diam saja. Dia merasa sikap Raja setelah jadian justru berubah. Dulu Raja lembut dan selalu berkata baik padanya. Sekarang kerjaannya marah-marah terus, jutek, kadang cuek.
Apa mungkin Raja merasa bosan padanya? Biasanya 'kan begitu. Sebelum jadian cowok mencari simpati cewek dengan berbuat baik, berkata lembut, apa mau cewek diikutin. Setelah jadian mereka justru bersikap sebaliknya jadi cuek dan galak.
Nggak tahu ah! Vera pusing memikirkan itu semua. Vera diam sepanjang jalan. Sampailah mereka di rumah Vera.
Raja tidak mau turun, dia diam saja di dalam mobil, tanpa mematikan mesinnya. "Kamu nggak mampir dulu?" tanya Vera.
"Nggak, aku mau langsung pulang."
"Oh ya udah, hati-hati di jalan." Vera turun dari mobil dan menutup pintu.
Raja langsung tancap gas begitu pintu sudah ditutup. Vera masih berdiri memperhatikan mobil Raja yang melaju. Apakah Raja benar mencintainya? Pertanyaan itu terbersit di hati Vera.
Bisa dibilang Vera sedang membohongi diri sendiri dan juga egois. Dia sadar Raja sebenarnya sudah tidak mencintainya lagi seperti dulu atau mungkin tidak pernah mencintainya.
Dia hanya bersikap baik dan peduli sebagai sahabat. Vera yang mengejarnya dan berharap lebih. Dia memanfaatkan kebaikan juga rasa peduli Raja. Saat Raja menembaknya dia heran, tapi juga senang.
Langsung dia menerimanya mungkin Raja sedang khilaf atau mabuk dia tak peduli yang penting dia jadi pacar Raja. Namun, setelah menjalaninya dia yakin Raja tidak mencintainya.
__ADS_1
Lantas setelah tahu itu apakah Vera akan meminta putus? Tentu tidak, ini adalah keinginan terbesarnya. Dia akan bertahan dan membuat Raja mencintainya. Dia akan egois dan tutup mata pada perasaan Raja.
Raja melajukan mobil dengan cepat, dia sedang galau maksimal. Beruntung dia tidak mengalami kecelakaan di perjalanan. Raja sampai di rumah dengan selamat.
Begitu sampai rumah dia langsung masuk tanpa mengucapkan salam. Dia mendengar suara papahnya yang sedang bicara dengan mamah.
"Aku bingung kenapa tiba-tiba dia memutuskan kerja samanya. Aku merasa kita tidak ada masalah. Kau tahu, padahal kerja sama ini sangat bagus untuk kemajuan perusahaan."
Papah Raja, Dewa Pradipta, mengeluh pada istrinya. Dia tidak bisa bekerja lagi dan memilih pulang setelah mendapat telepon dari Arjuna yang memutuskan kerja sama mereka.
Raja melewati mereka begitu saja, dia terus melangkah menuju tangga. "Tapi Papah nggak rugi 'kan? Mereka bersedia membayar semua biaya penalti karena memutuskan kerja sama di tengah jalan." Ajeng Ayu Pradipta, mamah Raja berusaha menenangkan suaminya.
"Ya, Arjuna memang membayar penalti, tapi tetap saja kita rugi!"
Raja berhenti di anak tangga pertama begitu mendengar nama Arjuna disebut. Itu adalah nama papahnya Alexa. Dia langsung berbalik badan.
"Maksud Papah, Arjuna Bharada Tirta?" tanya Raja.
"Iya, Arjuna siapa lagi? Memang ada berapa Arjuna yang punya perusahaan besar?" ketus Dewa.
"Aku tidak ada masalah dengan Om Arjuna."
"Lalu kenapa saat Papah bertanya alasannya dia bilang, tanya Raja. Apa masalah yang sudah kamu buat?" tanya Dewa. Dia baru ingat perkataan Arjuna.
"Aku tidak buat masalah apa-apa, aku cuma putus sama anaknya."
"Apa?" Mata Dewa nembulat sempurna. Wajahnya pun menjadi merah. "Sini kamu! Raja!" teriak Dewa memanggil Raja yang berlari ke kamarnya.
"Raja! Jangan lari kamu!" Dewa berlari mengejar Raja. Namun, sayang, Raja lebih dulu sampai di kamarnya dan langsung menutup pintu serta cepat-cepat menguncinya.
"Buka pintunya Raja!"
"Nggak mau!" jawab Raja dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
"Kamu tahu, gara-gara kamu perusahaan Papah mengalami kerugian, nasib karyawan terancam. Kenapa kamu tidak bilang kalau pacaran dengan anak Arjuna. Terus kenapa kamu putus?"
"Ya namanya juga pacaran ada putusnya. Kenapa jadi masalah, sih?"
"Ya jadi masalah kalau gara-gara kamu putus perusahaan yang kena imbasnya!"
"Pokoknya kamu harus balikan lagi sama anaknya Arjuna atau semua fasilitas kamu Papah sita!"
"Nggak bisa, Pah! Arjuna udah punya pacar! Lagian Alexa sudah pergi keluar negeri!" Raja dan Dewa bicara dengan saling teriak.
Tiba-tiba Dewa menendang pintu karena kesal pada Raja. Sontak Raja yang menempelkan telinga ke pintu terkejut.
"Astagfirullah, bokap gue bar-bar banget!"
"Lihat saja mulai sekarang semua fasilitas kamu Papah sita!" Dewa lalu pergi meninggalkan kamar Raja yang tertutup rapat.
"Dasar anak tidak sopan, ngomong kok teriak-teriak! emang nggak capek apa?"
Dewa menuruni anak tangga satu per satu. Dia lalu menghampiri sang istri yang sedang asyik menonton TV. Tidak peduli pada suara Raja dan Dewa yang sedang berdebat.
"Nih, minum dulu." Ajeng memberikan segelas minuman yang ada di atas meja pada Dewa yang sudah duduk di sampingnya.
Dewa menerimanya dan meneguknya hingga tandas. Dia memang sangat haus.
"Mulai sekarang pokoknya, kamu jangan beri Raja uang. Papah duta semua fasilitas dia, motor, mobil, ponsel, semua kartu akan Papah blokir. Awas kamu jangan bantu dia dan memberikan uang atau kartu kamu juga aku blokir!"
"Iya, Papah, udah jangan marah-marah nanti darah tingginya kumat."
"Kamu tahu, kalau Raja pacaran sama anaknya Arjuna."
"Nggak, anaknya yang mana, sih. Aku nggak tahu?"
"Papah juga belum pernah ketemu."
__ADS_1
...----------------...