Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Raja Sadar


__ADS_3

satu bulan sudah berlalu. Mata Raja terbuka, dia menatap langit-langit. Ingatannya masih belum terkumpul sepenuhnya. Dia bingung sedang berada di mana saat ini?


apa yang telah terjadi padanya? Terdengar suara mesin seirama dengan denyut jantungnya. Dia baru menyadari mulutnya terpasang masker oksigen.


Di mana orang-orang, kenapa dia sendiri di sini? Dalam sepi Raja mencoba menggali memorinya. Ah, tapi sakit yang di rasa. Dia tak bisa mengingat apa pun.


Pintu terbuka, masuklah seorang perawat. "Sus," suara lirih itu memanggil pelan perawat tersebut.


Untunglah, perawat itu peka dan mendengar suara Raja. Dia langsung menghampiri Raja. "Tuan, Alhamdulillah akhirnya Anda sadar juga. Apa yang Anda rasakan?" tanya Perawat tersebut sambil dia menekan tombol darurat yang ada di samping dekat kepala pasien.


Dia tak bisa meninggalkan pasien tersebut. "Sakit ... kepala," ucap Raja pelan.


"Iya, nanti kita obati, ya. Tunggu Dokter periksa."


"Di ... mana, ... orang ... tua ... saya?"

__ADS_1


"Mereka akan datang nanti malam, tetapi di depan ada Nona Alexa yang selalu menunggui Anda setiap hari."


"Alexa?" Raja mencoba mengingat nama itu.


Masuklah seorang dokter dengan memegang stetoskop. Tak lupa pakaian steril juga masker karena saat ini mereka sedang berada di ruang ICU. Dokter tersebut memeriksa Raja dengan seksama.


"Hasilnya bagus, Anda sudah bisa dipindahkan ke ruangan biasa. Suster tolong urus, oksigennya sudah bisa di buka."


"Iya, Dokter," sahut perawat tersebut. Dia lalu membuka masker oksigen yang menutupi mulut Raja.


"Tuan Raja, senang Anda sudah sadar. Semoga Anda cepat sembuh." Dokter lalu tersenyum memberi semangat pada Raja.


Tatapannya berkaca-kaca. Bahagia dan haru, melihat pria yang selalu dinanti membuka mata, kini sudah menatapnya. Walau tatapan itu terlihat kosong. "Terima kasih Tuhan telah mengabulkan doa yang ku panjatkan setiap saat."


Mata berkaca-kaca itu akhirnya menjatuhkan air yang sudah tak terbendung. Dia lalu menghapusnya dengan cepat menggunakan telapak tangannya. Raja memperhatikan dengan lekat perempuan itu.

__ADS_1


"Raja, aku bahagia kau sudah sadar. Aku takut sekali tidak bisa melihatmu lagi. Aku takut kau akan pergi tanpa sempat mendengarkan permintaan maafku."


Raja hanya diam menatap perempuan ini. "Aku minta maaf atas semua ucapan ku. sejujurnya semua yang kukatakan itu dusta. aku masih mencintaimu, aku merindukanmu, tapi aku takut kau akan menyakiti ku lagi. Hatiku tidak cukup kuat untuk itu."


Raja tetap diam. "Raja, apa kau ingat aku?" tanyanya karena respon Raja hanya diam saja. Dia takut Raja menjadi amnesia.


"Siapa kamu?" tanya Raja.


"Aku Alexa, kau tidak ingat aku?" tanya Alexa.


"Alexa, siapa? Aku tidak kenal yang namanya Alexa."


Alexa merasa seperti hilang harapan. Namun, dia bahagia karena keadaan Raja sudah lebih baik. "Oh, oke. Mungkin itu lebih baik. Anggap saja kita tidak pernah bertemu. Aku hanya kebetulan lewat dan menjenguk mu. Semoga cepat sembuh dan bahagia."


Alexa memberikan senyuman manis pada Raja. Dia lalu berbalik badan melangkah menuju pintu keluar. "Apa hanya segitu saja usahamu? Kau bilang mencintaiku, lalu buktinya mana? Kau malah akan pergi tinggalkan aku."

__ADS_1


Alexa berhenti melangkah, dia berdiri terpaku mendengar perkataan Raja. Alexa berbalik badan. "Kamu ...."


...----------------...


__ADS_2