Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Penyesalan Dan Harapan


__ADS_3

Tara langsung menelepon Sena, mengenai kecelakaan yang terjadi pada Alexa. Tara kemudian langsung meluncur meninggalkan pekerjaannya. Dia benar-benar khawatir Alexa.


Sementara itu, di tempat kecelakaan, terlihat pemadam berusaha mengeluarkan Raja. Rupanya kaki Raja tersangkut di kolong, entah bagaimana bisa begitu? Mereka mengeluarkan dengan hati-hati.


Akhirnya setelah perjuangan yang dramatis, Raja bisa dikeluarkan. Keadaannya sungguh mengenaskan. Alexa menangis melihatnya. Kaki Raja terlihat melepuh karena luka bakar terkena mesin yang panas.


Dia berlari kala Raja dimasukkan ke dalam mobil ambulance. Alexa ingin ikut mengantar. Saat itulah Tara sampai di tempat kejadian.


Dia sungguh shock melihat keadaan kedai yang hancur ditabrak mobil. Bagaimana keadaan adiknya? Itu yang ada dalam pikiran Tara. Dia segera turun dan berteriak memanggil Alexa.


"Dek! Alexa!" panggilnya. Tara langsung menembus kerumunan.


"Mas!" Seseorang memanggilnya.


Tara menoleh, terlihat seorang petugas kesehatan melambaikan tangan. Dia menghampiri petugas tersebut dengan tergesa, wajahnya menyiratkan kekhawatiran.


"Adiknya ada di dalam ambulance.". Petugas tersebut memberi tahu.


Tara segera ke mobil ambulance, dia melihat adiknya sedang duduk berpegangan tangan pada seseorang yang berbaring di sebelahnya. Pintu ambulance tertutup sebelum tertutup sempurna Alexa melihat ke arah Kakaknya.


Dia melambatkan tangan. Tara lalu berlari ke bagian sopir ambulance. "Pak, ini ke rumah sakit mana, hati-hati ada adik saya di belakang." Tara berpesan pada sang sopir ambulance.


"Iya, Mas. Saya bawa ke rumah sakit terdekat."


"Oke, saya ikuti dari belakang."

__ADS_1


Tara segera berlari ke mobilnya. Dia langsung masuk lalu memakai seatbelt. Dia menelepon seseorang untuk mengurus mobil! adiknya.


Sirine ambulance terdengar, Tara menyalakan mobil. Ambulance mulai melaju meninggalkan tempat kejadian. Mobil Tara mengikuti ambulance tersebut, sedangkan Sena baru saja tiba.


Dia melihat mobil Tara yang mengikuti ambulance, dia pun langsung membelokkan mobilnya untuk menyusul mereka. Mobil ambulance melaju dengan cepat, semua pengendara sudah mengerti, mereka menepi ketika mendengar suara sirine ambulance di belakang mereka.


Akhirnya, mobil tersebut sampai di rumah sakit. Raja segera dibawa ke IGD untuk diberi tindakan darurat. Terutama luka bakar pada kakinya. Alexa juga ikut masuk ke dalam untuk diperiksa lebih lanjut.


Tara dan Sena menunggu di luar. "Ini, bagaimana kejadiannya?" tanya Sena.


"Aku juga tidak tahu. Pas aku telepon Lexa, dia menangis lalu seseorang bicara padaku, kalau Lexa dan temannya sudah menjadi korban kecelakaan." Tara menjelaskan secara singkat.


"Bagaimana keadaan Lexa?" tanya Sena lagi, dia memang belum melihat keadaan Lexa.


"Amin."


Salah satu perawat Kemudian keluar bersama Alexa. "Lexa, Dek. Bagaimana keadaan kamu?"'


Sena langsung memeluk Alexa. "Alhamdulillah, aku baik-baik saja, Kak. tapi Raja ...." Alexa tak sanggup berkata-kata, dia menangis dalam pelukan sang Kakak.


"Maaf, apa ada yang bisa menghubungi keluarga Raja, karena pasien bernama Raja harus segera dioperasi, kami butuh tanda tangan izin dari keluarga pasien."


"Jadi Raja juga korban?"


"Iya, Kak. Raja yang menolongku," ucap Alexa di sela tangisnya.

__ADS_1


"Saya akan telepon keluarganya, Sus."


Tara langsung menelepon papahnya Raja. Dia juga menelepon kedua orang tuanya. Perawat langsung kembali masuk ke dalam IGD.


***


Raja kini sedang dioperasi. Keluarga Raja menunggu di depan ruang OKA. Alexa ikut menunggu. Dia berdiri agak menjauh dari keluarga Raja.


Dia merasa bersalah pada Raja karena selama ini bertingkah acuh padanya. Raja selalu meminta maaf, tetapi Alexa tidak mau memaafkannya. Raja bahkan mengorbankan nyawanya untuk menolong Alexa.


Sungguh dia menyesal. Jika waktu bisa diputar dia akan memaafkannya walau tidak bisa dekat seperti dulu, dan berbuat baik padanya. Tara ikut berdiri di samping Alexa untuk menjaga adiknya itu.


"Puas kamu?" tanya seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Alexa.


Alexa hanya menunduk tidak dapat menatap mata ibu dari Raja. "Angkat wajah sombongmu , kenapa menunduk? Mana wajah angkuh yang selalu kau perlihatkan di depan anakku? Sekarang untuk apa kau ke sini? Belum puas kau membuatnya menderita!"


"Mah, sudah." Suami wanita itu menenangkan istrinya sedangkan, Tara menggenggam tangan Alexa untuk memberinya kekuatan.


"Tidak, Pah! Dia harus tahu bagaimana tersiksanya anak kita bertahun-tahun karena tak kunjung mendapat maaf dari wanita ini. Padahal kesalahannya hanya karena masalah kecil. Umur dia masih remaja saat itu, masih labil dan belum paham perasaannya sendiri."


"Anakku begitu mencintaimu, tapi apa yang dia dapat? Sebuah Kemalangan!" Terakhir ibu dari Raja itu berteriak di hadapan wajah Alexa.


Wanita itu lalu ditarik suaminya untuk kembali duduk di depan ruang OKA. Alexa sama sekali tidak menanggapi apa pun. Semua yang dikatakan ibunya Raja adalah benar. Dia memang bersalah, sangat bersalah pada Raja.


"Raja, bertahanlah. Jangan pergi, aku belum minta maaf padamu, maafkan aku." Alexa bicara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2