Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 46


__ADS_3

Alexa tahu ini pasti ulah kakaknya yang memberi tahu pada Raja. Dia tidak mau bertemu dengannya. "Bilang aja aku tidak mau di ganggu."


Mendengar itu pelayan tersebut segera pergi. Dia menemui tamu yang mengaku Raja itu. "Maaf, tapi Nona tidak ingin bertemu dengan Anda, Tuan." Pelayan tersebut berkata dengan sopan.


"Baiklah, terima kasih."


"Iya, Tuan."Pelayan tersebut lalu menutup pintu. Raja melihat sekilas tepat sebelum pintu tertutup di sana ada Alexa dengan rambut bobnya sedang melihat ke arah pintu atau dirinya.


Raja pun pergi dari tempat itu. Dia tahu Alexa datang bukan dari Sena atau Tara tetapi dari mata-mata yang ada di rumah itu. Dia membuat kesepakatan dengan salah satu pelayan Tuan Tirta agar memberi tahu jika Alexa pulang.


Alangkah senang hatinya begitu tahu Alexa sudah kembali. Dia sudah berjanji akan memperjuangkan kembali cintanya pada Alexa.


Hubungannya dengan Vera tidak berlangsung lama. Raja tidak tahan dengan keposesifan Vera. Dia selalu meneleponnya setiap saat dan menyuruh menemani ke mana Vera pergi.


Memangnya dia pikir hidup Raja hanya dia seorang. Masih banyak yang harus Raja kerjakan selain mengurusi Vera. Orang tuanya pun tidak setuju dengan Vera.

__ADS_1


Orang tua Raja masih saja menghukumnya. Meski sudah tiga tahun berlalu. Dia hanya dapat gaji dari bekerja di perusahaan Papahnya. Hanya itu yang dapat dia gunakan sedangkan fasilitas lainnya juga tabungan sudah dibekukan oleh sang Papah.


Kedudukan Raja pun hanya manager bukan CEO, sebab dia masih kuliah. Raja menyempatkan datang di sela kesibukannya. Sekalian dia keluar meninjau projek.


Raja harus pulang dengan sia-sia. Sebenarnya tidak sia-sia juga sebab dia dapat melihat Alexa walau dari jauh dan hanya sekilas. Itu mengobati rasa rindunya.


Mobil kantor yang dikendarai Raja melaju meninggalkan pekarangan rumah Alexa. Di lantai dua rumah itu terlihat seseorang mengintip dari balik tirai jendela. Alexa menatap kepergian mobil Raja.


"Senang melihat kamu baik-baik saja."


"Kenapa kau selalu ketus kalau aku meneleponmu?"


"Ada apa, Kris?" Alexa mengulangi lagi pertanyaannya. Dia tidak suka berbasa-basi dan ditelepon untuk hal yang tidak penting.


"Aku rindu padamu. Kenapa kau pergi begitu saja dan meninggalkan aku? Sudah kubilang tunggu aku kita pergi bersama."

__ADS_1


Alexa memutar bola matanya malas. Buat apa dia menunggu manusia macam Kris? lagipula dia ingin pergi dengan tenang. Bila Kris ada di sampingnya, telinganya pasti sudah berasap karena tak kuat mendengar ocehannya.


"Aku tutup teleponnya!" Alexa sudah akan menekan tombol menutup telepon, tetapi teriakan dari seberang mengurungkan niatnya.


"Tunggu dulu sebentar, aku sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Jemput aku, dari pada nanti aku nyasar aku kan tidak tahu alamat rumahmu. ini juga pertama kali aku ke Indonesia ...."


Belum selesai Kris bicara Alexa memotong ucapannya. "Oke tunggu aja jemputannya." Langsung Alexa menutup teleponnya agar aman dia mematikan ponsel tersebut.


Alexa lalu menelepon via telepon rumah, menyuruh sopir untuk menjemput Kris di Bandara. Alexa memijit pelipisnya, kenapa Kris harus menyusulnya? Ingin dia tidak peduli tetapi tidak bisa.


Bagaimana pun menyebalkannya seorang Kris dia yang kuat bertahan di sampingnya, padahal sikap Alexa dingin pada Kris terkadang dia juga tegas dan galak.


Dia harus memberi tahu Mamahnya kalau ada teman yang datang berkunjung dari luar negeri. Alexa keluar dari kamar.


...----------------...

__ADS_1


"


__ADS_2