Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 36


__ADS_3

Raja dan Alexa menoleh ke asal suara. Alvin berjalan cepat dan menarik tangan Alexa. Namun, Raja tidak melepaskan tangannya.


"Lepaskan dia!" ucap Alvin dengan penuh penekanan.


"Lo nggak berhak ikut campur! ini urusan gue dan Alexa!"


"Gue berhak! Dia sahabat gue, lo udah nyakitin dia, dan gue nggak akan tinggal diam!"


"Gue pacarnya, lebih berhak dari pada lo!"


"Mantan, Gue bukan pacar lo lagi!" ucap Alexa dengan wajah tegas.


"Dengar kan lo! Mantan! Ayo, Lex kita pergi dari sini."


Alvin menarik tangan Alexa, Raja terpaku. Tangannya terlepas dari tangan Alexa. Dia memperhatikan punggung Alexa yang semakin menjauh. Hatinya sakit saat Alexa bilang mantan. Dia tak ingin putus dengannya.


Raja mencintai Alexa, dia yakin Alexa pun demikian. keputusan ini tidak sah karena hanya sepihak, Raja tidak terima dan tidak setuju untuk putus. Dia akan berusaha untuk mendapatkan kembali cinta Alexa.


***


"Terima kasih Al, atas segalanya, tapi gue ingin sendiri dulu." Alexa ingin menenangkan hatinya. Mereka kini berada di lorong kelas Alexa.


"Oke, kalau perlu apa-apa lo bisa telepon gue aja."


"Ok, thanks."


"You're welcome"


Alvin pun pergi meninggalkan Alexa. Sepeninggal Alvin, Alexa tidak masuk ke kelas dia justru pergi ke tempat rahasianya.


Raja pergi ke kelasnya. "Kamu dari mana Ja?" tanya Vera.


"Dari toilet." Raja menjawabnya dengan singkat.


"Kita sekarang pelajaran olahraga, cepat lo ganti baju." Tara memberi tahu Raja.


"Males," ucap Raja.


"Sekarang kelas Alexa juga olahraga, ya?" tanya Sena.


"Kayaknya," ucap Vera.


Raja diam, dia masih teringat akan perbuatannya pada Alexa. Dia menatap tangannya yang telah menampar pipi Alexa. Pantas saja Alexa membencinya, dia memang telah berbuat kasar.

__ADS_1


Raja ingat bagaimana Alvin memperlakukan Alexa. Tangannya mengepal, dia marah karena ada lelaki lain yang memperhatikan dan dekat dengan Alexa. Terlebih lagi Alexa menerima perhatian itu.


"Ayo kita olahraga!" Raja bangkit lalu mengambil baju olahraga dalam tas. Dia pergi ke toilet untuk berganti baju.


"Tadi katanya malas. Dengar kelas Alexa ikutan aja baru mau," cibir Sena.


Vera langsung memutar bola matanya malas. dia tak suka mendengar nama Alexa disebut.


Singkat cerita kini mereka semua sudah berada di lapangan. Kelas Alexa berada di sisi lain. "Mana Alexa ya?" tanya Sena. Dia merindukan adiknya.


Alexa tidak terlihat. Alvin pun mencari Alexa, netranya terus melirik ke arah teman-teman Alexa.


Raja memperhatikan Alvin yang terus melirik ke arah teman-teman Alexa. Dia masih kesal pada Alvin, Raja menganggap Alvin adalah orang yang munafik, tidak setia kawan, menusuk teman dari belakang.


"Ayo semua berbaris, kita akan mulai pemanasan." Suara guru olahraga terdengar lantang.


Semua siswa dan Siswi kelas Raja pun berbaris dan merentangkan tangan. Setelah itu mereka berdiri menghadap ke depan.


"Sebelumnya, Bapak akan absen dulu!"


Guru olahraga tersebut memanggil nama muridnya satu per satu. Setelah absen ketua kelas di suruh untuk memimpin pemanasan di depan.


Sedangkan kelas Alexa kini juga sedang pemanasan. Alexa tidak hadir dalam pelajaran olahraga. Raja melirik ke sekeliling dia mencari-cari Alexa.


Semua memperhatikan gadis yang rambutnya diikat ekor kuda dan memakai kaca mata besar. Rambutnya goyang ke kiri dan ke kanan mengikuti gerak lari Alexa.


Wajah Alexa tetap datar. saat dia melewati anak-anak kelas Raja, matanya melirik ke arah Sena dan Tara. Si kembar melihat pancaran kekecewaan dan sedih di sana.


Banyak anak cowok yang langsung bersorak dan menertawakannya begitu Alexa melewati mereka. Alexa berlari sepuluh putaran, keringat membasahi bajunya, butiran-butiran peluh pun nampak pada wajahnya. Lexa berhenti dan menetralkan napasnya.


Dia langsung duduk di lantai. Seseorang menempelkan minuman dingin ke pipi Alexa. "Minum, kamu pasti lelah."


Alexa melihat siapa gearangan yang memberikan minuman itu?


"Makasih, Kak Al."


"Hm, aku ke sana dulu." Alexa mengangguk, Alvin pun kembali ke teman-temannya.


Raja mengepalkan tangan. Harusnya dia yang memberikan minuman pada Alexa. Dia cemburu terlebih lagi suara teman-teman membuatnya semakin murka.


"Lexa pacaran sama Alvin?"


"Kok, Alvin mau sih sama cewek buruk rupa begitu?"

__ADS_1


"Pakai pelet apa si Lexa bisa bikin most wanted suka sama dia?"


"Diam!" Raja, Alvin, Sena, Tara dan Aldi berteriak kompak.


Mereka kemudian saling lirik. "Sekali lagi kalian menghina Alexa, mulut kalian gue bikin robek!" Alvin terlihat marah sekali. Baru kali ini mereka melihat kemarahan Alvin.


"Kenapa kalian berhenti? Ayo lanjutkan olahraganya!" tegur guru olah raga.


Mereka semua melanjutkan olah raga. Begitu selesai banyak dari mereka pergi ke kantin membeli minum atau makanan untuk mengganti energi mereka yang terkuras.


Alexa pun akan ke kantin. Namun, suara serokan menarik perhatiannya. Dia berbalik dan melihat ke arah kakak kelas yang berkerumun.


"Terima aja," ucap salah satu dari mereka.


Nampak oleh Alexa, Raja sedang berlutut di hadapan Vera, memegang sekuntum bunga dan menyodorkannya pada Vera.


Sekilas Raja melirik Alexa yang sedang memperhatikan mereka. "Aku baru menyadari ternyata aku mencintai kamu, aku telah salah selama ini. Mohon terima cintaku akan ku jadikan kau ratuku!" ucap Raja dengan lantang agar didengar oleh Alexa.


Alexa dapat mendengarnya dengan sangat jelas. Wajahnya tetap datar. Vera tersenyum senang Raja menembaknya, walau sebenarnya dia bingung kenapa Raja tiba-tiba menembaknya? Namun, ini kesempatan untuknya.


Kesempatan tidak datang dua kali. Vera pun dengan semangat mengangguk pada Raja. "Aku terima cinta kamu, aku juga mencintaimu."


Semua bertepuk tangan dan bersorak, ikut bahagia pada dia temannya yang baru saja jadian. "PJ ... PJ!" teriak mereka.


"Tenang saja, karena aku sedang bahagia, untuk merayakannya kalian semua aku traktir di kantin!" Vera berteriak semangat. Dia ingin membagi kebahagiaannya dengan teman-temannya. Selain itu dia ingin menunjukkan pada Alexa, bahwa Raja miliknya dan Raja juga mencintainya.


Sementara itu Sena dan Tara saling lirik. Mereka kecewa pada Raja dan membayangkan pasti saat ini perasaan adiknya sedang terluka.


"Gue pinjam Raja Sebentar!" Sena menarik baju Raja ke suatu tempat.


"Hei, Sena mau di bawa ke mana?" teriak Vera.


"Sebentar aja!" teriak Tara yang mengikuti Sena.


BUGH


Begitu sampai di tempat yang sepi dekat gudang, Sena langsung menonjok wajah Raja. Membuat Raja langsung tersungkur


"An***g! Kenapa lo tonjok gue!" Raja bangkit dari jatuhnya.


"Lo, yang kenapa? Lo pacar Adek gue, terus lo nembak cewek lain? gue nggak terima lo khianati adek gue!"


Raja tertawa. "Tanya noh sama Adek Lo, Dia yang udah khianatin gue duluan. Dia juga yang mutusin. gue!"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2