Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 37


__ADS_3

Prok


Prok


Suara tepukan tangan menghentikan perdebatan mereka, Raja dan Sena menoleh pada asal suara. "Hebat, kalian berkelahi saling menyalahkan tidak ada yang introspeksi diri." Aldi muncul dengan senyum mengejeknya.


"Lo pikir, lo yang paling benar, gitu!" sarkas Raja.


"Setidaknya gue selalu akui kalau gue salah. Nggak kaya kalian yang tidak pernah merasa salah dan merasa yang paling tersakiti, drama tahu nggak!"


"Sebenarnya lo ada masalah apa sih, sama kita?" tanya Sena pada Aldi yang menurutnya berubah dan menjauh.


"Gue nggak ada masalah apa-apa, yang ada masalah tuh kalian. Lo, Alexa adek lo tapi lo mentingin cewek nggak jelas dari pada adek lo sendiri. Lo tadi nyalahin dia karena nembak Vera, dan nggak terima karena Raja udah mengkhianati adek Lo. Hello! Lo ke mana aja selama ini? Bukannya Lo ngedukung mereka, iya 'kan? Buktinya mereka dekat aja, dan Raja cuek sama Lexa, Lo diam aja, malah asyik berduaan, kumpul bareng sama mereka. Lo waras?"


Aldi beralih menatap Raja. "Lo bilang Alexa mengkhianati lo? Gila lo ya? Lo yang dekat cewek lain, biarin Lexa pulang sendiri, ke kantin sendiri, sedangkan lo yang ngakunya pacar, malah anterin cewek lain pulang, ajak cewek lain ke kantin. Giliran ada yang kasihan sama cewek lo, terus nemenin dia, lo bilang cewek Lo berkhianat? Terus Lo apa? Ngaca Bro!"


"Gue nggak percaya punya temen yang oonnya kelewatan. Kalian berdua mending introspeksi diri deh, terus berubah dan minta maaf sama Alexa selagi ada kesempatan, sebelum kalian menyesal seumur hidup!"


Aldi kemudian pergi dari tempat itu. Dia hanya ingin mengingatkan mereka tentang kesalahannya dan minta maaf pada Alexa, sebelum Alexa pergi dari jauh. Aldi tahu tentang rencana kepergian Alexa karena dia pernah bertemu dengan bokapnya Alexa.


Dia juga mencuri dengar pembicaraan bokap Alexa dengan kepala sekolah. Bokapnya meminta Aldi menjaga Alexa dan merahasiakan kepergiannya. Sementara itu Sena dan Raja terdiam mencerna perkataan Aldi.

__ADS_1


***


Bel pulang sudah berbunyi. Semua siswa pun tak sabar ingin pulang ke rumah masing-masing, ada juga yang ingin pergi hangout dengan teman-temannya.


Raja mencari Alexa, dia ingin bicara serius dengan Alexa tatapi dia lupa kalau tadi dia sudah menembak Vera. Alhasil Vera memaksanya untuk mengantar pulang.


"Ayo, kita pulang sekarang! Kamu nyari siapa, sih? Celingak-celinguk terus." Vera protes pada Raja yang belum juga beranjak dari tempatnya dan justru seperti mencari seseorang.


"Nggak, aku nggak nyari siapa-siapa. Ayo kita pulang." Raja berjalan lebih dulu meninggalkan Vera.


"Ih, kok malah ditinggal!" Vera berjalan menyusul Raja seraya menghentakkan kakinya.


Raja tidak mungkin akan menemukan Alexa, karena dia sudah pulang lebih dulu setelah pelajaran olahraga selesai.


Alexa kini sudah berada di airport dia akan pergi meninggalkan semuanya. Bukan karena ingin melarikan diri atau menghindar dari masalah. Hanya saja kini dia mengganti prioritasnya.


Dulu prioritasnya adalah keluarga, juga Raja. Kini prioritasnya adalah perusahaan. Banyak orang yang bergantung pada perusahaannya. Buat apa memprioritaskan orang yang tidak peduli dengannya.


Alexa pergi karena ada rapat penting dengan perusahaan besar. Dia sudah menelepon orang tuanya. Wali berat mereka merestui kepergian Alexa. Mereka berpikir Alexa akan sekolah d sana, memang tak ada yang tahu kalau Alexa sebenarnya memiliki perusahan yang bahkan lebih maju dari pada orang tuanya.


Alexa bahkan berangkat menggunakan perawat pribadi miliknya sendiri. Sena dan Tara sudah sampai ke rumah. Mereka turun setelah berganti baju untuk makan siang. Namun, mereka merasakan aura yang berbeda.

__ADS_1


Di atas meja makan tidak ada makanan yang tersaji. Mereka menghampiri sang Mamah yang sedang menonton TV.


"Mah kita makan siang sama apa?" tanya Sena.


"Tidak ada makan siang, kalau kalian mau makan siang, masak sendiri!" Mamah lantas pergi meninggalkan mereka yang bingung.


"Mamah kenapa?" tanya Sena.


"Nggak tahu," jawab Tara.


"Terus sekarang kita makan apa?" tanya Sena.


"Lo hidup di jaman apa, sih? Gitu aja bingung pesan aja Gofood, heran!"


"Oh, iya. Gue mau pesan ayam geprek aja, ah."


"Sekian gue pesenin."


"Lo hidup di jaman apa, sih? Emang nggak punya ponsel? Heran, pesen aja sendiri!" Sena pun berlalu pergi meninggalkan Tara.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2