
Alexa menatap semua yang ada di situ. Dia harus bersikap tegas, agar tidak ada yang berani menindas. Bukan dia bermaksud tidak sopan, pada yang lebih tua. Namun, posisinya kini sangat rawan.
Banyak yang ingin menjatuhkannya, apalagi mereka menganggap remeh dirinya.
"Saya tunggu surat pengunduran diri kalian secepatnya atau polisi yang akan bertindak." Alexa bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu dengan wajah angkuhnya.
Kini Alexa berada di ruangannya. "Saya akan pulang ke rumah. Tolong kamu urus sisanya, terima kasih, Kak."
Alexa pun pergi meninggalkan ruangan, dia bergegas pulang ke rumahnya. Semua yang terjadi begitu melelahkan.
Saat Alexa dalam perjalanan, teleponnya berdering. Dia pun mengangkatnya. Dari sang kakak, Sena. Dia menanyakan ke mana Alexa pergi?
Alexa hanya menjawab bertemu teman. Dia lalu bergegas ke pulang.
Alexa sebenarnya belum boleh menyetir sendiri karena dia belum punya SIM. Namun, kali ini dia ingin menyetir sendiri. Dia sudah sangat ahli membawa mobil, bahkan Alexa kadang suka ikut balap liar. Tentu saja tanpa sepengetahuan keluarganya.
Setelah seatbelt terpasang, Alexa melajukan mobilnya keluar dari parkiran kantor. Setengah jam dia menempuh perjalanan, kini Alexa sudah sampai di istananya.
"Loh, Lexa! Kok, sudah pulang?" tanya Annisa.
"Iya, Mah. Aku ke kamar dulu, Mah. Nggak enak badan." Lexa langsung ke kamarnya.
"Kamu kok nggak pakai seragam, terus dandan cantik?"
"Oh tadi aku habis bantuin teman," ucap Lexa seraya menaiki anak tangga.
Annisa tidak bertanya kembali. Dia melanjutkan kegiatannya menonton acara gosip artis. Alexa langsung ke kamar dan berganti baju.
Dia pergi ke ruangan rahasianya, Alexa menghubungi orang kepercayaannya untuk memegang perusahaan di luar negeri. Alexa meminta laporan mingguan. Mungkin dia harus mengontrol ke sana.
Sudah hampir setahun dia tidak pernah ke sana. Setelah selesai mengecek, Alexa lalu menutup teleponnya. Dia kemudian naik ke peraduan dan berbaring. Perlahan matanya terpejam.
__ADS_1
Di sisi lain, sekolah Tirta sudah waktunya pulang. Semua murid berhamburan keluar. Raja juga teman-temannya semua langsung ke parkiran.
"Sena, kamu kok bawa tas Alexa?"
"Dia tadi pulang duluan, dan nggak bawa tas. Dia sms minta dibawain tasnya."
"Pulang, kenapa?"
"Nggak tahu."
"Kalau gitu, gue ke rumah lo, ya?" tanya Raja pada Sena.
"Ayo, aja."
"Kita boleh ikut, nggak?"
"Boleh."
"Ya, udah kita pergi sekarang."
Sampai di sana, mereka disambut baik oleh Anisa. Sena mengajak mereka semua ke kamarnya. Di kamar Sena, dia menyarankan kepada teman-temannya untuk berganti baju.
Meraka bebas mau pilih pakai baju yang mana. Mereka pun berganti baju. Anisa kemudian memanggil mereka untuk makan.
Makanan yang ada di meja, sangat banyak dan terlihat menggiurkan.
"Ayo, makan! Biasanya langsung di serbu kalau ada makanan. Apalagi Lo Ja, tumben sekarang kalem biasanya ganas kalau ada makanan."
Tara ini benar-benar teman laknat, tidak tahukah dia? Kalau Raja sedang jaim di depan calon mertua.
Raja tersenyum canggung pada Anisa. "Bohong Tante, Tara ngarang, dia pengen bikin saya malu di depan Tante."
__ADS_1
"Nggak usah malu, iya juga nggak apa-apa. Tante malah suka kalau kalian habiskan makanannya."
Kaki Raja menendang kaki Tara di bawah meja. Tara hanya terkekeh menahan tawanya.
Mereka kemudian mengambil makanan. Saat mau makan, mata Raja mengelilingi ruangan. "Sen, kok adik Lo nggak ada? Di mana dia?" bisik Raja.
Tujuan utamanya datang ke rumah ini adalah untuk bertemu dengan pujaan hatinya. Namun, dari dia datang Samapi sekarang Alexa tidak muncul.
"Nggak tahu, sebentar. Mah, Lexa ke mana?" tanya Sena pada Mamahnya.
"Oh, dia lagi ke kamar. Kamu panggil gih! Dia belum makan semenjak pulang."
"Iya, Mah." Sena lalu berdiri dia hendak memanggil Alexa.
Namun, ternyata Alexa sudah terlihat menuruni tangga. Dia terlihat sangat cantik dengan memakai kaos rumahan yang besar dan hot pant. Rambutnya di jepit ke belakang.
Mata ketiga pria itu terpana, siapa lagi kalau bukan Raja, Aldi dan Alvin. Mereka baru melihat penampilan Alexa seperti ini.
Alexa sendiri tidak menyadari jika ada teman kakaknya. Dia baru saja terbangun karena lapar. Alexa melangkah dengan mata yang kadang terpejam.
"Dek, buka mata nanti kamu jatuh!" Sena memperingati Alexa.
"Kak, gendong." Alexa bersikap manja pada Sena.
Sena pun melangkah menghampiri adiknya, dia lalu menggendong Lexa ala bridal style. Ah, Raja iri dengan Sena. Andai dia bisa gendong Alexa seperti itu. Andai Alexa manja padanya seperti itu.
Alexa kemudian di dudukkan di tengah-tengah antara Sena dan Tara. Mata tiga lelaki itu tak bisa lepas dari wajah Alexa yang cantik.
"Gila, bangun tidur aja cantik banget," celetuk Aldi.
Mata Alexa yang semula terpejam langsung melotot begitu mendengar suara asing. "Kalian!"
__ADS_1
...----------------...
Maaf sekali untuk para readers yang menunggu cerita ini. Aku ada masalah dengan akun noveltoon nya. Baru bisa masuk lagi. Maaf ya semuanya. 🙏🙏🙏🙏