
Sinar mentari menyelinap masuk melalui celah tirai jendela yang masih tertutup, sedangkan penghuni kamar masih tidur terlelap dibuai mimpi.
Pintu kamar terbuka, Alexa memang tidak menguncinya. Bukannya sengaja tetapi dia lupa karena ingin cepat istirahat. Pasalnya sebelum berangkat pulang dia baru saja selesai mengurus projeknya yang sangat menyita waktu.
Belum lagi dia harus kuliah walaupun sebenarnya tanpa kuliah pun dia sudah pintar dan mempunyai banyak bisnis. Namun, sudah menjadi sebuah kebiasaan kalau masyarakat menilai seseorang dari title.
"Sayang bangun, sudah siang." Suara lembut Anisa membangunkan anaknya tidak membuahkan hasil. Alexa tetap terpejam.
Anisa lalu membelai rambut Alexa. "Ayo dong bangun. sudah siang ini. Nanti jodohnya diambil orang loh."
Bujukan itu masih juga tidak mempan. Mana mungkin Alexa percaya mitos seperti itu, kalau sudah jodoh tidak mungkin dia ambil orang, jikalau diambil berarti bukan jodoh.
Dua kali dibangunkan tidak bangun, akhirnya Nyonya besar pun sedikit kesal. Dia memukul bokong Alexa. "Bangun! Anak gadis kok bangunnya siang. Malu tuh sama Ayam tetangga!"
Alexa terbangun dan membuka mata. "Mah ini waktunya Alexa bersantai ria. Kemarin Alexa sibuk terus sampai kurang tidur."
"Bangun dulu. mandi terus makan nanti habis itu mau tidur lagi silakan." Anisa pun beranjak pergi dari kamar Alexa sebelum sang anak membantahnya kembali dengan berbagai alasan.
__ADS_1
Alexa pun dengan terpaksa bangun dari tidurnya. Dia merentangkan kedua tangannya dan menguap. Kakinya turun dari tempat tidur lalu melangkah ke kamar mandi.
Setelah setengah jam di kamar mandi merilekskan badannya dengan berendam air hangat, di campur sabun aroma therapi untuk menghaluskan kulit dan kesehatan dia lalu membilasnya.
Alexa keluar dari kamar mandi memakai bathrobe. Dia lalu mengeringkan rambut dengan hairdryer. Setelah rambut pendeknya kering dan rapi, Alexa membuka bathrobe-nya. Dia kemudian memakai pakaian kasual.
Alexa pun keluar dari kamar. Dia langsung menuju meja makan, ternyata perutnya sudah lapar, padahal tadi saat tidur dia tidak merasakan lapar sama sekali.
Di rumah keadaan sangat sepi. Alexa melintas hidangan yang tersaji di meja makan. Dia lalu mengambil piring dan menyendokkan nasi goreng ke atas piringnya. Tidak lupa pelengkapnya seperti ketimun, tomat, telur mata sapi, ayam goreng, dan satu yang membuatnya bertambah nikmat yaitu kerupuk.
Datang Nyonya besar Anisa, dia lalu duduk di samping Alexa. "Bagaimana, enak?" tanya Anisa.
Alexa mengambil segelas air dan meneguknya sedikit untuk memudahkan menelan makanan. "Iya, aku sangat rindu masakan. Mamah," ucapnya setelah menaruh gelas tersebut di atas meja.
Dia kembali melanjutkan makannya. "Rumah kalau jam segini sepi. Habis sarapan semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Kakak kamu Sena sedang sibuk skripsi, dia sudah sampai bab akhir, Kak Tara juga begitu. Semoga aja mereka selesai tahun ini."
Alexa mendengarkan curahan hati sang Mamah. Dia sebenarnya tidak peduli dan tidak mau tahu kabar kakak kembarnya, tapi menghentikan mamahnya bercerita rasanya tidak sopan.
__ADS_1
Alexa sudah selesai makan. Dia lalu menghabiskan minumnya. "Mah Alexa pergi dulu ya?"
"Ya, jangan dong. Kalau begitu mah tetap aja Mamah kesepian. Gimana kalau Mamah ikut boleh nggak?" tanya Anisa.
"Boleh aja sih. Cuma aku takut nanti Mamah bosan. Soalnya aku ada urusan bisnis."
"Bisnis apa, sih?" tanya Anisa. Memang tidak ada yang tahu kalau Alexa sudah memiliki perusahaan.
"Hm, bisnis sama teman. Banyak pesanan yang minta dibelikan produk Indonesia. Aku harus beli dari sekarang, lusa 'kan aku udah kembali ke sana." Alexa mencoba memberi alasan yang bisa diterima oleh Anisa.
Anisa cemberut mendengar Alexa berniat akan kembali ke sana lusa. Baru saja dia bahagia karena anaknya berkumpul, eh dia sudah diingatkan kalau Alexa akan kembali lusa.
"Tidak bisakah kamu tidak pergi dan tetap di sini?" tanya Anisa memelas.
Tiba-tiba datang pelayan menghadap Anisa, menginterupsi percakapan ibu dan anak ini.
"Ada apa?" tanya Anisa.
__ADS_1
"Maaf Nyonya di luar ada tamu mencari Nona Alexa. Dia mengaku bernama Raja, Nona."
...----------------...