Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 16


__ADS_3

Raja tidak kuat ingin bunga air kecil. Dia izin ingin ke kamar mandi. Melihat Raja keluar, Alvin sebagai sohib ikut izin keluar.


Raja masuk ke toilet cowok. Dia kemudian langsung ke bilik yang ada di toilet itu, dan buang air kecil. Setelah selesai dia keluar dan cuci tangan di wastafel.


Datang Alvin berdiri di samping Raja. "Ja, gue masih penasaran sama cerita lo. Lo tahu dari mana kalau Mereka Adik Kakak?" tanya Alvin seraya mencuci tangannya.


"Ya, ampun Vin nanti aja, pas istirahat. panjang ceritanya. Kita ke kelas lagi yuk."


Mereka keluar dari kamar mandi. Kemudian mereka berjalan berdampingan menuju kelas. Baru beberapa langkah, mereka mendengar suara teriakan seorang siswi.


"Berani lo, hah!" Suara itu terdengar dari dalam toilet cewek. Alvin dan Raja saling berpandangan, lalu mereka mengedikkan bahu dan kembali melangkah.


"Dasar Culun!" Kata itu menghentikan langkah Raja. Dia lalu melihat ke belakang dan segera berbalik lalu melangkah ke toilet wanita. Alvin mengikuti dari belakang.


"Lo, jadi cewek nggak usah kegatelan! Tara punya gue, dengar nggak lo?!" Kini suara itu semakin jelas karena Raja berdiri tepat di depan pintu toilet.


Plak


Plak


Raja mendengar suara tamparan beberapa kali. Pikirannya sudah negatif, dia langsung menendang pintu itu tanpa mencoba untuk membuka pintu dengan handle pintu.


Dalam sekali tendangan pintu terbuka. Raja langsung masuk dan nampak olehnya Alexa sedang dipegangi oleh tiga orang gadis, sedangkan dari lagi berdiri di hadapan Alexa seraya menarik rambutnya.


Wajah Alexa terdapat bekas tamparan yang terlihat jelas. Rupanya peringatan Arjuna tidak mereka gubris. Mereka lupa apa yang terjadi pada pembully sebelumnya.


Wajah Raja terlihat merah, dia sudah sangat emosi. Andai di depan mereka ini laki-laki pasti sudah habis Raja pukuli. Semarah-marahnya Raja, dia tidak pernah bermain tangan terhadap wanita. Dia akan memberi pelajaran dengan cara lain kepada mereka.


Para gadis yang ada di dalam membeku, mereka diam tidak bergerak menatap Raja dan Alvin.


"Apa yang kalian lakukan? Kalian masih berani membully di sekolah ini?" Raja bertanya dengan suara yang dingin.


"Nggak Kak, kami mau membantu Alexa yang akan terjatuh, iya kan Alexa?" Sisca berkilah. Ya Sisca-lah yang berada di dalam kamar mandi dan menampar Alexa.


"Iya Kak, mereka cuma bantuin aku yang hampir jatuh seperti ini." Alexa menarik tangan satu cewek yang tadi menahan tangannya dengan kencang. Dia lalu memelintirnya ke belakang.


Raja tersenyum miring. Pacarnya memang hebat. Dia bangga pada pacarnya. Senyum Raja berubah menjadi datar.

__ADS_1


"Ada apa ini? Alexa, kamu kenapa?"


Datang Tara dan Sena. Mereka tidak menyangka adik mereka akan terkena bully lagi. Rupanya peringatan Papahnya tidak di anggap. Pembullyan masih saja terjadi.


Tara menatap marah pada gadis yang bernama Sisca.


"Lo lagi! Kalau lo laki-laki, udah habis lo gue pukulin, tapi dalam pikiran gue, lo udah habis gue pukulin. Jangan pernah lo tunjukkan lagi wajah lo di depan gue!"


Tara menunjuk wajah Sisca. "Kenapa kamu pacaran sama dia? Aku nggak rela dia yang pacaran sama kamu! Aku suka kamu dan kita udah dekat. Kalau bukan karena dia aku yakin Kita pasti sudah jadian. Dia pasti sudah memberi mahkota berharganya hingga kamu, tergoda olehnya!"


Plak


Tara menampar pipi Sisca, padahal dia sudah menahan emosi untuk tidak main tangan dengan wanita, tetapi kata-kata yang dikeluarkan oleh Sisca membuat dia marah. Sisca telah menghina adiknya.


"Gue pastiin lo akan dikeluarkan dari sekolah ini." Sena ikut marah pada Sisca.


"Gue ke UKS dulu bawa Alexa. Kalian urus cewek-cewek preman ini." Raja merangkul Alexa ke UKS.


"Hebat banget lo cupu. Bisa menaklukan hati tiga pria. Lo pasti udah di gilir mereka, iya kan?" Sindir Sisca.


Tara ingin menonjok Sisca tapi langsung di tahan oleh Sena. "An**ng lo, cewek bangs**t. Mulut lo harus gue kasih sianida biar tahu rasa! Tara memberontak. Aldi membantu Sena menahan Tara. Belum pernah Tara mengamuk seperti ini.


Bugh


Sisca jatuh terpental ke belakang. Seseorang menendangnya. Bukan Tara melainkan Alexa. Dia tidak akan membiarkan Kakaknya mengotori tangannya dengan menampar Sisca, atau terkena masalah karenanya.


"Ngomong sekali lagi, gue buat wajah lo lebih seram dari Anabel!" ancam Alexa. Dia puas melihat Sisca kesakitan memegang perutnya.


"Udah, Lex. Kita ke UKS aja. luka kamu harus di obatin. Raja membawa Alexa ke UKS.


Biarkan Sena dan Tara juga temannya yang lain yang mengurus mereka.


"Harusnya kamu biarkan aku mengajar dia lagi!" protes Alexa pada Raja.


"Sudah lah, aku tidak mau kamu sakit tangannya mukul dia. Mendingan tangan kamu buat belai- belai aku aja."


Plak

__ADS_1


Alexa memukul kepala Raja. "Kenapa kepalaku dipukul? Cuma kamu yang berbau mukul kepalaku, dan aku tidak balas. Kalau orang lain aku sudah hajar habis-habisan." Raja mengusap kepalanya.


"Kalau ngomong jangan sembarangan!"


Raja tersenyum lebar, "Iya ayo kita ke UKS."


***


Buntut dari pembullyan itu menjadi panjang. Arjuna sangat marah. Apalagi mendengar rekaman perkataan Sisca pada anaknya.


Rupanya perkataan dia tidak di anggap.


"Saya ingin semua murid kumpul di lapangan, sekarang juga!" perintah Arjuna pada kepala sekolah.


"Baik, Pak." Kepala sekolah segera menyuruh stafnya untuk mengumpulkan murid di lapangan.


Setelah berkumpul semua. Arjuna berdiri di depan.


"Saya sungguh kecewa pada kalian semua. Apa yang salah? Apakah kami dan para guru kurang baik mendidik kalian? Apa para orang tua juga tidak pernah mengajarkan pada kalian? Saya yakin sudah."


"Orang tua yang baik pasti akan mendidik anaknya dengan baik. Mengajarkan norma-norma kehidupan, ilmu agama, Budi pekerti, sopan santun dan akhlak yang baik itu harus bagaimana."


Arjuna melihat seluruh muridnya. "Saya sudah tekankan, tidak ada pembulian di sekolah ini. Semua sama kita itu sama. Jangan membully hanya karena perbedaan fisik, latar belakang, agama, ras atau IQ."


"Sekolah ini, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ucapan saya rupanya tidak kalian anggap. Kalian masih saja membully seseorang karena fisik. Apa kalian merasa sempurna sehingga menghina fisik orang lain. Alexa kamu maju ke depan, Sisca dan tiga orang temannya kalian maju ke depan!"


Alexa dan yang lain segera maju ke depan.


"Kalian, kenapa membully Alexa. Katakan."


Sisca dan yang lainnya diam menunduk. "Katakan!" Arjuna berteriak kesal.


"Karena, Lexa merebut Tara dari saya." Sisca menjawab dengan gugup.


"Apa? Merebut kamu?"


"Tara, maju ke depan!"

__ADS_1


Tara pun maju ke depan.


...----------------...


__ADS_2