
Tara ke kelas Alexa bersama dengan Raja dan Sena. Mereka ingin mengajak Alexa makan di kantin. "Hei, cupu! Ayo kita ke kantin!" Raja memanggil Alexa dari pintu.
Alexa memberi tatapan tajam pada Raja, sedangkan si pelaku hanya nyengir pada kekasihnya. "Yuk, sayang kita makan. Jangan sampai kamu sakit lagi."
Wajah Raja langsung berubah melihat sikap Tara pada Alexa. Dia merasa iri dan juga ingin seperti itu pada Alexa. Untung Tara calon kakak iparnya jadi dia tidak merasa cemburu, hanya tidak suka.
"Ayo." Alexa bangkit dari duduknya. Dia segera menghampiri Tara. Semua teman Lexa yang masih di kelas memperhatikannya. Raut wajah mereka terlihat tidak suka pada Lexa. Raja menatap mereka semua dengan tajam. Mereka pun menundukkan pandangan.
Tara menggandeng tangan Alexa berjalan ke kantin, Sena dan Raja berada di depan. Saat mereka melewati lapangan basket, sebuah bola tiba-tiba melayang mengenai kepala Alexa yang berada di sisi dekat lapangan.
"Aw!"
"Lexa!" Raja langsung berbalik badan. Dia lalu merangkul Alexa.
Semua siswa yang melihat Alexa terkena bola tertawa. Sena berlari ke lapangan dan memukul orang yang melempar bola.
"An***g lo!" Sena sangat emosi.
"Lexa, kamu pusing?" tanya Raja.
"Nggak, aku cuma kaget aja."
"Ja, Lo bawa Lexa ke UKS, gue mau ke Sena dulu." Tara lalu berlari ke lapangan.
"Ayo kita ke UKS." Raja akan menggendong Alexa.
"Nggak, Kak. Aku mau ke kantin aja. Aku nggak apa-apa, kok."
__ADS_1
"Benar? Nggak pusing?" tanya Raja.
"Nggak."
"Ya udah, yuk ke kantin. Nanti kalau ada apa-apa, bilang ya."
"Iya."
Sena dan Tara datang menyeret seorang siswa. "Minta maaf lo sama dia!" Sena mendorong siswa itu, yang ternyata masih satu angkatan tetapi beda kelas.
"Lexa, maafin gue. Tadi gue nggak sengaja."
"Nggak sengaja apaan? Ringnya di sana kenapa lo lempar ke sini? Kalau lo bilang mau ngoper di sebelah sini kosong. Lo mau ngoper ke siapa?"
Cowok itu terpojok, apa yang dikatakan oleh Sena benar. Kini cowok itu tidak dapat mengelak lagi.
"Udah, lah Kak kita ke kantin aja. Males aku Kak. Minta maaf aja harus di paksa. Males aku berurusan sama orang yang udah benci sama aku. Yuk Kak."
Alexa mengajak Tara, lalu dia pergi dengan Tara ke kantin. Lexa mungkin tidak membalas cowok itu, tetapi bagi Raja semua yang mengusiknya harus mendapat hukuman.
"Lo berurusan sama gue, tapi nggak sekarang. Nanti begitu bel masuk lo ke gudang. Kalau lo nggak datang, hukuman lo akan lebih berat!"
Raja pun pergi bersama Sena menyusul Alexa ke kantin. Cowok yang melempar bola tadi hanya bisa diam menyesali perbuatannya.
Raja dan Sena masuk ke kantin langsung bergabung bersama Tara dan Lexa, di sana juga ada Aldi dan Alvin. Raja duduk di samping Lexa.
"Bagaimana?" tanya Tara.
__ADS_1
"Beres," jawab Raja.
"Kamu udah pesan?" tanya Raja.
"Udah."
"Aku mau pesan makanan dulu, lo mau apa Sen?" tanya Raja.
"Nasgor aja."
"Oke."
"Tumben tuh anak mau pesan makanan sendiri? Biasanya nggak pernah sama sekali," celetuk Aldi.
"Lagi khilaf kali," timpal Aldi, kemudian Aldi dan Alvin tertawa.
Tak lama Raja datang, membawa bungkusan. "Nih, buat kamu." Raja memberikan bungkusan itu pada Lexa.
"Apa, nih?" Lexa menerimanya dan membuka bungkusan itu. Dia pun tersenyum lebar dan menatap Raja. "Makasih, Kak."
"Sama-sama."
Lexa kemudian mengambil coklat dari plastik lalu membukanya.
"Pantas aja, pesan sendiri nggak tahunya mau beliin makanan buat yayang." Aldi kembali menyindir Raja.
"Sirik aja, Lo!"
__ADS_1
Pesanan mereka pun datang. Mereka pun makin sambil bercerita dan bercanda. Para gadis memandang Alexa iri, karena bisa duduk bersama para most wanted.