
Dalam perjalanan Alexa merasakan perutnya mulai sakit. Dia melihat di depan ada yang berjualan Bakso. Alexa menepikan mobilnya lalu turun.
Dia berjalan menuju kedai bakso tersebut. Di belakang Alexa ada Raja mengikutinya. Dia ikut menepikan mobilnya lalu turun. Raja, berjalan ke kedai bakso tersebut.
Dia memesan bakso pada penjual, kemudian Raja mencari tempat duduk. Saat itulah matanya bersitatap dengan netra Alexa.
Dia lalu tersenyum dan menghampirinya. "Hai, tidak disangka kita ketemu lagi di sini. Berarti kita jodoh."
Alexa memutar bola matanya. "Jodoh dari Hongkong! Kamu pikir aku percaya kita tidak sengaja bertemu?"
Raja lalu duduk di kursi samping Alexa. "Ayolah, Lexa, maafkan aku. tidak bisakah kita kembali bersama. Aku mengaku salah, aku tidak akan mengulangi hal yang sama. Kau tahu aku tersiksa setelah kau pergi."
"Masih banyak wanita lain yang lebih cantik dari aku. Kenapa kau justru mengharapkan aku yang tak mungkin lagi bersama mu?"
"Aku tidak mau wanita lain, hanya kamu. Aku bersumpah Alexa, jika kau bukan jodohku, aku tidak akan pernah menikah!" Raja menunjukkan keseriusannya.
Alexa sempat terpaku. Abang tukang bakso mengantarkan pesanannya. Mereka berdua terdiam.
"Jika kau tidak menikah, Bagaimana kau akan mendapatkan keturunan, siapa nanti yang akan meneruskan perusahaan? Kau juga menyalahi kodrat. Aku tidak percaya kau serius, laki-laki tidak mungkin bisa menahan syahwatnya."
__ADS_1
"Aku serius! selama ini aku belum pernah melakukannya. Hanya make out aja. Itu pun bisa dihitung dengan jari. Aku sudah taubat sekarang. Aku jujur padamu agar tidak ada salah paham. Aku tidak ingin kau mengetahuinya dari orang lain."
Alexa tidak menggubris perkataan Raja, perutnya lebih penting. Dia sedang asyik menikmati baksonya. Raja pun ikut menyantap bakso yang terlihat menggoda selera.
Biar pun Alexa cuek, tapi Raja senang karena dia tidak diusir oleh Alexa.
Tiba-tiba ada sebuah mobil menyeruduk ke arah kedai. Posisi Raja yang mepet ke pinggir langsung melempar meja lalu loncat ke arah Alexa kemudian mendorong Alexa yang berada di depannya.
Mobil itu terus bergerak maju hingga menabrak dinding kedai. Alexa jatuh kebelakang, tapi hanya terluka lecet. Sedangkan Raja, dia masuk ke kolong mobil.
Alexa terbelalak melihatnya. Dia langsung bangkit tak mempedulikan rasa sakit di tangannya. "Raja! Raja!" Alexa terus berteriak memanggil Raja seraya berusaha menarik Raja dari kolong mobil.
Alexa diingatkan oleh warga. Sementara itu, pengemudi mobil yang menabrak juga tidak sadarkan diri. Air bag yang harusnya terbuka saat benturan tidak terbuka. Dahi wanita itu berdarah.
Ya, pelakunya adalah seorang wanita. kedai yang hanya semi permanen itu hancur, luluh lantah. Alexa menangis, tangannya gemetar. Dia yang kuat dan tidak pernah takut pada apa pun kini merasa takut akan kehilangan.
Dia tak mau beranjak dari tempatnya. Dia ingin dekat dengan Raja. Terlintas perkataan Raja.
"Aku tidak mau wanita lain, hanya kamu. Aku bersumpah Alexa, jika kau bukan jodohku, aku tidak akan pernah menikah!"
__ADS_1
"Bangun Raja, Ya Allah, selamatkan Raja. Jika dia memang jodohku selamatkan dia, sembuhkan dia." Alexa berdoa sambil menangis.
Dia lalu mendengar suara ponsel berbunyi. Itu ponselnya. Alexa segera bangkit mencari ponsel yang jatuh entah ke mana?
Akhirnya dia mendengar suara ponsel itu di bawah puing-puing kayu dan dinding. Alexa memindahkan puing-puing itu. Dia melihat ponselnya. Alexa mengambilnya lalu menyalakan ponsel yang dalam mode tidur tersebut.
Ajaib ponselnya baik-baik saja, hanya retak sedikit pada bagian screen protectornya. Alexa menelepon kakaknya—Tara.
Terdengar nada sambung. Telepon pun diangkat. "Halo, Dek kamu di mana?" tanya Tara begitu mengangkat telepon.
Alexa menangis, dia tak sanggup berbicara. Terdengar suara sirine ambulance. Tara yang mendengar adiknya menangis dan juga suara ambulance langsung panik. Adiknya yang tangguh kini menangis, berarti dia mengalami sesuatu yang sangat gawat.
"Ada apa, Dek? Kamu sekarang di mana?"
"Maaf, Mbak, biar saya lihat lukanya dulu. Mbak bisa bangun? Mari ikut saya."
Datang petugas ambulance menginterupsi telepon Alexa dan Tara. Mendengar itu Tara terus memanggil Alexa. Petugas itu mendengar suara Tara di telepon, dia kemudian minta izin pada Alexa untuk membantu menjawab.
Selanjutnya Tara bicara dengan petugas tersebut. Sementara, Alexa sedang diobati oleh temannya. Mereka juga membawa supir mobil yang menabrak, lalu mencoba mengeluarkan Raja dari kolong mobil.
__ADS_1
...----------------...