Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
18. Rencana Gagal


__ADS_3

"Assalamualaikum," Alexa menarik tangan Raja.


"Wa'alaikumsalam." Arjuna menjawab salam Alexa dan Raja.


Alexa menghampiri Papahnya, Raja mengikuti di belakang. Dia ikut mencium tangan Arjuna seperti Alexa. "Ini siapa?" tanya Arjuna.


"Ini Kak Raja, sahabat Kak Sena Ama Kak Tara."


"Juga pacarnya Alexa, Om." Raja tidak suka karena Alexa tidak menyebut kata pacar, berasa tidak di akui. Akhirnya dia spontan mengatakan itu pada Arjuna.


"Oh, Kamu pacaran kok tidak bilang Papah, Lexa? Kamu murid TIRTA?"


"Iya, Om eh Pak." Raja bingung manggil Pak Arjuna apa?"


"Panggil Om, aja. Kita lagi di luar sekolah."


"Iya, Om."


"Aku ke atas dulu, mau ganti baju."


Alexa melangkah meninggalkan Arjuna dan Raja.


"Silahkan duduk?"


"Iya, Makasih Om." Raja pun duduk di sofa berseberangan dengan Arjuna.


"Sudah berapa lama kamu pacaran dengan Alexa?"


"Baru beberapa hari Om."


"Masih seumur toge ternyata."


"Hahahaha ... iya Om." Raja tertawa garing.


"Apa yang buat kamu suka sama dia. Dia kan kalau di sekolah penampilannya beda dari yang lain?"


"Entahlah, Om. Tapi wajah culun Lexa bikin saya kangen, apalagi kalau saya jailin dia, wajah jutek dan angkuhnya bikin gemes."


"Kamu ngatain anak saya culun?!"


Raja merasakan radar bahaya. "Eh, nggak Om. Aku 'kan udah bilang kalau dia itu gemesin dan bikin kangen. Aku nggak ngatain anak Om."


"Bohong, Pah. Raja sering bilang kalau Alexa itu jelek, sombong, nggak bakal ada cowok yang mau sama dia. Meski pun Alexa cewek terakhir di muka bumi, dia nggak bakal jatuh cinta sama Alexa! Gitu 'kan yang lo bilang!" Raja kesal. Tara tiba-tiba datang dan mengatakan hal yang pasti membuat Om Arjuna marah.


"Itu 'kan dulu! Sebelum aku sadar sama perasaanku sendiri, waktu itu aku masih malu mengakui perasaanku." Raja menyanggahnya.


"Sekarang kamu jatuh cinta pada putri Om?" tanya Arjuna seraya tersenyum miring.


"Iya, Om. Saya mencintainya."


"Apa karena kamu tahu dia adalah anak Om."

__ADS_1


"Tidak, Om. Saya cinta Alexa sebelum tahu dia anak Om."


"Nggak Pi, dia ngajak pacaran sejak hmm." Raja langsung membekap mulut Tara. Dia takut Tara akan membongkar bagaimana dia memaksa Alexa pacaran.


"Kenapa anak saya dibekap begitu?"


"Nggak Om. Nggak apa-apa, iya kan Tar." Raja menepuk punggung Tara seraya berbisik.


"Nanti gue beliin apa yang lo mau," bisiknya pada Tara.


"Kalian bisik-bisik apa?" Arjuna melihat gelagat aneh.


"Tidak, Om. Iya kan Tar."


"Iya, Pah. Raja cuma nanya mau ke toilet sebelah mana? Dia udah kebelet."


"Ya, sudah sana. Tara kamu anterin dia. Nanti kalian ke sini lagi masih ada yang Papah ingin bicarakan!"


"Iya, Pah."


"Iya, Om."


Tara lalu pergi ke dalam di susul Raja. Tara pergi ke kamarnya. "Ayo masuk Ja."


Raja masuk ke dalam kamar Tara. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di kamar ini. Kamar yang besar dan furniture yang mewah. Wajar orang tua mereka kaya raya.


"Thanks Tar. Gue bisa nafas sebentar."


"Bukannya takut tapi gugup ketemu calon mertua."


"Sama aja dodol!"


Tara masuk ke kamar mandi. Raja melihat-lihat foto yang terpajang di dinding, dan di meja nakas. Pintu terbuka masuk Sena.


'Tara, mana?"


"Di kamar mandi."


"Lo, ngapain ke rumah gue?" tahya Sena.


"Mau mengajak Alexa makan di luar boleh?" tanya Raja.


"Kalau gue, sih, boleh-boleh aja, tapi bokap nggak tahu?"


Raja kembali drop semangatnya, saat mendengar Sena. Raja berpikir bagaimana caranya agar Arjuna Mengizinkannya?


"Kak Tara!" Datang Alexa, ke kamar Tara.


"Kak Sena mana Kak Tara?"


"Tuh, di kamar mandi. Mau ngapain?"

__ADS_1


"Mau minta minyak wangi. Minyak wangi aku habis."


"Ambil aja di meja."


"Oke."


Raja terpesona oleh penampilan Alexa, yang berubah seratus delapan puluh derajat Celcius. Matanya tidak berkedip memandangi pujaan hati.


"Kedip woy!" Sena menimpuk Raja dengan sisir, sambil terkekeh.


"Kamu, jangan cantik-cantik, kaya di sekolah aja. Biar nggak ada yang naksir kamu."


"Mulai posesif!" sindir Sena.


Pintu kamar mandi terbuka. Keluar Tara dengan bertelanjang dada.


"Ngapain pada ngumpul di sini. Sana keluar."


"Dih, ngusir. Gue mau ambil flashdisk yang lo pinjem waktu itu!"


"Di laci nakas gue yang atas." Sena pun membuka laci nakas yang paling atas. Benar saja dia melihat flashdisk di sana.


"Gue ambil ya. Lain kalau minjem cepet balikin." Sena keluar dari kamar Tara.


"Kalian, ngapain masih di sini?"


"Aku mau ke kamar mandi." Raja segera masuk ke kamar mandi.


"Lo mau ke mana Dek, cakep bener?"


"Tuh, si curut ngajak makan di luar."


"Sekarang? Bukan tar malam?"


"Sekarang katanya, harusnya dari tadi tapi banyak iklan ya jadi lama."


"Tar pulangnya Kakak nitip makanan ya. Kebab aja."


"Minta sama Raja, noh!"


Raja sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi. Dia lalu keluar dan mengajak Alexa, untuk segera berangkat.


Raja dan Alexa melangkah ke rumah keluarga di mana Arjuna sang kepala keluarga sudah menunggu.


"Pah, aku berangkat sekarang aja ya?"


"Mau ke mana kalian?"


"Mau makan siang Om."


"Sudah telat untuk makan siang, kasihan anak saya sudah kelaparan. Ayo makan di sini saja. Sudah disiapkan sama istri Om."

__ADS_1


__ADS_2