
Alexa langsung menatap tajam pada Sena. "Mereka memaksa ingin ikut," ucap Sena.
"Kenapa, Kak Sena nggak bilang ada mereka?"
"Aku baru mau panggil kamu, eh kamunya udah minta gendong aja."
"Lexa, kalau kamu secantik ini, kenapa kamu ke sekolah dengan penampilan jelek.l?" tanya Aldi.
"Karena cowok kayak kalian yang matanya pengen dicolok!" jawab Lexa, seraya melotot.
"Kamu, sakit?" Tanya Raja.
"Nggak, aku cuma capek." Alexa menjawab dengan wajah malasnya dan menidurkan kepalanya di meja makan.
"Oh, ya udah kamu istirahat saja. Kita pulang yuk!" Raja lalu bangun dari duduknya dan mengajak teman-temannya untuk pulang.
"Eh,kok pulang baru mau makan?" Aldi rasanya tidak rela kalau pulang sebelum mencicipi masakan Tuan Rumah.
"Kita makan di luar aja, gue traktir. Alexa butuh istrirahat."
Raja kemudian melangkah pergi. Alexa sendiri ternganga melihat kelakuan Raja. "Kenapa tuh orang?" gumamnya.
"Lo, sih Dek!" Tara menegur Adiknya dan bangkit mengejar Raja. Disusul oleh yang lain.
"Ja, lo ngambek? Ya ilah, kayak anak kecil aja, sih! Jangan pulang dulu." Tara mencegah Raja.
__ADS_1
"Siapa yang ngambek? Aku cuma nggak mau ganggu Alexa aja."
"Kita tahu lo, please deh Ja. nggak usah ngambek kaya anak kecil."
"Tahu, ah. Gue pulang dulu ya."
Raja duduk memakai sepatunya. Tiba-tiba ada seseorang duduk di sampingnya dan menyandarkan kepalanya di bahu.
"Kamu, kenapa sih? Ngambek nggak jelas. Maaf, kalau aku menungging kamu. Aku tuh bangun tidur masih ngantuk malas ditanya-tanya, udah gitu malu ketemu kalian muka bantal gini tambah bikin bad mood, tapi aku nggak marah sama kamu."
"Ah, males gue lihat drama, yuk kita masuk aja. Mending kita makan!" Sena mengajak teman-temannya untuk masuk dan melanjutkan makan.
"Yuk, ah! Tinggalin aja mereka mah." Aldi pun ikut masuk.
Semua kembali ke dalam meninggalkan pasangan yang sedang ngambek.
Alexa menengadahkan kepalanya. Dia lalu beralih duduk di pangkuan Raja.
"Dengar ya, paduka Raja, kamu tahu kan wanita itu ada siklus bulanan. Nah, sepertinya aku mau kedatangan tamu bulanan. Jadi kamu ingat baik-baik siklusnya dan jangan marah kalau aku tiba-tiba ngeselin."
Raja memeluk pinggang Alexa. dia menatap wajah Alexa yang terlihat cantik meski baru bangun tidur.
"Hm, aku bakal ingat jadwal bulanan kamu. Aku baru ngerasain cewek yang PMS kayak gimana.l, tapi aku beneran nggak ngambek."
"Ngeles aja. Aku tinggal nih!" Alexa kesal karena Raja tidak mau jujur.
__ADS_1
"Iya, iya. Aku ngaku. Tadi aku sedikit ngambek, abis aku sengaja datang karena kangen pengen ketemu. Eh ternyata kamunya kayak yang bete ketemu aku."
"Maaf, tadi 'kan teman kamu yang ngeselin tapi jadi kamu juga kena."
"Masih ngantuk?"
"Iya, tapi lapar."
"Ya udah masuk yuk. Kita makan biar aku yang suapi."
Raja lalu bangkit dari duduknya seraya menggendong Alexa. Dia melangkah ke ruang makan. Sampai di sana Raja duduk di kursi makan sambil tanpa menurunkan Alexa dari pangkuannya.
"Dek, lo turun dong. Manja benar!" tegur Tara
"Iya, Kak. Nggak bisa banget lihat aku senang." Alexa turun dari pangkuan Raja dan duduk di samping Raja.
"Nggak pantas lo manja begitu."
Alexa lalu tersenyum. "Aku cuma pengen ngerjain Kak Raja."
"Aku senang kok kalau kamu manja sama aku."
"Bucin!" Teriak semua kompak.
Mereka lalu tertawa dan melanjutkan makan. Selesai makan, Tara mengajak Mabar, sedangkan Raja dan Alexa pergi ke taman samping.
__ADS_1
Raja ingin menghabiskan waktu berdua dengan pacarnya. Jarang-jarang mereka bisa berduaan. Di sekolah mereka seperti musuh
...----------------...