Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 39


__ADS_3

Raja baru saja sampai di sekolah bersama Vera. Dia langsung ke kelasnya untuk menyimpan tas kemudian keluar lagi menuju rooftop. Sedangkan Berarti bertemu dengan teman-temannya.


Raja ingin sendiri, dia duduk bersandar pada dinding di lantai, lututnya ditekuk. Raja memandang kosong ke depan. Pikirannya tertuju pada Alexa.


Sena dan Tara baru saja datang. Mereka melihat tas Raja ada di kelas tetapi tidak dengan orangnya. Mereka pun keluar ingin mencari Raja. Namun, saat di depan pintu mereka berpapasan dengan duo Al yaitu Alvin dan Aldi.


Sena yang di depan, berhadapan dengan Alvin. Wajah Sena terlihat datar sorot matanya tajam. Berbeda dengan Aldi yang menampilkan senyum mengejeknya. Mereka tidak menyapa hanya saling menatap.


Sena dan Tara keluar, Aldi dan Alvin masuk ke dalam tanpa melepaskan tatapan satu sama lain. "Woy, jangan ngalangin jalan, dong! Awas naksir lihat-lihatan!" Teman cowok mereka protes karena ingin masuk tetapi terhalang oleh Aldi dan Alvin.


Sena dan Tara langsung bergegas pergi meninggalkan mereka. "Raja ke mana?" tanya Aldi. Hanya dibalas Alvin dengan mengedikkan bahunya.


Mereka pun menyimpan tas di bangku mereka. "Al, kita ke lokernya Alexa."


"Oh iya, gue lupa. Ayo!"


Semalam mereka menerima pesan dari Alexa agar memeriksa lokernya. Alexa pamit pada mereka dan mengatakan menyimpan sesuatu untuk mereka di dalam loker. Alexa juga meminta untuk merahasiakan kepergiannya.


Aldi dan Alvin, sampai di loker Alexa. Alvin segera membuka loker itu, semalam


Alexa sudah memberi tahu password-nya. Begitu dibuka terlihat dua buah kado masing-masing kado sudah tertulis nama yang dituju.


Mereka mengambil kado sesuai dengan namanya. Di loker tersebut juga ada dua buah amplop. Satu amplop bertuliskan nama Bimasena dan satu lagi Bimantara.

__ADS_1


"Sedang apa kalian?" tanya seseorang di belakang mereka.


Aldi dan Alvin berbalik badan. Nampak oleh mereka Sena, Tara juga Raja. Mereka sengaja turun untuk memeriksa loker Alex, guna memastikan apakah benar, dia sudah pergi?


"Gue lagi ngambil barang di loker Alexa," jawab Alvin santai.


"Lo, nggak berhak buka loker orang lain."


Alvin tersenyum miring. "Gue disuruh Alexa, dia bahkan ngasih ke gue passwordnya."


Sena merasa kecewa pada Alexa, karena dia adalah kakaknya. tetapi Lexa tidak mengatakan apa pun padanya, bahkan Lexa memberikan password pada Alvin dan Aldi. Lexa benar-benar sudah tak menganggapnya.


"Apa maksud lo? Lexa di mana? Kenapa dia nyuruh lo buka lokernya?" Raja bertanya pada Alvin.


Sena memberikan amplop bertulis nama Bimantara pada Tara. "Terus apa yang Lo pegang?" tanya Raja.


"Ini kado buat gue sama Aldi. Nih Al!" Alvin memberikannya satu pada Aldi.


"Buat gue mana? Lexa nggak ngasih apa pun buat gue?"


"Ngarep lo, siapa lo? Mereka kakaknya. Kita sahabatnya, lo siapa? Cuma mantan!" sarkas Aldi.


"Breng*** lo! Kurang ajar!" Raja sudah berancang-ancang ingin menonjok Aldi, tetapi dicegah oleh Sena dan Tara.

__ADS_1


"Udah, deh Ja! Aldi benar. Alexa udah nggak menganggap lo lagi. Baginya lo bukan siapa-siapa dia. bukan sahabat atau pacar, cuma mantan! Dan mantan itu hanya untuk dilupakan. Apalagi mantan Bajin**n yang bisanya cuma nyakitin doang."


Tara menyindir Raja. Dia sadar bahwa dia telah salah selama ini. Bukannya membela adiknya dia secara tidak langsung malah mendukung Raja menyakiti dan mengkhianati Alexa. Dia kakak yang buruk.


Setelah tenang, Tara membuka amplop suratnya dia membaca apa yang tertulis di dalam surat itu. Begitu selesai Tara meremas suratnya dan menonjok loker Alexa lalu menendangnya. Dia duduk bersandar pada loker. "Maafin gue Dek, maaf. Kakak emang Kakak yang buruk, tapi Kakak sayang lo, Dek." Tara meremas rambutnya.


Dia kemudian bangkit dan pergi berlari keluar menuju parkiran.


"Tara, Tar! Kenapa dia?" tanya Raja.


Sena tak menjawab, dia berlari menyusul Tara. Raja ditinggalkan oleh mereka. "Percuma, menyesal pun tak ada guna!" Alvin pun pergi berlalu ke kelas membawa kado dari Alexa.


"Sorry, Bro. Gue mau buka kado dulu dari yayang Lexa." Aldi pun berlalu setelah puas meledek Raja.


"Sayang, Raja!" seseorang memanggil Raja seraya menyentuh bahunya.


"APA!" Raja membentaknya.


"Kok, kamu bentak aku. Aku cuma mau bilangin, cepat masuk, bel udah bunyi. Kenapa malah marah-marah emang aku salah apa?"


"Banyak!" Raja pergi meninggalkan Vera.


Keberadaan Vera justru membuatnya bertambah pusing. Dia masih tidak terima karena Alexa tidak meninggalkan pesan atau pun kado. Apa dia tidak berarti bagi Alexa?

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2