
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Sena dan Tara bergegas keluar kelas. Raja melihat mereka sambil membereskan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Ayo, Ja." Aldi mengajak keluar bersama.
"Ayo." Raja pun bangkit dan menggendong tasnya di belakang. Dia keluar bersama Aldi dan Alvin.
Begitu sampai parkiran. Raja melihat Tara yang sedang memakaikan helm pada Alexa. Mereka sok romantis sekali. Raja kesal melihatnya.
"Sudahlah, masih banyak cewek yang lebih cantik dari Alexa. Dia cuma gadis culun. Heran, apa sih yang kalian suka dari dia?" Aldi sungguh tidak habis pikir.
"Jangan bilang dia culun. Lo nggak lihat? Dia itu spesial!" Raja marah Aldi memanggilnya culun dan apakah Aldi tidak bisa lihat kelebihan Alexa. itulah kalau cowok menilai cewek dari fisiknya aja. Tidak bisa melihat kelebihan dan kekurangannya.
"Sekarang, lo mulai terbuka sama perasaan lo," ucap Alvin.
"Perasaan apa? Gue cuma kagum aja sama dia." Raja masih berkilah tidak mau mengakui hatinya, atau sebenarnya dia malu mengakui kalau dia sebenarnya sudah menyukai Alexa.
"Terserah lo, deh Ja! Capek gue sama orang yang egonya tinggi."
Pandangan Raja tidak lepas dari Alexa. Kini Alexa naik ke atas motor Tara, dia memeluk pinggang Tara. Bukan hanya Raja tetapi semua orang memperhatikan Alexa.
"Dih, si culun peluk-peluk. Kasihan amat Kak Tara gue, di peluk sama Anabel." Raja mendengar perkataan orang di belakangnya.
Dia lalu melihat ke belakang, dan menatap tajam gadis di belakangnya. Dia melihat dari atas ke bawah. "Emang lo pikir, lo cantik? Ngaca!"
Raja lalu pergi setelah memarahi gadis tadi yang shock melihat Raja dan disemprot olehnya. Sungguh dia malu, Raja memarahinya di depan umum.
Aldi melirik gadis itu yang entah siapa namanya. Dia hanya tersenyum miring pada gadis itu dan pergi menyusul Raja.
Motor Tara melintas tepat di depan Raja. Alexa melihat ke arah Raja. Tatapan mereka bertemu, sampai motor Tara berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya.
***
Tara, Sena dan Alexa sedang santai di depan Televisi.
"Dek, besok kamu berangkat bareng Kakak tapi harus sampai parkiran." Tara mengingatkan Alexa.
"Nggak mau ah, nanti aku dilihatin banyak orang. Tadi aja pada merhatiin aku semua, berasa artis jadinya."
Tara menoyor kepala Alexa. "Huh, artis sensasi." Alexa terkekeh.
"Dek, kapan lo mau rubah penampilan. Raja udah kalah taruhan. Semua orang sekarang tahunya kamu pacar Kakak, jadi kamu nggak usah khawatir kalau bakal banyak cowok yang berusaha deketin kamu."
"Iya, sih. Ya udah besok aku ke sekolah dengan penampilan baru."
"Gitu dong!" Tara mengacak-acak rambut Alexa.
"Ih, bisa nggak itu tangan jangan acak-acak rambut Lexa?"
Sena ikut-ikutan mengacak-acak rambut adiknya.
__ADS_1
"Kak Sena!"
Teriak Alexa marah. Dia lalu membalas mengacak-acak rambut Sena dan Tara. Berakhir dengan mereka yang saling kejar-kejaran di dalam ruang keluarga.
***
"Dek, kok masih begini. Belum berubah?" tanya Sena melihat Alexa yang masih berpenampilan culun. Mereka saat ini sedang sarapan.
"Belum waktunya," ucap Alexa seraya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Kamu nunggu apa, sih?" tanya Tara.
"Rahasia." Alexa tersenyum tipis.
Setelah sarapan mereka berangkat bersama. Lexa di bonceng oleh Tara.
***
Seperti yang Tara katakan kemarin, dia menurunkan Alexa diparkiran sekolah. Disusul oleh Sena. Mereka menjadi pusat perhatian, terutama Alexa yang sangat beruntung bisa dibonceng oleh Tara sang most wanted.
Bisik-bisik pun terdengar, rata-rata mereka mencibir Alexa dan tidak suka Alexa pacaran dengan Tara. Termasuk satu gadis yaitu Sisca.
"Ish, ngapain sih dia dekat-dekat Tara. Tara juga ngapain pake nembak dia segala. Kalau nggak ada si jelek, gue pasti udah jadi pacar Tara," gumam Sisca dengan percaya dirinya.
Dia menghentakkan kakinya. Sisca punya ide untuk menganggu mereka. Dia lalu merapikan rambut dan tersenyum. Sisca pun melangkah menghampiri Tara dan Alexa.
"Hai, Tara." Sisca menyapa Tara dengan tersenyum manis dan ceria.
"Lo, mau ngapain di sini?" tanya Sena.
"Eh Kak Sena, aku cuma menyapa aja, kok." Sisca tersenyum pada Sena.
"Menyapa, kok sama pacar orang!" ucap Sena lalu pergi.
Tara dan Alexa pun pergi tanpa menyapa Sisca. Buat apa? Tidak penting?
Raja, baru saja datang. Tara menggandeng tangan Alexa. Dia sengaja ingin memanasi Raja.
Tara mengantar Alexa ke kelasnya. Dia lalu mencium kening Alexa. "Aduh." Tara mengusap-usap pinggangnya yang di cubit oleh Alexa.
Alexa lalu masuk ke kelasnya. Teman-teman Alexa memandang tidak suka pada Alexa. Alexa tidak perduli. Dia terus berjalan dengan wajah angkuhnya.
Raja berjalan menuju kelasnya. "Raja!" Seseorang memanggil Raja, kemudian Raja berhenti.
Dia melihat ke belakang ada Sisca berlari menghampirinya.
"Apa?" tanya Raja.
"Nggak apa-apa, cuma mau bareng aja."
__ADS_1
"Ck, nggak penting banget." Raja lalu meninggalkan Sisca.
Sisca berlari mengejar Raja, dia lalu berjalan di samping Raja. "Ja, boleh minta nomer telepon kamu?"
Raja tidak menanggapinya. Dia mempercepat langkahnya. Raja merasa terganggu dengan kehadiran Sisca.
"Raja, atau minta nomer Tara atau Sena."
Raja berhenti. Dia bertolak pinggang menatap nyalang pada Sisca.
"Sumpah ya, lo tuh ganggu banget tahu nggak? Mending lo pergi deh, jauh-jauh dari gue! SKSD banget sih lo!"
Raja kemudian melanjutkan langkahnya, kali ini Sisca tidak mengikuti Raja. Dia malu karena Raja telah membentaknya. Sisca akhirnya pergi ke kelasnya.
Raja telah sampai ke kelas. Dia melihat ada Sena dan Tara. Raja malas bicara pada mereka. Dia langsung duduk di bangkunya.
Tara tersenyum miring melihat Raja, dia lalu mengambil ponselnya dan menelpon Seseorang.
"Halo, sayang sedang apa?"
" ...."
"Hahaha, aku kan kangen. Masa nggak boleh nelepon."
" ...."
"Istirahat 'kan masih lama. Mau ke kelas kamu sebentar lagi masuk."
" ...."
"Iya, aku pasti semangat belajarnya kalau ada kamu yang menyemangati. Bye sayang, Love you!"
Tara pun tersenyum lebar sambil menutup telepon.
"Baru tadi Tar, kamu ketemu dia, nganter dia ke sekolah. Masih aja kangen!"
"Iya, aku juga nggak ngerti, nggak ketemu dia satu jam aja, serasa seminggu nggak ketemu!"
"Alay lo!" Mereka kemudian tertawa.
Raja membanting bukunya ke atas meja. Dua lelaki yang berwajah serupa itu, berhenti tertawa dan melihat ke arah Raja.
Wajah Raja terlihat dingin dan tak bersahabat. Sena dan Tara terkekeh.
Bel masuk telah berbunyi, Aldi dan Alvin baru saja masuk kelas. "Dari mana, kalian?" tanya Raja.
"Kantin." Mereka lalu duduk di bangku masing-masing.
Guru terlihat masuk ke dalam kelas. Pelajaran pun dimulai.
__ADS_1
Semua murid mendengarkan dengan serius.
...----------------...