Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 28. Pesona Alexa


__ADS_3

Alexa sedang mengadakan meeting, semua orang fokus padanya saat Alexa sedang berbicara. Dia mempunyai karisma sendiri yang membuat orang sulit berpaling dari wajahnya.


Riuh tepuk tangan terdengar dari para kolega yang mengikuti rapat.


"Saya kagum dengan Anda Nona Alexa. Saya senang akhirnya dapat bertemu dengan Anda. Selama ini, saya hanya mendengar dari orang saja tentang Anda. Mereka benar Anda mempunyai karismatik yang berbeda, dominan, percaya diri, dan tentu saja cantik seperti bidadari."


"Ah, Tuan, Anda terlalu memuji. Semoga yang Anda ucapkan sama seperti yang ada di hati Anda."


"Hahaha, tentu. Saya bukan penjilat."


"Saya tidak bilang seperti itu. Bagaimana, apa Anda setuju dengan poin-poin yang daya ajukan?" tanya Alexa.


"Saya tidak keberatan, saya setuju."


"Bagus, kalau begitu kita bisa mulai kerjakan proyek ini. Kita harus buka tender secepatnya."


"Iya, pasti."


"Oke, kalau begitu saya akan tanda tangani ini."


Alexa menandatangani surat kerjasama antara dia perusahaan dalam pembangunan hotel. Mereka akan membuka tender untuk perusahaan konstruksi.


Setelah kedua belah pihak menandatangani surat perjanjian. Alexa segera keluar dari ruangan rapat.


"Nona, Alexa bisakah kita makan siang bersama?" tanya Rekan bisnis Alexa.


Alexa menimbang sebentar, dia rasa tidak ada salahnya. Hitung- hitung menjaga hubungan baik dengan rekan bisnis.


"Oke, tidak masalah. Silakan, Tuan Brandon."


"Lady first," ucap Brandon.


Alexa pun tersenyum lalu melangkah lebih dulu. Alexa bisa menilai kalau Brandon ini adalah seorang Casanova, yang selalu bersikap apa adanya, dan lembut pada wanita. Terkesan playboy, tetapi di situ pesonanya.


Namun, bagi Alexa pesona Brandon masih belum cukup untuk meluluhkan hatinya.


"Kita pakai mobil saya, biar mobil Anda mengikuti dari belakang," ucap Brandon.


"Oke." Alexa bicara dengan supirnya lalu menuju mobil Brandon.


Brandon langsung membukakan mobil untuk Alexa, dia melindungi kepala Alexa saat Alexa masuk. Sungguh perlakuan yang membuat hati wanita meleleh, tapi tentu saja tidak dengan Alexa.


Brandon berjalan ke sisi lain, dan masuk ke dalam mobil. Mereka lalu pergi mencari makan.


"Lexa, kamu tahu di mana tempat makan yang enak?"

__ADS_1


"Saya takut selera saya tidak sesuai dengan Anda. Saya ikut ke mana Anda pergi."


"Oh, Lexa. Kata-katamu membuat saya berbunga-bunga. Seolah kamu bersedia ikut kemana pun daya pergi. Jawaban berbeda dengan wanita lain."


"Saya, mau bagaimana lagi. Saya 'kan ikut mobil Anda. Otomatis saya ikut ke mana Anda pergi."


"Iya, juga ya." Brandon tergelak.


"Kalau begitu kita pergi ke restoran favorit saya."


"Oke, saya sudah tidak sabar. ingin tahu seperti apa restoran favorit Anda."


Brandon lalu menyuruh supirnya untuk pergi ke restoran langganannya.


Di lampu merah mereka berhenti. Sungguh ini suatu kebetulan yang luar biasa, karena Alexa melihat Raja dendam Vera, lalu dia juga melihat ke depan ada mobil kakaknya.


Alexa tersenyum miring. Raja melihat ke sisi di mana sebuah mobil dengan kaca tidak terlalu gelap berada di sampingnya. Di dalam mobil itu ada Alexa sedang bersama seorang pria tampan.


Mereka asyik tertawa. Penampilan Alexa sangat berbeda, dia begitu cantik dan mempesona. Lebih cantik dari kada Vera. Namun, sayangnya Lexa lebih sering berpenampilan culun membuat dia lupa secantik apa Alexa?


Raja tidak rela Alexa tersenyum begitu manis pada lelaki lain. Dia mengepalkan tangannya.


Lampu berubah menjadi hijau. Mobil Alexa mendahului mobil Tara Sena. Tara yang duduk di belakang melihat Alexa sedang bersama seseorang. Dia langsung menegakkan duduknya dan mengamati, apakah itu benar Alexa?


***


"Apa, Lexa sudah pulang?" tanya Raja.


"Belum, kata Bibi Lexa belum pulang sejak pagi," jawab Tara.


"Tadi, gue lihat Lexa di lampu merah," ucap Raja.


"Lo, lihat juga? Berarti itu benar Lexa." Sena kini yakin kalau itu Lexa.


"Masa, kok gue nggak lihat?"


"Lo, lagi fokus nyetir."


"Terus, Kenapa Lexa bisa berada di mobil itu sama cowok, kayaknya om-om?"


"Nggak tahu juga, mana penampilannya cantik banget."


"Mungkin dia sengaja untuk menggaet om-om. Nggak nyangka dia begitu.


BUGH

__ADS_1


Raja mendapat bogem mentah dari Tara. Dia tidak suka adiknya di rendahkan.


"Jaga, ya. omongan lo! Lexa itu adik gue. Anak dari keluarga Tirta yang hartanya nggak akan habis tujuh turunan. Buat apa Lexa nyari Om-om!"


"Terus ngapain dia sama lelaki yang dewasa dengan pakaian jas kantoran. Lexa pun berpenampilan cantik, dia pasti ingin menggoda Om-om Itu. Mereka bahkan tertawa."


BUGH


Lagi-lagi Raja mendapat hadiah dari Tara. "Lo ngomong sekali lagi, gue larang lo bertemu Lexa."


Raja meraba ujung bibirnya yang berdarah. "Sialan! Lo, Tar. Muka gue bonyok!"


"Nggak peduli gue!" balas Tara.


"Lo cemburu, Ja?" tanya Sena.


"Nggak, biasa aja," elak Raja.


"Bagus, deh. Lo nggak pantas cemburu karena lo juga jalan sama Vera. Lo lebih milih sama Vera di bandingin adek gue," sarkas Sena.


"Gue diam aja tadi, karena nggak enak sama Vera. Sekarang gue ngomong sama lo, kalau lo harus milih antara Lexa atau Vera. Putusin adek gue kalau lo milih Vera, dan jauhi Vera kalau lo milih adek gue!"


"Gue, cinta sama adek lo, tapi gue juga nggak bisa jauhin Vera. Lo tahu sendiri, kita kan udah temenan lama. Gue cuma anggap dia adek gue doang, sahabat."


"Lo, harus milih. Lexa nggak akan mau menerima persahabatan lo sama Vera."


"Ah, tahu ah. Gue pusing! Sekarang gue nggak bisa milih, kasih gue waktu." Raja mengacak-acak rambutnya.


"Jangan minta waktu sama gue, minta sama adek gue sono. Seharian ini lo cuekin dia, dan lebih milih Vera. Minta maaf, jelasin sama Alexa."


"Lo, juga parah 'kan lo berdua Kakaknya, tapi cuekin Lexa buat sama gebetan kalian." Raja juga menyalahkan si kembar.


"Ya, beda lah. Lexa kan sudah punya pacar, tugas pacarnya nemenin Lexa dan ajak pulang bareng. Kalau kita 'kan punya urusan sendiri. Kita sedang usaha mendapatkan gadis yang kita cintai, ya Sen?"


"Iya."


Mereka bertiga tidak menyadari, jika pembicaraan mereka dapat terdengar oleh Alexa yang berada di sebuah restoran.


Alexa memakai handsfree, di telinga kanannya. Dia mendengarkan sambil tersenyum miring. Brandon sekarang sedang berada di toilet.


Alexa diam-diam menyadap kamar Kakaknya. Mungkin dia melanggar privasi, tetapi saat Alexa dulu memasang penyadap itu adalah untuk uji coba kemampuannya dan alat yang di buatnya.


Sampai sekarang alat Itu masih ada dan berfungsi dengan baik. Dia menyimpannya di tempat yang orang lain tidak akan tahu. Dia jarang mendengarkan penyadap itu, hanya saat pertama.


Dia sampai lupa. Alexa baru teringat ketika masuk restoran. Dia pun mengetes apakah alatnya masih berfungsi? Ternyata berfungsi dengan baik.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2