Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 48


__ADS_3

Raja tidak bisa tenang selalu ingat pada Alexa. Kabar dari Papahnya tidak bisa membuat dia bahagia, padahal berita itu adalah hal yang paling dia inginkan. Buah dari kerja keras dan kesabarannya.


Raja di angkat menjadi CEO, juga semua semua fasilitas dikembalikan. Namun, Raja menolak fasilitas itu. Dia sudah bekerja tidak perlu lagi fasilitas dari orang tuanya.


Raja sudah lebih dewasa bukan hanya secara fisik tetapi juga pemikirannya. Terbukti dia bisa bekerja dengan baik sebagai manager. Namun, itu tidak berlaku bila menyangkut Alexa.


Entah mungkin karena dia sudah merasa rindu yang menggebu atau karena masih cinta? Yang jelas saat ini dia inginkan adalah maaf dan kesempatan kedua dari Alexa.


Semangat yang semula membara untuk menaklukan hati Alexa kini melempem karena kedatangan tamu lelaki di rumah Alexa. Apakah kesempatan untuknya sudah tertutup? Sudahkah ada pengganti di hati Alexa? Terlambatkah dia?


Raja sedang menggalau ria di saat kesibukannya sedang menggunung. Naiknya jabatan membuat dia sibuk karena dia harus memastikan semua proyek yang sedang dia tangani selesai dengan baik dan laporannya jelas sebelum dia serah terima jabatan pada manager penggantinya.


Jangan sampai nanti setelah dia jadi CEO, ada kasus yang membuat namanya tercemar. Dia terpaksa lembur padahal hatinya sangat ingin pergi ke rumah Alexa dan mengungkapkan isi hatinya.


Raja baru pulang pada pukul 09.00 malam. Dia melajukan mobilnya bukan ke arah rumahnya tetapi justru ke arah rumah Alexa. Kebetulan saat dia sampai di depan tembok rumahnya ada mobil yang baru saja keluar dari gerbang.


Raja melihat ke arah mobil yang sedang melewatinya. "Alexa." Raja melihat Alexa dan seorang pria. Hatinya bertambah kacau dia pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti mereka.


Tak peduli betapa lelah fisiknya saat ini juga perutnya yang keroncongan karena belum makan malam. Raja menjaga jarak aman dengan mobil di depannya tetapi tetap awas jangan sampai kehilangan jejak.


Setelah beberapa menit melaju di jalan raya yang padat walau sudah malam, mereka akhirnya berhenti di sebuah restoran seafood. Alexa terlihat turun bersama dengan seorang pria. Mereka lalu berjalan bersama masuk ke dalam restoran.


Raja mengamati mereka. Memang tak ada interaksi yang berlebihan layaknya pasangan kekasih, seperti berpegangan tangan dan rangkulan. Namun, tetap saja Raja merasa belum aman.

__ADS_1


Dia pun ikut turun dan masuk ke dalam, sengaja memberi jeda beberapa menit setelah Alexa masuk. Sampai di dalam Raja mengedarkan pandangan ke sekeliling.


Bukan mencari meja yang kosong, tetapi mencari di mana Alexa duduk. Seorang pelayan datang menghampirinya. Sudah tugasnya melayani tamu yang baru saja datang dengan senyum manis dan ramah tamah.


"Selamat datang Tuan, silakan. Apa Anda sudah reservasi Tuan?" tanya pelayan itu dengan ramah.


"Saya belum reservasi apa ada tempat yang kosong?" tanya Raja Tak kalah ramah.


"Maaf Tuan, hanya tinggal satu meja. Untuk berapa orang?" tanya pelayan itu lagi.


"Untuk saya sendiri."


"Maaf Tuan, ada satu meja. Mari saya antar."


"Silakan, Tuan." Pelayan itu menyuruh Raja untuk duduk. Raja yang sedang adu pandang dengan teman Alexa pun memutuskan tatapan lebih dulu lalu duduk di kursi menghadap pria itu.


"Ini menunya Tuan." Pelayan itu lalu memberikan menu pada Raja.


Raja menerima menu itu dan membacanya, sesekali dia melirik kepada si pria yang duduk bersama Alexa. Kris yang sadar ada pria yang selalu mencuri pandang ke arahnya merasa merinding. Dia geli ditatap seperti itu.


Kris bergidik ngeri, dia masih normal dan dia pecinta wanita. Terutama wanita yang sekarang berada di depannya. Namun, sayang Alexa menanggapinya dingin. Dia ditolak beberapa kali, tetapi itu tidak membuatnya menyerah.


"Kenapa?" tanya Alexa pada Kris yang terlihat aneh.

__ADS_1


Kris bergidik jijik. "Itu ada cowok nggak jelas ngelihatin mulu dari tadi!"


"Suka kali sama situ." Alexa tersenyum geli.


"Ih, amit-amit. Aku masih normal ya. Suka cewek cantik berbody sexy."


Alexa terkekeh. Dia lalu meminum air kemudian melihat ke belakang karena penasaran melihat wajah lelaki yang menurut Kris punya kelainan.


Saat dia menengok ke belakang, betapa terkejutnya Alexa sampai dia menyemburkan air yang berada di mulutnya. Sayang sekali semburan air itu tidak mengenai wajah Raja. Andai saja bisa mengenai wajahnya Alexa merasa senang.


Alexa merasa bersalah dan langsung bangun mendekati pelayan yang berada di samping meja Raja. Ya semburan itu justru mengenai pakaian pelayan tadi.


"Maaf, Mas. Maaf banget!" Alexa mengambil tisu untuk mengeringkan pakaian pelayan tersebut.


"Tidak usah Nona. terima kasih. Saya tidak apa-apa." Profesinya sebagai pelayan mengharuskan dia bersikap ramah pada tamu, walau hatinya sangat dongkol saat ini. Dia harus mengesampingkan perasaannya dan lebih mengutamakan kenyamanan pelanggan atau dia akan dipecat


Raja pura-pura terkejut melihat Alexa. "Alexa?" tanya Raja tidak percaya. Aktingnya sangat hebat dengan mata yang membola, seolah dia tidak percaya bisa bertemu Alexa.


Sementara itu Alexa merubah mimik wajahnya dengan cepat menjadi datar. Sial sekali nasibnya bertemu dengan makhluk astral ini. Lihat saja baru bertemu dia sudah menyembur orang.


Tunggu dulu, jadi maksud Kris lelaki yang tidak jelas itu adalah Raja? Tidak mungkin Raja berubah jadi gay 'kan?


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2