Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 11


__ADS_3

Alexa lalu bangkit. "Mau ke mana?"


tanya Raja.


"Mau beli bakso."


"Lo, belum kenyang?" tanya Raja.


"Belum."


"Ternyata makan lo, banyak juga," ucap Alvin.


"Kenapa, masalah buat Kakak?" tanya Alexa.


"Kamu tunggu sini biar Alvin yang beliin. Vin pesenin. Nih uangnya!" Raja menyuruh Alvin.


"Kok, jadi gue?"


"Udah cepat nanti keburu masuk!" Raja tidak mau dibantah.


"Biar gue aja yang pesan." Tara kemudian bangkit dan pergi. Dia tidak mau adiknya kelaparan.


Sisca memandang kesal pada Tara, dia lalu melirik Alexa sinis. "Kenapa Tara perduli banget si jelek?" batin Sisca.


Beberapa menit kemudian Tara sudah kembali membawa semangkok bakso.


"Habisin."


"Pasti, makasih." Senyum Alexa pun terbit.


Alexa mengambil sambal lalu menyendokkannya, satu sendok, dua sendok, saat akan memasukkan sambal disendokkan ke tiga. Sena menahannya dan menggelengkan kepala.


Alexa cemberut dan menaruh sendok sambal pada tempatnya. Dia kemudian menyantap baksonya.


Raja memperhatikan interaksi antar si kembar dan Alexa. Dia kadang merasa kalau mereka bertiga sangat dekat.


Raja kemudian menyentuh rambut Alexa yang dikuncir. Terasa sangat lembut dan halus. Raja suka menyentuhnya. Dia memainkan rambut Alexa.


Alexa yang sedang asyik menikmati baksonya. Mendiamkan Raja memainkan rambutnya dia tidak merasa terganggu.


Raja lalu iseng menarik rambut Alexa, agak kencang sampai Alexa menjerit karena sakit.


"Aw ... Kak Raja, sakit!" Seharusnya Alexa tahu kalau Raja itu orang yang jail.


Alexa mengusap-usap kepalanya yang sakit. Dia lalu langsung bangun dan pergi, tanpa sepatah kata pun. Semangkok bakso masih ada sisa setengah porsi.

__ADS_1


Tara langsung pergi mengikuti adiknya dia lebih dulu ke kantin untuk membeli minuman. Alexa belum minum sehabis tadi makna bakso yang pedas.


Sena ikut berdiri, dia menatap Raja tajam lalu pergi menyusul Tara.


"Mereka kenapa?" tanya Alvin.


"Mereka mungkin menyusul si culun," ucap Aldi.


"Nggak mungkin, lah. Ngapain juga ngejar si jelek!" Sisca bicara agak ketus.


"Siapa lo? Ngapain masih di sini?" tanya Raja. Dia kesal ada yang mengatai si culunnya.


Raja kemudian bangkit dari duduknya dan pergi.


"Ish, kenapa semua perduli sama si jelek, sedangkan sama gue mereka cuek?"


"Siapa elo?" tanya Aldi lalu ikut bangkit di susul Alvin yang terkekeh.


"Yang cantik udah biasa, makanya lo tidak terlihat! Tapi yang kaya si culun itu menonjol karena beda dari yang lain," ucap Alvin, kemudian pergi.


Tara dan Sena menuju ke tempat rahasia di mana hanya mereka dan Alexa yang tahu. Biasanya Alexa akan ke tempat itu jika sedang kesal.


Pintu terbuka, nampak ruangan yang lumayan luas. Berisi meja, sofa dan TV.


Terlihat Alexa yang sedang tiduran di Sofa panjang sambil menonton TV.


Alexa bangun dan mengambil minum dari Tara. "Bukain sekalian," ucapnya dengan manja.


Tara membuka tutup botol minuman itu, setelah terbuka dia lalu memberikannya lagi pada Alexa.


"Makasih," ucap Alexa seraya menerima minuman itu.


Tara dan Sena duduk di samping kanan kiri Alexa.


"Dek, nih Kakak beliin coklat kesukaan kamu." Sena membelikan coklat yang akan membangkitkan mood Alexa.


"Dek, udah lah kamu rubah aja penampilan kamu." Sena membujuk adiknya untuk merubah penampilan menjadi seperti biasa.


"Nanti, Kak sebentar lagi. Aku pengen bikin si Raja kalah taruhan."


"Kamu, tahu dia taruhan?" tanya Tara.


"Tahulah, aku dengar sendiri."


"Bagus deh, kamu jangan baper sama dia."

__ADS_1


"Siapa yang baper sama model begitu."


"Kakak bantuin supaya dia kalah," celetuk Tara.


"Bagaimana caranya?" tanya Alexa.


"Kamu pacaran sama Kakak."


Sena dan Alexa melotot melihat Tara.


"Kakak sehat?" tanya Alexa.


"Lo gila!" ucap Sena.


"Gue sehat dan nggak gila, dengerin dulu penjelasan gue. Kita buat skenario gue nembak lo dan lo terima gue. Orang kan nggak ada yang tahu kita adik-kakak. Dengan begitu Raja kalah karena Alexa lebih memilih Tara."


"Nanti fans Kakak, marah sama aku."


"Ah, lo gitu aja takut. Hajar aja yang macam-macam sama lo. Nggak usah pura-pura cupu deh." Tara mencubit pipi Alexa.


"Iya, deh. Kapan kita Kakak nembak aku."


Mereka lalu membicarakan rencana penembakan Tara pada Alexa.


"Oh, iya. Cewek tadi siapa Kak?" tanya Alexa teringat dengan Sisca.


"Sisca," Jawab Tara malas.


"Namanya mah aku juga tahu, maksud aku siapa Kakak, terus gimana bisa dekat?" tanya Alexa lebih spesifik.


"Kakak cuma tahu namanya doang, kita ketemu karena tadi dia mobilnya mogok pas Kakak lewat. Terus dia setopin, minta tolong nebeng sampai sekolah."


"Oh, cuma gitu doang."


"Iya, kenalan juga nggak. Tahu namanya aja baru tadi di kantin. Kenapa, sih Cewek suka baper kalau ditolongin, dikiranya si cowok suka sama dia?"


"Nggak tahu," jawab Alexa.


"Itu bukan baper tapi ceweknya ke ge-eran!" sahut Sena.


"Benar, Kak." timpal Alexa.


Mereka asyik bicara dan bercanda sampai waktu tidak terasa sudah terdengar bel masuk.


"Ayo kita masuk." Tara mengajak mereka kembali ke kelas.

__ADS_1


Mereka pun keluar. Alexa ke kelas sendiri.


__ADS_2