Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 17


__ADS_3

Tara kini sudah berada di depan. Dia berdiri di samping Alexa. “Sisca coba katakan sekali lagi, apa maksud kamu kalau Alexa merebut Tara dari kamu?”


“Alexa sudah merebut Tara dari saya, seharusnya Tara nembak saya, tapi Tara justru nembak Alexa dan jadian sama dia.”


“Loh, Tara tidak nembak kamu mungkin karena dia memang tidak suka kamu. Kenapa kamu salahkan Alexa? Pikiran kamu picik sekali. Mungkin itu sebabnya Tara tidak suka sama kamu. Saya selalu tekankan pada anak-anak saya jika berteman atau memilih pasangan jangan pernah melihat fisik, tetapi hati. Saya senang mereka mengikuti nasehat saya.”


Kata-kata dari Arjuna sangat menohok Sisca. “Tara apa kamu menyukai Sisca?” tanya Arjuna.


“Tidak Pak. Saya kenal dekat aja nggak.” Arjuna terkekeh, begitupun Sena, Raja, Aldi , Alvin.


“Ya sudah, kamu boleh kembali ke tempat kamu. “ Arjuna menyuruh Tara untuk turun. Tara kembali ke tempatnya.


“Kalian sungguh-sungguh memalukan, membully siswa lain hanya karena seorang lelaki, terlebih lagi laki-laki itu tidak menyukai kalian. Mau jadi apa generasi ini? Jadi Preman? Kalau begitu tidak usah sekolah sekalian. Sisca kamu saya drop out dari sekolah."


Sisca langsung shock. Dia dikeluarkan dari sekolah. Semua gara-gara si culun. Sisca emosi melihat Alexa. Dia langsung menghampiri Alexa dan menamparnya, kemudian menjenggut rambut Alexa.


"Lo udah bikin hidup gue hancur, lo rebut Tara dari gue, lo bikin gue dikeluarin dari sekolah. Dasar jal*ng!"


Raja bergegas menarik Sisca dari hadapan Alexa. Tara mencoba melepaskan tangan Sisca. Arjuna merasa marah melihat Alexa diperlakukan seperti itu.


Ingin rasanya dia mengatakan kalau Lexa itu anaknya. Namun, dia tidak mau mengingkari janjinya pada Lexa. Arjuna berusaha menahan emosinya.


"Sisca lepaskan atau kamu akan di laporkan pada pihak berwajib!" teriak Arjuna. Mendengar itu, sontak Sisca terdiam dan melepaskan tangannya dari rambut Alexa.


Raja langsung menariknya agar menjauh dari Alexa. Sedangkan Tara, merapikan rambut Alexa. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Raja.


"Tidak apa-apa," jawab Alexa.


"Semua sudah jelas, siapa yang salah. Sanksi akan diberikan, keadilan akan ditegakkan. Sisca sudah saya keluarkan. Sekarang tiga temannya pun saya nyatakan dikeluarkan dari sekolah ini. Mereka bukan lagi murid dari sekolah ini." Arjuna bicara dengan tegas.


"Saya tekankan lagi, sekolah ini tidak akan mentolerir pembullyan dalam bentuk apa pun, baik verbal atau nonverbal. Siapa yang berani membully kami akan keluarkan! Cukup sekian terima kasih."


Arjuna pun melangkah ke sisi lapangan. Kepala sekolah kemudian memberikan beberapa kata lalu membubarkan barisan.


Sisca dan tiga orang temannya dipanggil ke ruangan BK. Mereka di beri surat untuk orang tuanya datang, guna mengeluarkan secara resmi.


Arjuna pun pergi ke ruangan khusus untuknya. Dia menelepon si kembar juga Alexa untuk datang ke ruangannya.


Saat ini merek sudah berada di ruangan Arjuna. "Ada apa Pah?"


"Apa maksud Sisca kamu nembak Alexa?" tanya Arjuna tanpa basa-basi.


"Itu, cuma buat melindungi Alexa agar tidak dibully lagi."

__ADS_1


"Tapi justru fans kamu yang bully dia!"


"Iya, maaf Pah." Tara merasa bersalah pada Alexa.


"Sudah Pah nggak apa-apa. Maksud Kak Tara baik, Emang cewek ya aja yang gila!"


"Kamu juga kapan kamu bisa rubah penampilan kamu?"


"Gimana nanti aja, Pah."


"Papah kasih kamu waktu satu bulan lagi. Setelah satu bulan Papah yang akan mengumumkan kalau kamu anak Papah."


"Jangan Pah. Iya aku akan merubah penampilanku satu bulan lagi. Papah sukanya ngancem."


"Kamu juga sama, sukanya ngancem," ucap Sena.


"Iya, kan keturunan Papah."


"Kalian kembali ke kelas. Nanti dimarahi guru, sana pergi!" Arjuna menyuruh mereka keluar.


"Yang manggil 'kan Papah sekarang malah diusir," gerutu Sena.


Mereka pun keluar dari ruangan Arjuna.


Alexa kembali ke kelasnya. Saat dia masuk, semua memperhatikannya, tetapi tidak ada bisik-bisik seperti biasa. Alexa duduk di kursinya.


Raja menunggu Alexa di halte. Alexa tidak mau pulang bareng karena takut di perhatikan yang lain, dia menyuruh Raja menunggu di halte, sementara Alexa pulang bersama Tara.


Begitu sampai halte Tara berhenti. Alexa turun dan pindah ke mobil Raja. Tara pun kembali berangkat.


"Kita makan dulu, ya?" Raja ingin mengajak Alexa makan. Dia ingin bersama Alexa lebih lama.


"Masa dengan penampilan begini. Pulang dulu ke rumah, oke!"


"Oke."


Raja melajukan mobilnya dengan semangat. Namun, semangatnya luntur ketika ingat Papahnya Alexa. Pak Arjuna terkenal tegas dan galak. Bagaimana jika dia tidak diizinkan berhubungan dengan Alexa.


Apakah Pak Arjuna akan memarahinya. "Sayang, nanti aku nggak turun ya. Aku tunggu di mobil aja."


"Kenapa, nggak turun? Nanti malah kelihatan nggak gentle di depan Papah, karena nggak sopan ngajak pergi tapi nggak ijin."


"Aku takut, Papah kamu nyeremin."

__ADS_1


"Aku bilangin Papah, ya." Alexa menakuti-nakuti Raja.


"Jangan dong. Nanti aku bisa-bisa langsung ditolak jadi calon mantu."


"Dih, udah calon mantu aja. Jauh banget mikirnya. Belum tentu juga kita akan menikah, kita masih SMA."


Ciiit


Raja tiba-tiba menghentikan mobilnya. "Kak Raja, kalau berhenti kira-kira dong!" Alexa mengusap kepalanya yang terbentur dashboard mobil. Untung nggak benjol.


"Aku nggak suka dengar kamu bilang gitu. Aku serius sama kamu dan aku ingin menikah dengan kamu. Pokoknya harus menikah dengan kamu!"


Raja kembali menjalankan mobilnya.


"Sekarang Kak Raja bilang begitu. Coba nanti kalau kuliah. Kak Raja akan bertemu dengan banyak cewek, yang dewasa atau lebih cantik dari aku. Terus nanti ketika kerja. Jiwa liar lelaki pasti akan keluar. Percaya sama aku. Jadi ngomongin pernikahannya nanti aja ketika sudah dewasa dan mengenal banyak cewek. Kita lihat apa Kak Raja masih sama atau malah minta putus?"


"Aku akan tetap mencintai kamu, si Culun kekasih Raja."


"Gombal!"


"Atau jangan-jangan kamu nanti yang begitu. Aku nggak pernah dengar kamu bilang cinta sama aku." Raja melirik Alexa.


"Kak Raja kan tahu, gimana kita bisa jadian. Aku belum merasakan cinta pada Kak Raja. Nggak tahu besok, lusa, bulan depan atau setahun kemudian mungkin aku baru suka sama Kakak."


"Aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku. Tidak akan aku biarkan kamu lepas dari genggaman."


"Aku tidak akan pergi jika bukan Kakak yang melepas genggaman itu."


Tidak terasa mereka pun sampai di rumah Alexa. Raja memasukkan mobil ke dalam perkara gan rumah Alexa.


"Ayo, Kak turun ijin sama Papah."


"Memangnya Papah kamu ada di rumah? Dia nggak ke kantor?"


"Kebetulan hari ini Papah ada di rumah. Yuk, ah."


Alexa turun dari mobil. Raja menghela nafas panjang dan menyiapkan mental untuk berhadapan dengan calon mertua.


"Bismillah." Raja lalu turun dari mobil. Setelah mengunci mobilnya, Raja melangkah perlahan menuju pintu depan. Terlihta pintu terbuka. Jantungnya berdebar semakin cepat seiring dengan jarak pintu yang semakin dekat.


...----------------...


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2