Si Culun Kekasih Raja

Si Culun Kekasih Raja
Bab 52


__ADS_3

Alexa terbangun tengah malam, dia merasa haus. Melihat tempat air di atas meja kosong, Alexa beranjak bangun dan mengambil tempat itu. Dia akan mengambil minum ke dapur.


Alexa membuka pintu, alangkah terkejutnya dia tiba-tiba ada Seba dan Tara yang terjatuh ke belakang karena mereka bersandar pada pintu. Jadi ketika pintu terbuka mereka terjatuh.


Sena dan Tara pun terkejut. Mereka langsung bangun. Maaf, Dek. Kamu mau ke mana?" tanya Sena.


"Kalian ngapain tidur di depan pintu?" Alexa tidak menjawab, dia justru balik bertanya.


"Kami cuma berjaga-jaga takutnya kamu butuh sesuatu." Tara melihat tempat air yang dipegang Alexa.


"Oh kamu mau ambil air minum, ya. Sini biar Kakak yang ambil kamu di sini aja." Tara mengambil tempat air tersebut dari tangan Alexa. Dia lalu bergegas pergi ke dapur.


Alexa menatap kepergian kakaknya dengan wajah datar. Dia lalu melihat ke arah Sena. Tatapan mereka bertemu. Alexa memutuskan pandangan dan pergi keluar kamar.


"Dek, tunggu kamu mau ke mana?" tanya Sena mengikuti Alexa.


"Aku mau bikin coklat hangat."


"Kamu tunggu di kamar aja. Nanti Kakak antar ke kamar coklat hangatnya." Sena lalu melangkah cepat mendahului Alexa.


"Mereka kenapa, sih? Lagi cari perhatian biar di maafin? Nggak semudah itu!" Alexa lalu kembali ke kamarnya dan menutup pintu kamar.

__ADS_1


Sena dan Tara kini di depan pintu kamar Alexa seraya membawa minum di tangan masing-masing. Sena membawa segelas coklat hangat, Tara membawa air di tempat minum yang agak besar, dia lalu mengetuk pintu kamar Alexa.


Alexa membuka pintu kamarnya. Tara dan Sena menyodorkan yang mereka bawa pada Alexa. Dengan tatapan dingin, Alexa memandang mereka lalu segelas coklat hangat dan tempat minum.


"Taruh, di situ aja," tunjuk Alexa seraya menggeser badannya.


Sena dan Tara pun masuk ke dalam kamar. Mereka menyimpan yang mereka bawa di atas meja. "Coklatnya habiskan, dan nanti kalau mau apa-apa kamu bisa minta sama Kakak." Sena tersenyum pada Alexa.


"Terima kasih, aku minta kalian jangan tidur di depan pintu lagi. Tidurlah di kamar kalian."


"Oke, tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan ketok pintu kamar Kak Sena atau Kak Tara." Mereka pun keluar dari kamar sang adik.


***


Alexa menuruni anak tangga satu per satu. Dia sudah berpakaian rapi. Pagi ini Alexa akan pergi ke proyek kantornya.


Di ruang makan sudah berkumpul orang tua dan kedua kakaknya, juga Kris. "Kris, kamu pergi pakai mobilku aja. Biar nanti aku naik mobil online."


"Kamu mau ke mana, Lex?" tanya Arjuna.


"Mau ke tempat proyek."

__ADS_1


"Oh, kamu biar papah antar aja."


"Sama aku aja, Pah. Lexa biar sama Sena aja. Kebetulan lagi agak senggang."


"Sama Tara aja."


"Udah, kita pergi bareng aja. Nanti aku antar dulu ke tempat kamu, gimana?" tanya Kris.


Semua ingin mengantar Alexa pergi. Namun, Alexa lebih nyaman pergi sendiri. "Gini aja, Kris lo pergi sama gue. Biar mobil itu dipakai Alexa." Tara paham keinginan adiknya.


Alexa melirik pada Tara. Rupanya Tara tahu mengerti apa yang dia inginkan. "Okelah kalau begitu!" Kris setuju dengan Tara.


***


Hari sudah siang, rasanya sungguh lelah. Perutnya sudah keroncongan, Alexa pun menepikan mobilnya di sebuah kafe. Setelah terparkir dengan benar, Lexa turun dari mobil.


Dia masuk ke dalam kafe, netranya mengelilingi ruangan mencari meja yang kosong. Ada satu di pojok, Alexa pun melangkah ke pojok. Dia memanggil pelayan setelah duduk.


"Lexa, pa kabar?" seorang wanita datang menghampiri dan menyapa setelah pelayan tadi pergi.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2