Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Selamat Datang Kekasih Ku


__ADS_3

Sesampainya di Castelia, pesawat mendarat dengan selamat. Tidak ada kendala apapun. Evan turun dari pesawat bersama rekan dan kakaknya. Mereka santai dulu sejenak di sebuah food court, untuk ngopi dan makan. Jose pergi sebentar menemui calon istrinya dan orang yang sudah mengkondisikan data baru untuk Evan. Hal itu semata-mata untuk menyempurnakan pelarian Evan. Sementara Evan duduk sendiri di sebuah meja, dan beberapa pengawal duduk di meja sebelahnya. Para pengawal sibuk mengamati area di sana.


Saat Evan sedang bersantai, tiba-tiba Vanessa datang ke meja Evan. Sontak Evan pun kaget.


"hai sayang..." kata Vanessa


"ya ampun... Kamu ngagetin loh" kata Evan


Evan melihat Vanessa dari atas kepala sampai ujung kaki, ada yang berbeda dengannya. Dia tampil sangat cantik, walaupun dengan pakaian yang sederhana. Karena memang Vanessa sudah dasarnya cantik di tambah dia lebih bisa memakai pakaian yang lebih cocok untuk dirinya.


"kamu ngeliat aku kaya gitu sih??" kata Vanessa


"oh... Engga, kamu cantik banget hari ini" kata Evan


"ah... Bisa ajah, kamu bangun tidur kali. dari kemarin juga aku kaya gini kok" kata Vanessa


"enggak ah... Sekarang keliatan beda" kata Evan


"mungkin karena tadi kamu liat aku masih pake seragam, sekarang ya santai begini. Justru aku malu ketemu kamu dengan dan-danan seperti ini" kata Vanessa


"malu kenapa??" kata Evan


"aku ga tau bakal ketemu kamu sekarang, jadinya aku santai begini. Tadinya kan abis kerja ya langsung pulang dan biasanya apalagi paling tidur" kata Vanessa


"apa mungkin kamu lebih cocok pake baju kaya gini ya" kata Evan


"yang jelas... Kamu masih SMA hahaha" kata Vanessa


"em... Kamu mulai rasis" kata Evan


"hahaha... Ya udah kalo kamu suka dandanan aku kaya gini, aku bakal dandan seperti ini. Khusus buat kamu" kata Vanessa


"terus... Kamu sendiri nyaman kaya gini??" kata Evan


"sayang... Ini sih pakaian aku mau tidur, liat ini jaket hoodie. Terus dalamnya cuman tank top sama celana pendek biasa. Kamu mah ngeledek aku kan??" kata Vanessa


"engga beneran, aku pesan dulu makan ya. Udah ga kuat laper" kata Evan


"jangan banyak-banyak loh... Kamu sekarang wajib ke rumah aku, nyobain masakan aku" kata Vanessa


"sekarang??" kata Evan


"iya sekarang... sekalian aku ngenalin kamu sama papa aku" kata Vanessa


"aku baru nyampe... Liat dulu nanti ya" kata Evan


"ah... Kamu tuh, mumpung ada di sini kapan lagi kita bisa ketemu" kata Vanessa


"iya santai dong... Aku di sini kan ga mungkin 1-2 hari, bisa sampai bulanan" kata Evan

__ADS_1


"ih... Beneran??" kata Vanessa


"iya asal ga ada cepu" kata Evan


"baik... Aku akan menjaga kamu dengan segenap jiwa raga aku, itu semua demi aku selalu hidup bersama mu" kata Vanessa


"kamu... Bisa gombal juga ternyata, ya udah aku pesan makanan dulu" kata Evan


"eits... Bentar biar aku ajah yang pesan" kata Vanessa


"oh... Oke" kata Evan


Evan kembali duduk, dan Vanessa pergi ke sebuah konter restoran buat membeli makanan untuk Evan dan dirinya. Evan yang sedang duduk santai dia teringat dengan pacarnya, tanpa menunggu lama dia langsung menghubungi Mirna.


Setelah Mirna mengangkat telepon dari Evan "hai..." kata Evan


"hai... Kamu kok pas banget, aku baru ajah beres ujian" kata Mirna


"oh... Ya, gimana lancar ujiannya??" kata Evan


"ya lumayan... Bukan masalah ujiannya sayang yang susah" kata Mirna


"apa dong masalahnya??" kata Evan


"nahan kangen aku sama kamu" kata Mirna


"ih... Aku mau banget kesana" kata Mirna


"sayang... Kamu bisa kan, nanti pas liburan kamu temenin aku di sini" kata Evan


"aku siap... Tapi" kata Mirna


"tapi kenapa sayang??" kata Evan


"aku di sini selalu ketakutan, aku takut kalo orang yang bersama kamu itu aku. Kemarin polisi ke rumah aku, dan mereka membawa aku ke kantor polisi dan aku di mintai keterangan" kata Mirna


"terus bagaimana lagi, apa mereka curiga sama kamu??" kata Evan


"aku banyak diam... Aku bilang, hari itu aku hanya diam di kamar dan tiduran. Hal itu yang yang di liat oleh orang rumah. Saat orang rumah pada keluar aku pergi ke rumah kamu. Jadi orang rumah tidak ada yang tau, kalo aku pergi ke rumah kamu" kata Mirna


"sukur lah... kamu masih aman, sebisa mungkin kamu bisa jaga diri kamu baik-baik" kata Evan


"iya kamu juga baik-baik di sana, mungkin sekarang aku merasa ada yang memperhatikan aku. Aku takut pembicaraan kita ada yang mendengar. Jadi jangan lama-lama kita teleponan" kata Mirna


"baiklah... Hati-hati di jalan pulangnya " kata Evan


Obrolan mereka pun berakhir, tak selang lama Vanessa kembali dengan membawa makanan untuk makan bersama. Vanessa melihat Evan sangat lapar, makannya begitu lahap dan cepat. Cara makan Evan kali ini sungguh berbeda dari yang pernah Vanessa lihat saat pertama kalinya bertemu.


"hei..." kata Vanessa

__ADS_1


"ah iya kenapa??" kata Evan


"kamu laper??" kata Vanessa


"banget... Sorry ya, aku fokus makan dulu" kata Evan


Vanessa tersenyum, melihat tingkah Evan yang lucu "aku bersyukur banget jadi pacar kamu" kata Vanessa


"oh iya, kenapa emang??" kata Evan


"selain kamu kaya, ganteng kamu juga sopan sama cewek. Aku kira saat kamu marah sama Fany, kamu cowok yang kejam" kata Vanessa


"uhuk... Uhuk.... Aduh aku sampai batuk gini di puji sama kamu" kata Evan


"hihihi... Hati-hati dong sayang makannya. Oh ya kalo menurut kamu, aku ini gimana??" kata Vanessa


"oke aku bakalan jawab saat suap terakhir ini ya" kata Evan


"ih... Kamu, sumpah deh kamu itu paling pinter kalo bikin aku penasaran" kata Vanessa


Vanessa langsung mendekat kepada Evan, kali ini dia duduk di samping Evan sambil menatap wajah Evan "udah tuh makanannya abis, jadi gimana" kata Vanessa


"oke... Kamu tuh cantik, baik hati sama..." kata Evan yang berkata belum beres


Evan hanya melihat Vanessa sangat dekat, tangannya membelai pipi Vanessa, dan mengangkat dagunya sampai bibir Vanessa di cium dengan mesra. Nafas Vanessa sangat besar dan jantungnya sangat berdebar kencang, dia sungguh menikmati ciuman itu. Vanessa sampai lupa kalo dia sedang berada di tempat umum.


Beberapa menit mereka berciuman, barulah Vanessa sadar. "sayang... Udah ah malu" kata Vanessa


"oh iya, itulah jawaban aku ke kamu" kata Evan


"selembut ciuman tadi" kata Vanessa


"yup..." kata Evan


Vanessa langsung memeluk Evan, dan saat mereka berpelukan Jose datang dan mengajak Evan untuk langsung berangkat.


"kamu mau pergi sekarang??" kata Vanessa


"iya, aku harus pergi dulu" kata Evan


"kita bakalan ketemu lagi kan??" kata Vanessa


"pastinya... Aku pergi dulu ya" kata Evan


"kabarin aku, kamu tinggal di mana" kata Vanessa


"oke... Bye" kata Evan


Evan pun pergi bersama kakaknya, dari jauh calon istri Jose sudah menunggu di dekat mobil.

__ADS_1


__ADS_2