Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Solusinya menikahi


__ADS_3

Obrolan yang terjadi antara Vanessa dan Nicky membuat Nicky sangat kesal dengan hubungan Evan dan Vanessa. Nicky sangat cemburu hingga dia mencari cara untuk membuat hubungan mereka putus.


Sementara itu di Castelia Fany masih menunggu kabar dari pihak kepolisian. Dan juga kehidupannya sangat menghawatirkan. Hari ini Fany sedang menjual rumahnya. Semua barang mewah miliknya habis karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menjalani kasus ini.


Adiknya Fany yaitu Leny menyarankan untuk menikah lagi. Namun Fany belum siap, dia masih mengingat almarhum suaminya. Hal itu juga desakan ibunya yang sangat khawatir dengan kondisi Fany. Keluarga besar Fany menginginkan kasus ini cepat berakhir. Tidak tega anggota keluarganya sering menyendiri dan bersedih.


Setelah Fany menjual rumahnya, Fany langsung kembali ke rumah orang tuanya. Dia langsung bertemu dengan adanya yaitu Leny. Leny menanyakan kabar kepada kakaknya itu.


"kak... Bagaimana sudah beres??" kata Leny


"ya. . Semoga uang ini cukup untuk kehidupan kakak Len" kata Fany


"tapi kak... Kehidupan itu masih panjang, apa cukup sama uang segitu??" kata Leny


"iya kakak tau, setelah kasus ini selesai kakak akan kembali nyari kerja atau ya mulai bisnis kalo masih ada modal" kata Fany


"jadi kapan sebenarnya kasus ini akan beres?? Berapa lama lagi??" kata Leny

__ADS_1


"sudah sampai mana suami kamu menyelidiki kasus ini??" kata Fany


"katanya sih... Kasusnya mentok tidak ada informasi kembali, mungkin beberapa hari ke depan jika kita ga ngasih pelicin sama mereka, kasus itu akan di berhentikan dahulu. Karena kata suami aku semuanya butuh untuk operasional" kata Leny


"apa?? Kenapa seperti itu?? Bukannya mereka di gaji?? Dan rakyat sudah memberikan kewajibannya kepada negara ini?? Gila sama bajingan nya kalo gitu" kata Fany


"kak .. Ibu akhir-akhir ini susah sekali untuk makan, kepikiran kakak terus. Aku khawatir kesehatannya akan memburuk. Dan kalo ibu sakit terus masuk rumah sakit. Aku ga sanggup buat biayain ibu, sekarang ajah untuk menghidupi mereka aku sangat kewalahan. Dan lagi .... Em... Kak aku lagi hamil" kata Leny


"apa kamu hamil?? Len... Selamat ya, kenapa kamu baru ngasih tau kakak sekarang sih??" kata Leny


"ya... Maafin kakak ya Len " kata Fany


"iya ka Leny ngerti kok, kondisi yang di alami kakak sekarang. Memang ga mudah tapi, masalahnya" kata Leny


"huh... Iya kakak sadari itu, kakak ga tau sekarang harus bagaimana lagi?? Apakah bisa si pembunuh itu ke tangkap??* kata Fany


*kak .. Leny minta maaf sebelumnya, bukannya Leny mau lancang atau gimana. Kenapa kakak ga nikah lagi??" kata Leny

__ADS_1


"ya .. Sudah terfikir sama kakak buat hal itu, tapi untuk mencari pria seperti almarhum kakak ipar mu sangat sulit* kata Fany


"ibu bilang sama aku, seandainya kalo kakak nikah lagi, kakak ga usah mengkhawatirkan menjamin kehidupan nya ayah sama ibu. Biar aku saja dahulu. Mungkin hari ini aku yang harus belajar banyak memberi sama mereka" kata Leny


"iya tetep Len... Mencari lelaki pendamping itu tidak mudah" kata Fany


"kak... Ini ide suami ku ya, bagaimana kalo kasus ini di bawa ke jalan damai. Kita datang ke rumah si pembunuh dan berdamai dengan syarat, si pembunuh itu menikahi kakak" kata Leny


"gila... Aku harus hidup sama dia?? udahlah" kata Fany


"kak... Kakak ga perlu mencintainya atau kakak ga perlu lah nemenin dia, yang terpenting hartanya bisa di kembangkan sama kakak. Terlebih ibu juga setuju kalo harus seperti itu" kata Leny


"kakak pikir-pikir dulu" kata Fany


"ya udah kalo udah ada jawaban bicara sama ibu ya" kata Leny


"oke baiklah" kata Fany

__ADS_1


__ADS_2