Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Bercinta Di Mobil


__ADS_3

"cil..." panggil Vanessa kepada Evan


"hah... Aku??" kata Evan


"iya kamu bocil" kata Vanessa


"yeh... Dasar tante-tante" kata Evan


"dasar kamu bocil" kata Vanessa


"bocil juga luar biasa* kata Evan


"ah bocil... Cewek lagi ketakutan juga ga peka" kata Vanessa sambil cemberut


"loh takut kenapa??" kata Evan


"iyalah takut, aku lagi menyembunyikan seorang pembunuh" kata Vanessa

__ADS_1


"sssttt... Jangan kencang-kencang kalo ngomong" kata Evan


"iya kamu sih ga peka sama aku" kata Vanessa


"iya terus kamu mau apa sih??" kata Evan


"katanya luar biasa" kata Vanessa


"oke... Bentar" kata Evan


Evan memanggil pramusaji "mas..!!"


Vanessa sangat kaget mendengar total apa yang di makan tadi. Tidak banyak bicara Evan langsung membayarnya semua.


Setelah beres transaksi, Evan menuntun Vanessa. "ikut aku" kata Evan. Vanessa mengikuti kemana Evan pergi, Evan mengajak Vanessa menuju parkiran dan Evan menuju ke mobilnya dan membuka pintu depan samping kiri, lalu Vanessa di masukan ke dalam mobil. Dan Evan memutari mobil dan membuka pintu depan sebelah kanan mobil, lalu Evan masuk ke dalam mobil.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, tidak lama hujan yang sangat deras turun di iringi petir yang sangat kencang. Saat itu Vanessa merasa aman, dan menyandar di jok kursi mobil menghadap ke kaca depan mobil.

__ADS_1


Evan membuka pelatuk jok kursi mobil yang di duduki Vanessa sehingga jok itu rata, dan Vanessa yang sedang bersandar jatuh sampai Vanessa dalam posisi tidur terlentang. Saat posisi itu juga Evan langsung berada di atasnya, dengan sangat agresif Evan mencium bibir Vanessa.


Tapi Vanessa menahan Evan, lalu dan melepaskan ciuman Evan. "Van... Gila kamu, kita lagi di mobil" kata Vanessa


"emang kenapa kalo di mobil??" kata Evan


"ya tahan dulu dong, ga ada tempat lain emang??" kata Vanessa


Dengan sangat kasar Evan mencium kembali bibir Vanessa dan memegang tangan Vanessa begitu kuat, sehingga Vanessa tak mampu melawan. Pada akhirnya Vanessa pasrah.


Ciuman Evan bukan saja di bibir Vanessa, tapi lama kelamaan Evan mencium bagian leher Vanessa. Begitu geli terasa oleh Vanessa, ******* pertama Vanessa di mulai. Evan mendengar hal itu semakin semangat, Evan terus memancing Vanessa untuk terus mendesah dengan cara mencium bagian leher dan kuping Vanessa. Dan hal itu sangat berhasil.


Vanessa pun bangkit hasratnya, Vanessa membalas ciuman ke leher Evan. Vanessa semakin tak terkendali, tangan Vanessa membuka celana Evan. Dan Vanessa bisa bangun dan duduk, sambil mendorong Evan. Evan pun tangannya menahan ke dashboard mobil. Evan merasa posisi ini kurang nyaman, di tambah celana Evan sudah terbuka. Vanessa yang sedang naik hasratnya langsung menghisap milik Evan. Evan sangat menikmati hisapan demi hisapan. Sehingga keluar di wajah Vanessa.


Evan sangat puas dan tersenyum, tapi Vanessa merasa belum terpuaskan. Vanessa mencari tisu di tasnya, dan ternyata dia lupa membawa tisu. Tapi Vanessa tidak menghiraukan masalah itu, dia akan mencium bibir Evan, tetapi Evan menolak karena merasa jijik melihat cairan miliknya berada di wajah Vanessa, Evan meminta Vanessa untuk membersihkan dahulu, tapi Vanessa kebingungan harus membersihkan bagaimana, ga ada tisu sama sekali di mobil.


Dan Evan menganggap permainan itu sudah selesai, karena wajah Vanessa yang kotor. Tapi Vanessa masih ingin bercinta, dia melakukan hal gila di saat hujan dan petir dia membuka kaca mobil, kepalanya keluar dan menghadap ke langit sehingga wajahnya terguyur oleh air hujan. Pada akhirnya dia membersihkan wajahnya oleh air hujan.

__ADS_1


Evan yang berada di dalam, itu hal yang paling gila saat di temui. Ada sebuah rasa kasian kepada Vanessa. Dan Vanessa sudah selesai membersihkan wajahnya. Lalu dia kembali tidur terlentang, dan menggerakkan telunjuknya memanggil Evan.


Evan yang sudah tidak ada hasrat lagi, karena sudah keluar kenikmatannya. Karena menghargai perjuangan Vanessa, Evan sangat terpaksa melakukannya lagi. Dan hal itu membuat permainan sangat lama, gerakan Evan pun terus cepat, sehingga Vanessa kewalahan menahannya. Banyak sekali Vanessa mengeluarkan cairan dan sampai sangat lelah menunggu Evan yang tak kunjung keluar.


__ADS_2