Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Terjebak Nafsu


__ADS_3

Tak ada wanita yang mampu menahan perasaan kesalnya ketika dia di tampar di depan umum. Wanita yang sanggup hanya Fany, bukan tanpa alasan dia bersikap tenang. Semuanya karena stres yang mendalam. Hari-hari yang kini dia lewati cukup menyiksa dirinya, namun kepandaian Fany untuk menyembunyikan perasaan itu sangatlah hebat. Tak satupun orang yang bisa menebak atau merasakan bagaimana perasaan hatinya saat ini, tidaklah hanya dirinya dan Tuhan yang tau.


Begitu juga ketika dia bertemu dengan wedding organizer, Fany seperti tidak terjadi apa-apa. Yang dia inginkan hanyalah dekapan dan pelukan kasih sayang dari seorang suami. Fany sangat tidak fokus ketika ngobrol bersama wedding organizer, pikirannya terbawa bayangan seorang lelaki yang akan menggantikan almarhum suaminya. Sudah lama hidup menjanda dan ketika masih ada Riko pun jarang sekali merasakan kelembutan kasih sayang, jangankan melakukan hubungan untuk menyandarkan lelahnya Fany di dada seorang lelaki sulit sekali. terakhir kali Fany berhubungan ketika Evan membunuh Riko, dan itupun Fany tak merasakan puncak kenikmatan.


Entahlah ke 2 wedding organizer ini masih belum memulai persentasenya, dia masih menunggu Evan. Fany ingin cepat pulang dan beristirahat. Saat Fany menyandar di sofa, Fedryn sang wedding organizer membuka blazernya, hanya menggunakan kemeja putih yang ketat, sehingga bentuk badannya terlihat oleh Fany. Saat itulah Fany menarik nafas sangat panjang. "ah... badan itu" kata Fany dalam hatinya. Fany menyukai Fedryn. "aku tak tahan lagi" kata Fany dalam hatinya. Ingin sekali Fany menggoda Fedryn tapi sayangnya Marina partner Fedryn ada di sebelahnya.


Terdengar suara pintu cafe terbuka, Fany melihat siapa yang masuk. Dan ternyata Evan yang datang dengan badan dan wajah sangat lesu. Pandangan Evan mencari dimana Fany duduk, setelah menemukan dia langsung mendekati ke meja Fany. Mereka saling bertatap seperti bertemu dengan musuh.


Tapi ketika Evan sudah ada di depan meja, lagi-lagi Fany tampil apik. Dia berusaha bersikap mesra dengan Evan. Bukan tanpa alasan, Fany merasakan kehadiran beberapa media yang siap meliput hubungan mereka.

__ADS_1


"nah... Ini dia calon suami saya" kata Fany


"oh halo pak" kata Fedryn sambil berdiri dan bersalaman, dan di lanjutkan bersalaman dengan Marina.


Dengan seketika wajah Evan sangat berubah, sampai-sampai Fany kaget. Dia sangat terlihat dewasa dan profesional.


"ya... Silahkan duduk kembali" kata Evan


"udah aku bilang aku ada urusan sebentar" kata Evan sambil memegang pinggang Fany

__ADS_1


Fany kaget tiba-tiba dia memegang pinggangnya, tapi jarinya terus bergerak ke daerah perut dan Fany merasa geli. Fany sangat suka, dia memandang Evan dengan wajah yang dewasa. Nafas Fany semakin berat, dia menyandarkan kepalanya ke dada Evan. Jari Evan yang berada di perut Fany menggerakkan sehingga Fany sangat geli.


Saat itu pula persentasi dari wedding organizer di mulai, para wedding organizer tidak sadar jika mereka melakukan sesuatu di hadapannya. Yang mereka lihat kemesraan calon mempelai saja. Sehingga mereka fokus dengan memberikan konsep pernikahan Fany dan Evan.


Sementara itu Fany sangat menikmati mendekap di dada Evan, sambil perutnya di pegang-pegang oleh Evan. Fany ingin sekali mendesah, tapi dia menahannya. tak lama ke dua wedding organizer itu memberikan materi konsep nanti. Evan dan Fany pun setuju-setuju ajah apa yang mereka bicarakan tanpa menambah atau mengurangi konsepnya. Karena sudah merasa cukup pertemuan kali ini, ke dua wedding organizer itu berpamitan.


Sesudah wedding organizer itu pergi meninggalkan cafe. Evan mengajak Fany ke toilet, di toilet itulah Evan mencium bibir Fany sebentar dan mencium leher, di iringi tangannya memegang bagian dadanya Fany. Fany begitu menyukai di perlakukan seperti itu, tapi entah kenapa tiba-tiba mood Fany cepat berubah ketika Evan membuka celananya.


Fany malah mendorong Evan dan menamparnya. Lalu Fany pergi meninggalkan cafe itu dan pulang dengan menggunakan taksi. Di sepanjang jalan Fany menangis, sampai rumah pun Fany pulang tidak menyapa adik dan ibunya. Dia langsung masuk kamar dan menangis.

__ADS_1


Evan yang di tinggalkan di cafe tersebut sangat kebingungan dengan kondisi Fany. Dia tiba-tiba marah dan pergi begitu saja??


Evan bertanya-tanya, "kenapa dia?? Bukannya tadi sudah menikmatinya. Padahal sedikit lagi, goblok gagal lagi" kata Evan dalam hatinya.


__ADS_2