
Ke esok kan harinya, Fany berkunjung ke rumah orang tuanya. Di sana Fany berdiskusi kembali dengan orang tuanya. Ke dua orang tua Fany terus membujuknya agar segera menutup kasus itu. Fany pun merasa kasihan kepada ke dua orang tuanya. Dia bersedia berdamai dengan Evan, tapi dengan syarat Evan harus menikahi Fany.
Hari ini juga Fany langsung datang ke rumah Evan untuk bernegosiasi. Dengan di kawal pengacaranya dan pihak kepolisian keluarga Fany langsung berangkat mendatangi rumah Evan.
Di rumah Evan seluruh pengawal bersiap-siap, mereka menyangka akan menggeledah rumah Evan. Tapi dari pihak kepolisian langsung memberitahu seluruh pengawal yang ada di rumah Evan. Bahwa mereka akan bernegosiasi dengan keluarga Evan.
Di rumah Evan hanya ada ibunya Evan, ibunya Evan menyiapkan sebuah ruangan untuk pertemuan kali ini. Dan ke dua keluarga saling bertemu, untuk membicarakan tentang kasus ini.
"sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian sehingga anak saya membunuh suami anda nona Fany" kata ibunya Evan
"apa anak anda tak pernah bercerita tentang kasus yang saya laporkan?" kata Fany
"hari itu saya mendapatkan informasi bahwa suami saya meninggal dunia, baru saja kami berkabung sudah mendapatkan informasi lagi bahwa anak saya tersandung kasus pembunuhan" kata ibunya Evan
"ya semuanya berawal kakak saya sendiri yang melaporkan pemalsuan pajak suami anda, dan mungkin suami kakak saya khawatir terbongkar semua kepalsuan kerjaannya itu, akhirnya dia melaporkan kepada temannya dari anggota kepolisian dan merekalah yang menghabisi suami anda" kata Leny
__ADS_1
"apa?? Jadi mereka-mereka ini yang menghabisi nyawa suami saya??" kata ibunya Evan
"betul sekali, saya atau kami hanya menjalankan tugas dari atasan saya. Kami tidak bisa menolak hal itu, dan bagian dari kmamilah yang awal kali membunuh" kata suami Leny
*jadi apa maksud anak anda membunuh suami saya??" kata Fany
"saya tidak tau, cukup sedih mendengar suami saya meninggal di dalam penjara. Dan ternyata saya baru tau kalo suami saya telah di bunuh" kata ibunya Evan
"jadi dimana Evan sekarang??" kata Fany
"oke ibu... Gini, maksud kedatangan kami ke sini kami ingin berdamai dan menutup kasus ini " kata suami Leny
"baik kalo begitu, kami terima segala keputusan kalian" kata ibunya Evan
"tapi maaf ada syarat khusus, kami ingin menjalin kekeluargaan di antara kita. Karena persahabatan almarhum pak Riko dan almarhum pak Hermawan sudah terjalin sangat lama. Jadi kami menjalin kembali dan menghentikan permusuhan ini" kata Leny
__ADS_1
"maksud anda??" kata ibunya Evan
"kakak saya Fany, siap untuk di nikahi anak ibu, Evan. Mohon kiranya Evan cepat melamar kakak saya" kata Leny
"iya betul bu... Kami lihat Evan sudah tumbuh dewasa, kecerdasannya di usia muda hampir seperti ayahnya dan kami menilai anak saya Fany cocok untuk mendampingi Evan. Dia masih kritis dan selalu mengedepankan kebenaran. Kami berharap perusahaan yang di berikan almarhum kepada Evan. Bisa di kelola bareng dengan anak kami" kata ibunya Fany
"sebenernya aku tidak mau melakukan perjodohan ini, walaupun saya percaya Evan dengan semuda ini bisa menyukai Fany dengan tulus. Tapi saya akan mengusahakan persyaratan kalian" kata ibunya Evan
Fany yang sedang tertunduk mendengar diskusi mereka, dia sangat bersedih harus menikahi dengan pria yang terlalu muda. Di tambah lagi dia tidak kenal sama sekali dan sudah di pastikan tidak mencintainya. Tiba-tiba ibunya Fany bertanya. "Oke... Saya tanya anak saya, Fany apakah kamu siap mencintai Evan??".
"em... Iya mah, aku... Aku udah mencintai Evan kok mah" kata Fany
"ibu dengar sendiri pernyataan anak saya" kata ibunya Fany
"besok akan ku panggil Evan, dan membicarakan hal ini. Mungkin malamnya Evan akan melamar, jadi saya minta persiapkanlah besok malam" kata ibunya Evan
__ADS_1
"oke... Kalo begitu, aku tunggu kedatangan kalian. Kami pamit" kata ibunya Fany