Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Pertikaian


__ADS_3

Sore ini pesawat dari Castelia baru saja datang di Casia. Evan sudah siap menunggu Mirna di bandara. Setelah pesawat turun dari penerbangannya, Mirna sudah terlihat dari ke jauhan. Wajah sumringah Evan pun sangat terlihat jelas. Perlahan Mirna berjalan ke arah pintu keluar sambil melihat kanan kiri. Dia terus berjalan dan akhirnya Mirna dan Evan bertemu juga. Mereka langsung berpelukan melepas rasa rindu yang amat dalam. Kurang dari satu Minggu saja mereka tak bertemu dan kini Evan siap melaksanakan janjinya kepada Mirna.


Namun tak di sangka, pesawat yang di tumpangi Mirna. Sama dengan pesawat dimana Vanessa bekerja. Saat Evan dan Mirna saling memeluk, dan bercanda datanglah Vanessa yang langsung menyapa Evan.


"sayang... Maaf ya lama" kata Vanessa sambil memeluk Evan dan mencium pipi Evan


Mirna yang sedang berada di hadapan Evan dia sangat kaget, dan langsung bertanya kepada Evan "sayang ini siapa??" kata Mirna


Evan santai saja tidak ada rasa gugup sedikitpun, dengan santainya dia menjawab "ga tau sayang, aku ga kenal. Mending kita berangkat ya"


Sontak Vanessa pun sangat marah kepada Evan, dia langsung mendorong Mirna hingga jatuh dan menampar Evan. "anjing lu Van... Loe anggap gw apa?? Loe rampas keperawanan gw. dengan seenaknya loe bilang ga kenal sama gw." kata Vanessa

__ADS_1


Terjadilah pertikaian yang sangat hebat, Evan membalas tamparan Vanessa. Setelah menampar Vanessa Evan membangunkan Mirna. Dan Mirna mendorong kembali Vanessa. Vanessa tersungkur, dia sangat marah sekali dan dia mengambil sebuah pisau kecil yang menyatu dengan alat potong kuku. Vanessa bangun dan Pisau itu di arahkan kepada tubuh Mirna. Vanessa sambil melompat, Mirna sangat ketakutan melihat tajamnya sebuah pisau yang akan menancap ke arah leher Mirna. Dia merasa bahwa hidupnya sampai di sini sajah, Mirna memejamkan matanya. Dia sangat pasrah dalam kondisi seperti ini. Tapi beruntungnya Evan menabrak Vanessa dengan tubuhnya sehingga Vanessa terpental dan kembali jatuh.


Dengan segera Evan memanggil pengawalnya untuk mengamankan Vanessa. Di bantu oleh security bandara. Nicky yang juga ikut mengawal Evan, dia sangat sedih melihat Vanessa di perlakukan kasar oleh Evan.


Pengawal Evan menjambak rambut Vanessa, dan memegang tangan Vanessa. Tapi Nicky langsung mengambil tindakan. Dia segera mendekati Vanessa, dan dia membangunkan Vanessa. Lalu membawanya ke tempat yang lebih aman. Vanessa di bawa ke sebuah food court dan di berikan sebotol minuman oleh Nicky. Dia menangis sambil menutup wajahnya, bukan hanya sakit hati yang di derita Vanessa, tapi malu dan badannya terasa memar.


"Cha... Wajah kamu membiru, aku bawa kamu ke rumah sakit ya" kata Nicky


"engga Cha... Lihat kondisi kamu, aku ga tega ninggalin kamu, aku antar kamu pulang ya" kata Nicky


"buat apa kamu disini?? Kamu ga akan bisa bereskan masalah ini" kata Vanessa

__ADS_1


"engga... Ga mungkin aku ninggalin kamu di sini sendiri, liat badan kamu penuh memar" kata Nicky


"aku bilang pergi..." teriakan Vanessa menyuruh Nicky pergi


Nicky melihat di sekitar, orang-orang melihat kepadanya. Dan Nicky pergi dari food court itu menunggu Vanessa dari luar.


Sementara itu, Mirna sangat shock. Dia hanya bisa memeluk Evan "sayang aku takut" kata Mirna sambil menangis


"tenang sayang ada aku di sini, aku ga akan ninggalin kamu. Sebaiknya kita pergi dari sini" kata Evan


Evan, Mirna beserta para pengawalnya pergi meninggalkan koridor bandara, dan menuju tempat parkir untuk pergi meninggalkan bandara.

__ADS_1


__ADS_2