
Malam ini Evan sudah siap berangkat ke rumah Fany. Evan berangkat bersama keluarga dan bodyguardnya. Waktu berjalan begitu cepat, Evan sangat pasrah demi menebus segala kesalahannya. Hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya, dia harus menjalani dengan segala keterpaksaan.
Sesampainya di rumah Fany, Evan dan keluarga di sambut dengan hangat. Tetangga Fany pun bertanya-tanya, ada apa rumah Fany kedatangan banyak orang di malam hari seperti ini??. Tapi lamaran mereka berjalan lancar. Bahkan minggu depannya akan di laksanakan resepsi pernikahan. Hati Evan makin berat, pada saat acara makan bersama Evan meninggalkan ruangan. Dan pergi ke teras depan rumah Fany.
Evan hanya duduk, minum, dan merokok sambil merenung. Dia rindu ayahnya. Rindu support ayahnya yang dahulu selalu mendengarkan keluhan Evan, atau jika Evan menghadapi masalah ayahnya selalu memberi tau jalan keluarnya.
Bukan hanya Evan, Fany pun seperti itu juga. Dia harus menikah dengan pria yang tidak sama sekali dia cintai. Semuanya adalah korban dari perasaan orang tuanya. Dan kali ini Fany di suruh ibunya untuk menemani Evan yang sedang berada di luar.
Fany sangat menuruti ibunya, dia tak mau mengecewakan ibunya. Fany menemui Evan yang sedang di luar. Kemudian dia duduk di tembok yang tingginya setinggi kursi. Dia melihat Evan yang sedang melamun. Mata Evan melirik kepada Fany.
"jangan terlalu percaya diri, aku menikah dengan mu hanya menghargai orang tua saja" kata Evan
Fany tersenyum kecil sambil menghela nafas, "tadinya aku ingin melihat mu terbaring di penjara. Dan tidak lama kamu mati seperti ayahmu" kata Fany
__ADS_1
Evan sangat marah sekali apa yang di katakan Fany tersebut. Sangat menyakiti hatinya. "kenapa kamu ga melakukannya" kata Evan
"ibu ku yang meminta mencabut laporannya" kata Fany
"hah... Demi harta keluarga ku, kalian tega menghancurkan masa depan ku" kata Evan
Perkataan Evan kali ini sangat menyakitkan "apa kamu bilang?? Harta?? Tidak sedikitpun aku mau memakai harta mu, aku bisa mencari yang lebih baik dari mu" kata Fany
"hahahaha.... Jadi pramugari?? Pramugari tengil seperti mu tidak pantas ada di atas pesawat" kata Evan
"pelacur itu?? Hahaha... Mungkin dia mati bunuh diri" kata Evan
"hei... kalo bicara jangan asal ngomong, bocil tolol" kata Fany
__ADS_1
"kenapa emang?? Loe mau apa sama gue??" kata Evan
Saat mereka dalam kondisi memanas datanglah orang tua mereka. "oh... Pada di sini toh" kata ibunya Evan
Seketika mereka pura-pura baikan dan harmonis.
"mamah mau pulang sekarang, kamu mau di sini dulu??" kata ibunya Evan
"ah engga mah... Kayanya aku ikut pulang sekarang deh mah. Aku capek banget pingin istirahat" kata Evan
"loh... Kasin dong Fany" kata ibunya Evan
"ah... Enggak apa-apa tante, lain waktu bisa ketemu lagi kok hehehe" kata Fany yang sedang berpura-pura baik
__ADS_1
Dan Evan bersama keluarga kembali ke rumah setelah acara lamaran itu berakhir. Dalam perjalanan Evan hanya berdiam diri. Jose yang sedang menyetir mobil, dia melihat raut wajah Evan. Dalam hatinya Jose ingin merasakan bagaimana perasaan Evan sekarang.