
Ke esok harinya Evan berencana akan mencari Mirna. Pagi ini sudah siap akan berangkat, tapi pada saat akan membuka pintu rumah ibunya memanggil.
"Evan..." teriakan ibunya dari ruangannya
"ya mah..." kata Evan
"sini sebentar" kata ibunya Evan
Evan langsung menemui ibunya dan berinteraksi dengan ibunya. "ada apa mah??"
"kamu mau pergi?? Pagi-pagi gini mau pergi kemana??" kata ibunya Evan
"keluar ajah sebentar mah... Jenuh di rumah terus" kata Evan
"ajakin Fany dong .. Kamu maen kek sama dia, cari apa gitu buat persiapan nikah nanti" kata ibunya Evan
"ah... Engga lah aku berangkat sendiri ajah" kata Evan
"kamu ini... Punya calon istri didiemin ajah, bentar mamah telepon Fany nya biar dia siap-siap dulu" kata ibunya Evan
Evan tak bisa berbuat apa-apa ibunya Evan benar langsung menelepon Fany. "halo Fany" kata ibunya Evan
"oh... Iya Tante kenapa??" kata Fany
"ini si Evan mau jalan-jalan tapi sendiri, kamu temenin ya, nanti Evan jemput ke rumah" kata ibunya Evan
"oh iya bu... Aku siap-siap dulu ya bu" kata Fany
Kali ini Evan terpaksa harus datang ke rumah Fany, sesampainya di rumah Fany, Evan di sambut oleh adiknya.
"oh... Ka Evan, em... Kakak atau ade ya?? Aku jadi bingung manggilnya" kata Leny
"Evan ajah" jawab Evan dengan sangat cool
Leny memperhatikan Evan, dia terlihat sangat tampan dan wangi. Pikiran nya terjebak dalam lamunan. Tampaknya Leny menyukai calon kakak iparnya itu. Dia senyum-senyum sendiri.
"kamu kenapa??" kata Evan
"ah... Engga, sorry. Silahkan masuk, kakaknya lagi mandi dulu" kata Leny
Evan pun masuk ke rumah, dan duduk di ruang tamu. "kamu mau minum apa??" kata Leny
"ga usah, bentar kok. Datang Fany aku mau pergi langsung" kata Evan
"ya udah aku siapin kopi ya, kamu ngerokok kan??" kata Leny
__ADS_1
"oh... Iya udah, terserah ajah. Terimakasih sebelumnya" kata Evan
"oke bentar saya ambilkan dulu kopinya" kata Leny
"oh ya di sini boleh ngerokok??" kata Evan
"em... Boleh boleh" kata Leny
Selagi menunggu Fany Evan merokok dahulu sambil bermain handphone. Dia coba chat Mirna "sayang... Kamu di mana??". Setelah Evan chat seperti itu, Evan melihat centang biru dua. Artinya Mirna sudah membaca chat nya. Evan menunggu balasan dari Mirna, tetapi sampai datangnya Leny membawakan kopi masih tak kunjung membalas chat nya.
"Van... Ini kopinya" kata Leny
"oh ya terimakasih" kata Evan
"cobain deh... Em takut ga enak, soalnya aku baru kali ini menghidangkan kopi sama tamu" kata Leny
"oh ya nanti ajah masih panas" kata Evan
"kenapa?? Ga enak pasti ya??" kata Leny
"aku udah kebayang rasanya, tanpa aku meminumnya juga" kata Evan
"kamu hebat, beneran gimana caranya?? Di isep doang ya wangi kopinya??" kata Leny
"oh... Iya-iya, cuman aku takut ajah kalo airnya kebanyakan" kata Leny
"iya asalkan gelas khusus kopi pastinya sudah pas, kecuali di bikinnya pake teko baru ga akan enak" kata Evan
"hahaha... Kamu bisa ajah" kata Leny
Leny tertawa sendiri, hatinya sangat senang ngobrol sama Evan. Padahal menurut Evan itu sesuatu yang ga lucu. Tapi itu buat Leny sangat lucu.
"ya udah aku minum ya, mana Fany kok masih belum muncul juga??" kata Evan
"tadi aku bilang dia masih mandi, ya mungkin sekarang dia masih dan-dan kali di kamarnya" kata Leny
"emang lama ya kalo dia dan-dan??" kata Evan
"ih... Kamu ga sabaran amat sih, emang mau bawa cewek jalan penampilannya ga enak di liat??" kata Leny
"ya maksudnya udah laku ini kan, mau nikah juga buat apa dan-dan" kata Evan
"ah... kamu emang dasar bocil, justru karena udah laku. Cewek itu dan-dan buat cowokmu kali bukan pingin di lihat cantik sama orang lain" kata Leny
Setelah mereka berdebat, Fany pun datang dari kamarnya. Dan kali ini Evan melihat Fany sangat cantik. Yang sebelumnya Evan memang menyukai Fany saat pertama kali di pesawat. Tapi karena sikap Fany nya yang ga respect jadi Evan kurang suka sama Fany.
__ADS_1
"kamu udah lama nunggu??" kata Fany
"ya lumayan" kata Evan
"enggak kok baru ajah datang Evan nya, tuh kopinya juga belum abis" kata Leny
"ya udah kita jalan" kata Fany
Mereka jalan bersama menggunakan mobil Evan. Dan Fany bertanya kepada Evan "kita mau berangkat kemana hari ini??"
"oh .. Aku mau cari cewek aku" kata Evan
"ngapain nyari dia??" kata Fany
"ngapain?? Aku kangen sama dia" kata Evan
"jadi... kamu ngajak aku jalan cuman nemenin kamu nyari cewek kamu gitu??" kata Fany
"tadi yang nyuruh kamu siapa??" kata Evan
"ya... Iya tadi ibu kamu" kata Fany
"ya... Seperti itu, aku ga pernah ngajak kamu" kata Evan
Fany sangat kesal, dia kira mau jalan-jalan ke mall atau persiapan untuk pernikahan nanti. Fany hanya diam dengan memasang muka yang kesal. Evan sadar fany pasti kesal dengan sikapnya Evan. Tapi Evan sangat cuek sama Fany. Tapi Evan selalu menatap wajah Fany. Apalagi melihat bibir Fany yang menggemaskan buat Evan.
Kali ini Evan menuju rumahnya Mirna. Mirna sedang ada di dalam bersama temannya. Mirna mengenali suara mobil Evan. Dia enggan menemui Evan. Dia berbicara sama temannya, dan dia meminta temannya untuk menghadapi Evan.
"Jes... Tolong gw, itu Evan. Kalo dia ke sini kamu ya yang bukain pintu" kata Mirna
Jesslyn yang paham dengan cerita yang di alami Mirna, dia sangat mengerti dengan kondisinya.
"ya udah tenang ajah, aku ga bakalan kalian bertemu lagi" kata Jesslyn
Suara bel rumah mirna berdering. Jesslyn membuka pintu rumah Mirna dan langsung menanyakan "kamu mau apa kesini??"
"hai Jes... Aku mau ketemu Mirna" kata Evan
"Mirna tidak ada di sini" kata Jesslyn
"please Jes... Aku mau ketemu sama dia" kata Evan sambil mendorong pintunya
Tetapi Jesslyn terus menghalangi jalan masuk. Terjadi saling dorong mendorong antara Jesslyn dan Evan. Dan Jesslyn mendorong Evan sangat kencang. Sehingga Evan terjatuh, pada saat terjatuh terlepas lah sebuah pistol dari celana Evan. Dan terlihat oleh pak RT dan warga di sana yang kebetulan sedang melewati rumah Mirna.
Dengan sangat cekatan pak RT dan warga di sana menangkap Evan. Fany yang berada di mobil kaget, kenapa si evan?? Hampir saja Evan di keroyok oleh warga. Tapi masih di lindungi oleh pak RT
__ADS_1