Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Berita Mendadak


__ADS_3

Hari ini juga sekolah sudah mulai masuk kembali setelah libur sekitar satu minggu. Evan memulai sekolah dengan biasanya, karena memang dia termasuk murid yang biasa saja. Waktu sudah menunjukkan jam istirahat, Evan pergi ke kelas sebelah untuk menemui Mirna.


Mirna adalah kekasih Evan yang sudah lama sekali menjalankan hubungan bersamanya. berawal dari perkenalan awal kali masuk sekolah. satu bulan Evan mendekati Mirna dan berhubungan sampai sekarang. mereka begitu saling mencintai, Mirna adalah kekasih yang setia, baik hati dan cukup untuk memenuhi kebutuhan Evan saat pacaran. tetapi sebaliknya Evan yang justru bermain di belakang Mirna. tetapi memang di hati Evan hanya Mirna seorang yang di cintainya.


Seperti biasa, Evan mendatangi Mirna di kala jam istirahat dan saat pulang sekalian mengantarkan Mirna pulang. memanfaatkan waktu yang sedikit Evan mau bercerita kepada Mirna saat liburan.


"lagi ngobrolin apa nih?? seru banget" tanya Evan yang tiba-tiba datang di belakang Mirna yang sedang ngobrol dengan temannya


"hai sayang... liburan kok ga ajak-ajak sih" kata Mirna


"sengaja... aku mau kasih surprise sama kamu" kata Evan


"ye... ga ada kabar, tau-tau ada di Casia. itu bukan surprise. aku juga pingin ikut" kata Mirna


"itukan acaranya kakak ku, ya mungkin momennya ga akan pas... aku juga jenuh liburan di sana" kata Evan


"jenuh kenapa sih?? itukan kota yang indah.... banyak tempat wisata yang bentuknya bangunannya indah-indah, aku mau ke sana" kata Mirna


"oke... kita berangkat liburan nanti ya" kata Evan


"serius kamu mau ngajak aku kesana??" kata Mirna


"iya dong... kapan sih aku ga serius sama kamu" kata Evan


"janji loh ya... " kata Mirna


"iya janji... nih oleh-oleh buat kamu" kata Evan


"wah... makasih banget sayang, aku buka sekarang ya" kata Mirna


"boleh... apa coba isinya??" kata Evan


"em... sayang, kamu beneran ngasih ini sama aku?? ini tas yang aku mau tau" kata Mirna


"iya semoga kamu seneng oleh-oleh dari aku" kata Evan


"oh iya emang apa yang buat kamu jenuh di sana?? tadi kamu belum jawab" kata Mirna


"yang jelas... ga ada kamu di sina, terus di tambah lagi kakak aku mau nikah kan, ya aku juga jadi kepingin " kata Evan sambil tersenyum


"idih... udah ngomongin nikah ajah kita, masih ke jauhan, sekolah juga belum beres" kata Mirna


"iya loh aku akhir-akhir ini aku sering ngelamun kalo nanti nikah kita gimana ya??" kata Evan


"ngelamun apanya ayo... ??" kata Mirna

__ADS_1


"iya ngelamar banyak hal, aku bosen yang nyediain kopi asisten melulu. aku ngelamun kamu yang ngelayanin aku" kata Evan


"oh di bikinin kopi... kirain bagian itunya" kata Mirna


"bagian apa??" kata Evan


"itu tuh... masa ga ngeuh sih" kata Mirna


"bagian ini nya ya" kata Evan sambil mencolek pantatnya Mirna


"ih... ayang, berani ya" kata Mirna


Evan langsung keluar kelas dan kembali ke dalam kelasnya dan mengucapkan "bye sayang"


Di dalam kelas Mirna hanya tersenyum sendiri sambil melihat Evan pergi. saat Evan akan masuk ke kelasnya, handphonenya berdering ada panggilan dari ibunya. merasa sangat tak biasa Evan langsung mengangkat telepon dari ibunya.


"halo mah..." kata Evan


"Van... ayah mu Van" kata Jean ibunya Evan, sambil nangis terinsak-insak


" ayah kenapa mah??" kata Evan


"ayah mu... di bawa polisi" kata Jean


"kenapa bisa mah?? kakak kemana??" kata Evan


"ya ampun... terus aku sekarang harus bagaimana??" kata Evan


"kakak mu lagi jalan ke sekolah kamu, dia mau jemput kamu" kata Jean


"ya udah aku siap-siap" kata Evan


Dan bell masuk berbunyi, tandanya murid harus kembali belajar. Evan membereskan peralatan sekolahnya ke dalam tas. kebetulan sekali guru pelajaran datang dengan tepat waktu. handphone Evan pun berdering kembali, ada sebuah panggilan dari kakaknya.


"Van... kakak di luar, cepat ikut kakak sekarang juga" kata Jose


"oke ka... sebentar saya kesana sekarang" kata Evan


Guru mata pelajaran melihat Evan yang sedang sibuk berbicara di telepon. gurunya pun langsung menegor Evan.


"Evan... lagi apa kamu??" kata gurunya Evan


"Bu saya mau izin pulang dan sudah di jemput kakak di depan sekolah" kata Evan


"izin mau apa?? tiap pelajaran ibu kamu selalu berulah" kata guru Evan

__ADS_1


Evan langsung datang ke depan meja guru, dan dia berbicara pelan-pelan sama gurunya.


"Bu... maaf, saya izin pulang. ayah saya di bawa polisi dan sekarang aku mau ke sana. kakak ku sudah menunggu di luar sekolah" kata Evan


ibunya kaget mendengar berita ayahnya di bawa polisi, "iya Van... ya udah ibu izinin cuman lain kali kalo lagi pelajaran ibu, kamu jangan berulah" kata gurunya Evan


"iya bu saya janji... makasih ya bu, saya pamit dulu. sama satu lagi hal ini jangan di berikan informasi kepada guru atau murid yang lainnya" kata Evan


Evan langsung berlari keluar kelas, dan saat melewati kelas sebelah Mirna yang sedang berdiri di dekat pintu kelasnya, melihat Evan lari sangat terburu-buru. Mirna langsung menanyakan, kepada Evan.


"yang... mau kemana??" kata Mirna


"aku pulang duluan ya sayang, dah" kata Evan


"pulang... kenapa kamu pulang?? kamu sakit??" kata Mirna


Evan langsung berlari kembali, pertanyaan Mirna pun tidak di jawabnya. dan Mirna hanya memanggil dari jauh


"sayang... Evan... Evan " kata Mirna


Evan hanya melihat ke belakang tepatnya ke arah Mirna, dia tetap berlari. sesampainya di gerbang Evan di berhentikan oleh pa security, yang sedang menjaga di pintu gerbang.


"Evan kamu mau kemana?? belum waktunya pulang" kata security


"saya izin pulang pak... saya udah izin" kata Evan


"mana surat izinnya??" kata security


"saya lagi terburu-buru pak, itu kaka saya sudah menunggu" kata Evan


"ga bisa gitu, harus ada surat izinnya baru saya buka gerbangnya " kata security


"pak... kalo ga percaya, silahkan telepon ke ibu Meli" kata Evan


"oke saya telepon dulu Bu Meli, tunggu di situ" kata security


"aduh pak... bakalan lama, buka dulu dong. sudah pasti bu Meli mengizinkan saya kok" kata Evan


security menelaphon kepada bu Meli, dan ternyata memang ibu Meli mengizinkan Evan untuk pulang.


"gimana ibu?? Evan mau pulang apa sudah izin sama ibu??" kata security


"ya dia sudah bilang sama saya, untuk kepulangan Evan sebaiknya bukakan pintu dan nanti surat izinnya nyusul. tadi saya belum sempat membuat Evan sudah pergi karena ada masalah keluarga dan terburu-buru. nanti surat izin pulangnya saya kasih sama bapak" kata Meli


"oke Bu siap " kata security

__ADS_1


security menutup teleponnya dan mempersilahkan Evan pulang. dan Evan pun masuk ke mobil dan bertemu kakaknya.


__ADS_2