Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Gombalan Birahi


__ADS_3

Masih di hari yang sama, dan malam yang sama. Sementara itu di rumah Fany, Fany berjalan bolak balik di ruang tamu. Waktu sudah memasuki tengah malam. Mata Fany ngantuk dan cemas, dia sangat tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Sambil berbicara sendiri "katanya orang kaya, tapi malah nginep di rumah" .


Fany mencoba menenangkan diri, dia duduk di sofa sambil menyalakan TV. Matanya yang sudah ngantuk, akhirnya dia ketiduran. Tapi nyamuk dan udara dingin membuat Fany kembali terbangun. Fany mulai kesal, dan sangat terpaksa dia pergi ke kamarnya, harus sekamar dengan Evan.


Perlahan dia membuka pintunya, dan dengan mengendap-endap Fany masuk ke kamarnya. Dia melihat Evan yang sudah tertidur pulas. Tanpa mengganti bajunya dia langsung pergi ke tempat tidur. Tapi dia melupakan sesuatu. Fany tak bisa tidur jika kamarnya masih ada lampu menyala. Berbeda dengan Evan, saat tidur lampunya harus dalam keadaan menyala.


Fany pun kembali bangun dan mematikan lampu. Dan membuka lemari untuk mengganti baju, saat mengganti baju Fany mendengar nafas Evan begitu sesak. "hah... Kenapa dia??" kata Fany berbeda sendiri.


Semakin kesini Evan semakin sesak. Fany sangat cemas dengan kondisi Evan. Lalu Evan terbangun dan berteriak "gelap... Gelap..."


Teriak Evan membuat seluruh orang yang ada di rumah terbangun. Fany yang kaget langsung menyalakan lampu dan ibunya Fany dan Leny datang ke kamar Fany.


"ada apa Fany??" kata ibunya Fany


"ga tau tuh... Anak itu, mimpi kaya anak kecil ajah" kata Fany


"yeh... Kenapa lampunya di matikan sih?? Sesak tau" kata Evan


"ya ampun... Masalah lampu kirain apa, ya udah mamah kembali ke kamar" kata ibunya Fany


"kak Evan... Takut sama gelap ya hihihi?" kata Leny


"bukan takut, sesak tau" kata Evan


"udah sana sana, kakak mau tidur" kata Fany sambil menyuruh Leny kembali tidur


"iya... Iya... Mentang-mentang mau berduaan sekamar" kata Leny


"berisik ah... Udah sana" kata Fany

__ADS_1


Leny pun pergi meninggalkan kamar Fany dan kembali tidur, Fany menutup pintu kamar dan kembali akan mematikan lampu.


"eit...eit... Jangan di matikan lagi dong" kata Evan


"gw ga bisa tidur kalo ga di matikan" kata Fany


"sama dong, justru gw ga tidur kalo gelap" kata Evan


"udah ah... Suruh siapa nginep di sini" kata Fany


"oke... Kalo mau di matikan, gw tidur seranjang sama loe" kata Evan


"gila... Enak ajah" kata Fany


Fany merasa semakin tidak nyaman dengan kondisi saat ini, dia hanya duduk di tempat tidur. Dan Evan kembali melanjutkan tidurnya sesudah Fany mengalah tidak mematikan lampu kamarnya.


Saat Fany berdiam diri, mata Evan belum terlelap. Dia berbaring ke arah Fany dan memperhatikan Fany. Pikiran jorok Evan kembali hadir di dalam otaknya saat melihat badan Fany yang sedang menggunakan pakaian tidur. di dalam hatinya "ibu-ibu ini hot juga, malam gini di kamar cuman kita berdua masa sih ga kebagian. Em... Lagian dia pasti mau kali ya, udah lama menjanda masa sih ga mau"


"loe nanya??" kata Fany


"iya... Em, Fan... Sorry ya kayaknya gw keterlaluan sama loe. Tiap kali ada gw, loe pasti ngerasa kalo gw itu nyusahin di hidup loe" kata Evan


Dalam hati Fany "ih... Nih bocil maunya apa sih?? Kenapa sekarang jadi lembut gini, bisa nyadar gitu. Apa emang dia sengaja ya buat gw kesel"


"baru nyadar loe" kata Fany


"iya gw baru nyadar... Sorry ya, kalo gw telat sadar. Tapi seenggaknya gw bisa nyadar atas kesalahan gw" kata Evan


Evan pun bangun dan duduk di tempat tidur. mereka saling berhadapan. Fany tak bisa berkata-kata dia hanya memandang wajah Evan. "anak ini ternyata baik, emang sih gw akuin dia ganteng banget dan ga keliatan bocil pantes ajah si Vanessa bisa suka sama dia, tapi kenapa sih dia bisa cinta banget sama Mirna, seandainya.... Ah enggak, Fany itu yang membunuh suami kamu, kamu jangan jatuh cinta sama dia. Dia ga bakal mencintai kamu soalnya dia mencintai Mirna, fokus sama hartanya ajah" kata Fany dalam hatinya

__ADS_1


"alasan... Itu alasan loe kan biar ga masuk penjara, udah loe ga usah baik sama gw" kata Fany


Evan pun berdiri dan memegang tangan Fany. Dalam hati Evan berkata "wih... Tangannya masih lembut gini ya" lalu Evan bersujud di depan Fany.


"Fany... Gw serius, maafin gw ya harusnya mungkin waktu itu gw nyerahin diri gw sama polisi dan bertanggung jawab atas kesalahan gw, mungkin loe ga akan menderita kaya gini" kata Evan


Mata Fany mulai berkaca-kaca, kenapa jadi kaya gini ya?? perasaan Fany sangat terombang ambing dengan rayuan Evan.


"Fany... Pasti loe ga mau kan nikah sama gw, loe sekarang boleh batalin perjanjian kita dan gw rela masuk penjara" kata Evan


Fany langsung menarik tangannya, "apa-apaan sih... Loe jangan macem-macem ya pegang-pegang tangan gw" dengan sangat terpaksa Fany berbicara seperti itu padahal hatinya ingin sekali memaafkan Evan dan bertanya maunya dia apa sih?? Kenapa harus kaya gini caranya


"Fany... Aku benar-benar minta maaf sama kamu, karena aku kamu jadi kaya gini. Aku rela di gimana-gimana sama kamu juga. Aku janji aku bakalan baik sama kamu" kata Evan


Sedikit demi sedikit perkataan Evan semakin bikin terharu hati Fany. Seumur hidupnya Fany di perlakukan seperti ini. "Evan... Denger, gw mau bukti sama janji loe. Kalo loe benar-benar minta maaf sama gw, loe harus memperbaiki kelakuan loe sama gw" kata Fany


Di dalam hati Evan "anjir... Susah banget ya ini ibu-ibu, kaya yang perawan ajah. Paling masih nikmat Vanessa"


"oke... mulai hari ini gw bakalan bersikap baik sama loe, tapi plis satu jangan matikan lampu kamarnya ya. di luar itu walaupun taruhannya nyawa sekalipun gw bakal penuhin janji gw sama loe" kata Evan


"oke... Gw tunggu janji loe, baru gw maafin loe" kata Fany


Di dalam hati Fany "Van... Loe tuh bocil, gw tuh udah tua jauh usia kita. Tapi kalo loe kaya gini gw mau jadi suami loe. Adanya loe bisa menggantikan almarhum suami gw. Tapi gw pingin liat kebaikan loe yang lain.


Mereka saling berpandangan, saling memperhatikan. Muka joroknya Evan sungguh tidak terlihat oleh Fany.


"udah ah... Gw mau tidur, ngantuk banget" kata Fany sambil berbaring dan menarik selimutnya


"ya udah, good night Fany" kata Evan

__ADS_1


Dan malam ini mereka pun tertidur, sementara keinginan Evan malam kali ini gagal.


__ADS_2