
Terdengar suara handphone Jose berdering. Tanda ada sebuah panggilan dari ibunya.
"halo mah" kata Jose
"Jose... Mana Evan??" kata mamahnya
"ada mah di belakang, kenapa emang??" kata Jose
"kalian pulang, situasi sudah aman" kata mamahnya
"bener mah...?? Oke kita pulang sekarang" kata Jose sambil tertawa bahagia
"tapi ada syaratnya, mereka meminta syarat untuk berdamai" kata mamahnya
"syarat apa maksudnya mah??" kata Jose
"Evan harus menikah dengan istri yang dia bunuh" kata mamahnya
"mah... Ini gawat, pasti akan terjadi peperangan. Mana mungkin Evan mau sama dia" kata Jose
"rayu dia supaya mau menikah dengan dia" kata mamahnya
"berat mah... Dia udah punya pacar, kayanya dia cinta banget sama cewek itu. Dia ada di sini sekarang" kata Jose
__ADS_1
"jika ini tidak berhasil, kami ga akan bisa bebas" kata mamahnya
"baik mah akan aku coba" kata Jose
Jose coba memikirkan kondisi saat ini, bagaimana caranya untuk bicara kepada evan tentang hal ini. Evan pun bertanya kepada kakaknya itu.
"tadi mamah yang nelpon kak??" tanya Evan
"iya... Dia menanyakan kabar tentang kamu" kata Jose
"cuman itu?? Tadi kakak ketawa emang ngomong apa mamah??" kata Evan
"oh... Engga si mamah tadi becanda, ya gitu lah kirain apa" kata Jose
"mau ngapain??" kata Jose
"ah... Ini, mau ngasih hadiah dulu sama si cinta " kata Evan
"oke... Siap boss laksanakan" kata Jose
Mereka berhenti dulu di sebuah toko kecantikan, Jose diam di luar sambil merencanakan sesuatu. Terbesit di sebuah pikiran, dia menghubungi pengawal yang lain untuk merencanakan sesuatu.
Dan Jose pun memberi tau kepada pengawal yang bersamanya, dia akan merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Di dalam Evan dan Mirna sedang asik memilih makeup untuk Mirna, Evan ingin Mirna menggunakan makeup yang mahal agar bisa terlihat lebih cantik dari biasanya.
Mirna menanyakan wanita tadi kepada Evan. "sayang... Wanita itu siapa sih??"
"kamu kenapa?? Nanya di melulu" kata Evan
"aku masih trauma tau, aku takut banget" kata Mirna
"sayang maafin aku ya, gara-gara aku kamu jadi kebawa-bawa" kata Evan
"tapi kamu ga akan jauh dari aku kan??" kata Mirna
"ga akan dong sayang, aku ga mungkin jauh dari kamu" kata Evan
"tapi siapa wanita itu??" kata Mirna
"udah lah ga penting dia, mending kita senang-senang ajah di sini" kata Evan
Saat mereka ngobrol berdua sambil memilih makeup, tiba-tiba ada yang menyekap Mirna dan Evan dari belakang, seluruh pegawai toko pun berteriak. Di tambah para penyekap itu di bekali dengan sebuah pistol yang di acungkan ke atas. Semua orang di sana sangat ketakutan. Evan dan Mirna di bawa ke sebuah mobil yang berbeda. Evan melihat kakaknya juga sudah tidak ada, dia menganggap sudah terciduk duluan sebelum dia.
Evan di bawa ke dalam sebuah ruangan, seperti ruangan meeting. Ruangan itu kosong, dan tangannya di tali ke sebuah kursi. Sementara Mirna di bawa ke sebuah gudang, ke dua pria yang membawa Mirna, mereka melempar Mirna ke tembok. Mirna pun terbentur dan tergeletak menyamping. Pria itu mengangkat kepalanya, dan melihat wajahnya.
"cewek ini cantik juga" kata pria itu
__ADS_1
Mirna berteriak sekencang mungkin tapi tak ada yang mendengar