Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Butuh Penjelasan


__ADS_3

Ketika Mirna mencari toilet, wanita itu adalah Fany. dia langsung membalikan arah badannya karena mendengar langkah seseorang yang sedang berjalan ke arahnya. mata Fany melihat Mirna dengan sangat tajam dan dia bertanya kepada Mirna "siapa ya??"


"maaf bu saya mencari toilet, di sebelah mana ya toiletnya??" kata Mirna


"cari toilet sampai ke rumah orang, pake seragam SMA lagi, ada perlu apa kamu kesini??" kata Fany


"saya kesini sama pacar saya mau ketemu teman ayahnya, tapi teman ayahnya belum pulang jadi saya menunggu di sini" kata Mirna


"siapa pacar kamu??" kata Fany


"pacar saya anaknya pak Hermawan" kata Mirna


"oh... keluarga pak Hermawan datang ke sini toh... kamu tadi masuk dari mana??" kata Fany


"saya tadi dari atas, ruangan yang banyak mejanya" kata Mirna


"ya udah kamu kembali ke ruangan meeting, toiletnya ada di atas, nah sebelahnya ada toilet pria dan wanita" kata Fany


"sebelah mananya ya bu?? tadi saya ga ngeliat" kata Mirna


"samping tangga ada pintu kecil, yang kiri buat cewek yang kanan buat cowok" kata Fany


"oh... gitu, makasih ya bu" kata Mirna sambil permisi pergi


"siapa nama kamu??" kata Fany


"nama aku Mirna bu" kata Mirna


"ya udah sama-sama" kata Fany


"saya permisi dulu, mari Bu" kata Mirna


Mirna kembali ke ruangan meeting, sambil berjalan dia berbicara sendiri "oh itu istri pak menteri yang suka ada di TV sama di medsos" karena Mirna orang biasa dia tidak banyak hal yang di ketahui tentang bagaimana kehidupan orang penting di negaranya.


Sesampainya di ruang meeting, Evan bertanya kepada Mirna "kamu dari mana ajah sih??"


"tadi nyari toilet, ga ketemu taunya ada di sini" kata Mirna


"kirain dari mana kok lama banget, ya udah kamu tunggu di kursi belakang. jangan kemana-mana lagi" kata Evan


"eh... bentar aku belum ke toiletnya" kata Mirna

__ADS_1


"ya ampun... kirain udah" kata Evan


Saat Mirna pergi ke toilet, Riko datang bersama ajudan lainnya. mereka bertemu dengan Evan dan Jose.


"Jose, Evan halo, apa kabar??" sapa Riko sambil menjabat tangan


"iya kami kurang baik setelah ayah masuk penjara" kata Jose


"ya om merasakan kesedihan kalian, om sedang berusaha mengeluarkan ayah kalian" kata Riko


"sebenernya anda ini siapa?? bisa kenal dekat dengan ayah??" kata Evan


"hahaha.... Evan, sungguh kamu terlalu muda ikut masalah ini. mungkin kamu ga ingat. waktu kamu kecil dahulu, om yang antar jemput kamu sekolah, waktu itu om masih kuliah dan sambil bekerja dengan ayah mu" kata Riko


"sudahlah Evan, dia teman baik ayah. oke om, bagaimana ayah bisa masuk penjara seperti sekarang ini??" kata Jose


"ah... sebelumnya om minta maaf, mungkin ini kelalaian om dalam menjaga komunikasi dengan ayah mu. tiba-tiba om dengar kabar, kalo pajaknya sesuai dengan omset perusahaan ayah kalian. awalnya om yang cover semua dan bisa di sembunyikan. sehingga pajak ayah mu tidak sesuai dengan omset. tapi karena istri saya melihat kejanggalan dengan kinerja om dengan teman-teman. dia melaporkan tanpa seizin om. yah... om minta maaf dan om janji ayah mu akan segera keluar dari penjara" kata Riko


"kurang ajar... mana dia wanita itu??" kata Evan


"Evan... tahan dulu" kata Jose


"oke om... bagaimana cara om mengeluarkan ayah dari penjara??" kata Jose


"mudah saja... tadi saya sudah ketemu dengan pimpinan polisi. asalkan ada uang 600juta semuanya beres, sebelum kasus ini tercium oleh media" kata Riko


"600juta... oke kalo seandainya kasus ini sudah viral di media bagaimana??" kata Jose


"cukup sulit... semuanya akan sesuai dengan proses yang berlaku. artinya ayah kalian cukup lama diam di penjara" kata Riko


Saat mereka membicarakan itu semua, tiba-tiba segerombolan orang datang ke ruangan meeting, dan gerombolan itu mempunyai pemimpin. Riko dan ajudannya termasuk Jose dan Evan kaget ada apa ini.


"selamat sore... saya menerima perintah untuk mengecek dan menggeledah bila perlu, semua aset bapak Riko yang di miliki" kata Hasan


Hasan adalah pemimpin dari badan anti korupsi, dia mencurigai dengan harta Riko yang tak sesuai dengan pendapat bulanannya.


"kalian dari mana??" tanya Riko kepada Hasan


"maaf pak... sebelumnya saya Hasan pimpinan dari badan anti korupsi. kami mencurigai harta yang bapak miliki sekarang ini, mohon izin untuk memeriksa " kata Hasan


"tapi saya sedang ada tamu" kata Riko

__ADS_1


Saat kondisi ramai seperti itu, Mirna datang dari toilet. dia pun melihat di sekitar, kenapa menjadi ramai.


"siapa dia??" kata Riko


"bukan siapa-siapa, dia hanya pacar saya" kata Evan


"baik... om, saya pamit dulu. pembicaraan tadi nanti saya sesampainya di rumah saya kembali menghubungi om" kata Jose


"oke baiklah... jika perlu datanglah kesini lagi" kata Riko


"oke... kita pamit" kata Jose


Jose dan Evan pun kembali ke rumahnya, penggeledahan akan di mulai oleh Hasan dan tim nya.


"oke pa Hasan, anda tau kalo istri saya bekerja sebagai pramugari??" kata Riko


"oh begitu.." kata Hasan sambil mengecek berkas


"dan saya belum di karuniai anak, jadi wajar saya mempunyai harta sebanyak ini" kata Riko


"iya masuk akal... tapi ini sudah menjadi prosedur kami" kata Hasan


dan saat Jose dan Evan keluar rumah Riko, begitu ramai orang dan mobil terparkir di depan rumah Riko. tak lama setelah masuk mobil, media datang ke rumah Riko. mereka berusaha meminta izin masuk ke rumah Riko dan menanyakan rumor tentang Riko


Sadar akan di datangi media, Jose langsung buru-buru mengeluarkan mobilnya di parkiran rumah Riko. dengan sangat terburu-buru Jose menjalankan mobil. karena takut media tau dengan kasus ini. dan Jose siap-siap jika masalah ini bocor kepada semua. mungkin akan lama bertemu ayahnya lagi di rumah.


"Evan... kamu tau yang datang tiba-tiba menyerbu rumah Riko??" kata Jose


"mereka?? badan anti korupsi??" kata Evan


"bukan yang itu... tapi orang-orang yang membawa kamera, itu pasti media yang akan meliput Riko" kata Jose


"ah... iya juga ya, gawat kalo sudah di ketahui sama media" kata Evan


"bukan ayah saja, yang bisa di penjara lebih lama. tapi kita akan menjadi sasaran hujatan untuk mereka netizen" kata Jose


"terus kita gimana nih kak ??" kata Evan


"mau ga mau, kita harus cepat bilang ke ibu. kalo ayah ingin keluar cepat harus bayar sebesar 600juta itu" kata Jose


'oke, aku akan bantu juga berbicara kepada ibu" kata Evan

__ADS_1


__ADS_2