
Sesi curhat dengan Leny pun sudah beres, Evan mengantarkan Leny kembali ke rumahnya.
"Len... Makasih ya" kata Evan
"makasih apanya??" kata Leny
"makasih... Em... Ya begitulah" kata Evan
"lah apaan?? Kok begitu lah" kata Leny
"ya pokoknya... Aku harap ini bukan sesi terakhir, tapi awal dari segalanya" kata Evan
"ah... Bocil dasar, sok jago pake bunuh orang, sok keren jadi boss besar tapi di tanya gitu juga cupu amat" kata Leny
"yeh dasar... Terimakasih udah nemenin gw makan, loe puas" kata Evan
"iya... Sama-sama, jadi loe mau traktir makan gw lagi??" kata Leny
"kata siapa??" kata Evan
"lah tadi bilang, ini jadi awal dari semua" kata Leny
"ah iya... Oke di tunggu ya jadwal traktiran nya" kata Evan
"janji" kata Leny
"iya janji" kata Evan
"ya udah... Gw tunggu" kata Leny
"oke... Len, hati-hati ya" kata Evan
"hem... Kebalik kali, loe yang hati-hati. Pake mobil yang bener, jangan ngelamun" kata Leny
"kalo gw ngelamun emang kenapa??" kata Evan
"ya elah kek gitu di tanyain..!!! Bisa celaka Evan " kata Leny
"emang kalo gw celaka kenapa??" kata Evan
__ADS_1
"em... Kasian keluarga loe jadi repot" kata Leny
"oh... Kirain" kata Evan
"ya udah gw balik" kata Leny
Sesudah mereka pamit, Evan langsung pulang. Baru kali ini dia merasakan rumah setelah menginap di rumah Fany. Evan langsung istirahat di kamarnya.
Lagi santai-santainya ada sebuah email masuk bernama wanita misterius. Evan bingung siapa wanita misterius ini??. Hal itu membuat Evan penasaran. Sambil keadaan tiduran di tempat tidur, Evan membuka dan membaca email dari wanita misterius itu. Dan ternyata isinya
"hai... Van, apa kabar mu?? Pasti loe lagi seneng-senengnya kan. Mau punya istri soalnya, apalagi istri yang punya nama besar. Terkenal, cantik dan sangat penyayang. Pasti dia ngerti kamu. Selamat ya semoga rumah tangganya lancar.
Loe pasti bingung kan siapa gw?? Loe masih ingat ga pas loe masuk SMA dulu, ada yang ngasih kado namanya wanita misterius. Kado paling jelek diantara temen-temen loe. Ya wajar ajah sih, gw kan wanita yang udah ga punya ibu hanya ayah sebatang kara, kerjanya juga serabutan. Hari ini kerja besok nganggur lagi.
Ya ini gw Mirna, yang beberapa tahun kemarin gw di jadikan cewek loe. Makasih banget ya Van. Gw udah terpilih jadi wanita pilihan loe. Sampai menjanjikan buat nikah juga. Tapi ya kita belum jodoh Van. Gw paksain juga berat, padahal gw cinta banget sama loe.
Selain gw bersaing sama wanita yang sekarang mau jadi istri loe. Gw harus selalu berhadapan dengan kakak loe. Di tambah keluarga loe dan bodyguard loe. Saat loe nginep di rumah calon istri loe gw maksa datang ke rumah loe buat ngobrol sama loe. Ya belum apa-apa udah di ancam sama pengawal di depan rumah. Di tambah lagi ibu loe yang selalu bilang tolong lupain Evan. Saat pulang gw harus memuaskan nafsu kaka loe. Gw jalanin selama 3hari itu. Ga kuat sumpah, dan waktu gw mau ketemu loe, gw seneng banget. Tapi yah, loe bawa calon istri loe. Gw udah putus asa buat bersama loe lagi.
Ya udah yang gw rasain sih, gw masih masih banget buat berharap nikah sama loe karena gw masih cinta sama loe, dan andaikan kita ga bersama cinta gw sama loe ga akan pernah padam. Gw rela hidup sendiri tanpa loe. Jadi jangan nyari gw lagi ya, gw capek, menghadapi keluarga loe. Belum ayah selalu ngomel karena gw pulang telat tanpa gw bawa duit.
Bye Evan..."
"kak... Apa yang kakak lakukan??" kata Evan
"hei boss... Kamu kenapa?? Tiba-tiba cengeng kaya gitu??" kata Jose
"kenapa kakak memperkosa Mirna saat datang kesini" kata Evan
"ya ampun boss... Boss... Wanita murahan itu lagi di bahas ternyata. Udah lah Van kamu fokus ajah sama Fany" kata Jose
tiba-tiba ibunya Evan datang dari belakang ikut ngobrol bersama "ya nak... Pernikahan kamu bentar lagi, ingat ya jangan nge mengecewakan mamah dan keluarga kita"
Evan sangat marah, dia pergi untuk mencari Mirna
"hei Evan mau kemana lagi kamu??" kata Jose
"gw mau ketemu Mirna, gw bakalan lamar dia" kata Evan
Evan pun pergi begitu saja, dan ternyata Jose merencanakan sesuatu. "Nick... Loe cari Mirna ceweknya si Evan. Culik dia dan bawa ke gudang" kata Jose
__ADS_1
"oke... Berangkat " kata Nicky
Karena Nicky tau keberadaan Mirna sekarang, Nicky dan ke sebelas pengawalnya menculik Mirna dan di bawa ke gudang yang waktu itu.
Mirna hanya bisa menangis, dan tangannya di ikat. Dia di suruh nelepon Evan. Pada saat di jalan, Evan menerima telepon dari Mirna. Evan langsung mengangkat telepon nya.
"halo sayang..." kata Evan
Evan mendengar suara Mirna sedang di siksa dan rintihan tangisannya. Lalu berbicara lah Mirna. "Van tolong aku, aku di gudang waktu itu" kata Mirna
Evan langsung putar arah, menuju gudang. Sesampainya di gudang dia melihat Mirna sedang di nikmati tubuhnya oleh Nicky.
"Nicky...." teriak Evan
Nicky sudah selesai meluapkan nafsunya dia kembali menggunakan celananya dan siap lagi. Evan berlari menuju Mirna. Saat itu juga Jose mengeluarkan sebuah pistol dari pinggangnya, pistol di angkat oleh Jose dan di arahkan ke arah Mirna. Tak ada kata sedikitpun yang keluar dari mulut Jose dia langsung menembak Mirna sampai tewas. Dengan sekejap Mirna langsung tergeletak. Evan menyaksikan atas kematian Mirna itu. Dia berlari menuju Mirna yang sudan tergeletak dan tidak berdaya.
"Mirna..." dia berteriak dan memeluk
Ternyata Mirna masih sadar, dia mengucapkan sesuatu sebelum menghembuskan nafasnya "i love you" kata Mirna sambil tersenyum di saat terakhirnya.
Tapi Evan tak percaya akan hal ini, dia terus menggoyangkan tubuh Mirna, mencoba terus menerus membangunkan sambil memanggil namanya "Mirna... Sayang.... Bangun, jangan tinggalin aku"
Evan sangat bersedih, dia masih memeluk jenazah Mirna yang bersimpuh darah. Lalu Jose mendekati Evan dan berkata "bangun lah Van... Seperti Fany yang mencoba bangun dan melupakan masa lalunya"
Mendengar kata itu Evan menjadi faham, kenapa dia membunuh Mirna. Evan juga teringat ayahnya dengan watak yang sama dengan Jose. Selalu mendidik dengan dengan merasakan hal yang sama. Jika seseorang yang menyayangi mu, maka rasakan cintanya dan jadilah dia yang bagaimana mencintai mu dengan tulus. Dan apabila engkau telah menyakiti seseorang, rasakan sakit itu, seperti dia merasa di sakiti mu. Maka kamu tidak akan menyakiti mu dan selalu mencintai seseorang. dan jika kamu tidak mampu maka ayah mu yang akan turun tangan. Begitulah pesan dari ayahnya Evan.
Perlahan Evan bangun, pikirannya begitu kosong. Dia melangkah ke luar gudang secara perlahan. Jose merangkul dan membawanya ke mobil. Lalu Jose memerintahkan anak buahnya yang di tunjuk sebagai tim regunya adalah Nicky, mereka harus membersihkan mayat Mirna.
Sementara itu di waktu yang bersamaan Fany bangun dari tidurnya. matanya terlelap sebentar. Dan melihat di sampingnya ada Leny yang sedang bermain HP.
"Len... Aku kaya mimpi sesuatu, tapi apa ya??" kata Fany
"ye... Makanya jangan tidur melulu" kata Leny
"oh... Iya, aku baru ingat. Tolongin kakak dong, kamu beli peralatan buat aku nikah. List nya ada di meja dan uangnya ada di dalam laci makeup. Kalo ada sisa ambil buat kamu" kata Fany
"ih...apa sih kok aku yang beli" kata Leny
"kakak ga enak badan, barangnya mau di ambil besok. Dan mereka mau packing barangnya" kata Fany
__ADS_1
"ah... Ya udah" kata Leny