Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Perjuangan Demi Apa??


__ADS_3

Hari sudah malam, Fany menyiapkan makan untuk makan malam. Evan pun di ajak makan di rumah Fany yang sangat sederhana. Memang tidak terlalu selera tapi karena perut Evan belum masuk makanan sejak tadi siang, akhirnya dia memaksakan makanan masakan Fany.


Terjadi sebuah obrolan yang sangat tidak terduga oleh Fany sebelumnya, ketika Leny bertanya kepada ibunya.


"mah... Kak Evan sekarang mau tidur dimana??" kata Leny


"emangnya Evan mau nginep di sini??" tanya ibunya Fany kepada Evan


"ya... Mungkin beberapa hari ini saya nginep di sini dulu" kata Evan


"benarkah?? Kenapa tiba-tiba mau nginep di sini??" kata ibunya Fany


"em... Biar lebih mengenal Fany ajah" kata Evan


Fany langsung melihat wajah Evan dengan muka marah yang di tahan. Fany terus memandang Evan sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


"Fany... Kamu makan kok sendiri, kasih Evan dong" kata ibunya Fany


Tidak dapat menolak perintah ibunya, Fany langsung menyiapkan sepiring makanan untuk Evan "iya mah... Gimana segini cukup??" kata Fany


"iya... Makasih" kata Evan


"kalian benar-benar masih canggung, di rumah ini ada 2 kamar. Ya sudah Evan malam ini tidur sama Fany, pake ajah tempat tidurnya Leny dan Leny tidur bareng ibu dulu. Soalnya ayah pulang hari Sabtu nanti" kata ibunya


"apa?? Aku sekamar sama Evan mah??" kata Fany


"iya... Biar kalian sama-sama tau, gimana coba??" kata ibunya Fany


Entah harus bagaimana yang Fany harus lakukan sekarang. Dia harus sekamar dengan lelaki yang dia tidak cintai, dan lelaki itupun tidak mencintainya. Fany cepat-cepat menghabiskan makannya, setelah habis dia pergi ke teras meninggalkan ke 3 orang yang masih menikmati hidangan. Sesekali dia mendengar pembicaraan mereka bertiga.


Ibunya banyak sekali bercerita tentang Fany, namun Evan seperti yang mendengarkan tapi pikirannya masih memikirkan Mirna.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Mirna malam ini meminta izin kepada orangtuanya untuk keluar sebentar. Dia harus berbohong kepada orangtuanya, ngomongnya akan pergi ke supermarket padahal akan menemui Evan.


Setelah di beri izin Mirna pergi ke rumah Evan sendirian dengan menggunakan motor ayahnya. Dengan hati yang gundah, dia penasaran dengan kedatangan Evan siang tadi. Apa maksudnya Evan mendatangi Mirna?? Sampai-sampai dia di pukuli warga sekitar.


Sesampainya di rumah Evan, Mirna langsung bertemu ibunya Evan. Karena kebetulan sekali ibunya Evan sedang berada di teras rumah.


"ibu..." panggil Mirna


ibunya Evan membalikan badannya, "eh... Mirna, ada apa malem-malem kesini??" kata ibunya Evan


"engga... Aku mau ketemu Evan ajah??" kata Mirna


"oh Evan... Sayang Evan nya sekarang lagi ga ada di rumah" kata ibunya Evan


"emang Evan nya lagi kemana bu??" kata Mirna


"Mirna... Apa Evan belum ngomong ya sama kamu??" kata ibunya Fany


"emang Evan ngomong apaan bu??" kata Mirna


Apa yang di katakan ibunya Evan, hal itu menambahkan kesedihan di hati Mirna. sudah tidak seharusnya Mirna datang ke rumah Evan. Dia tau sekarang, kedatangan tadi mungkin dia mengundang pesta pernikahan Evan.


"Bu ... Biasanya Evan pulang jam berapa??" kata Mirna


"kamu mau nunggu dia, sebaiknya kamu pulang ajah. Karena Evan mau menginap di rumah pacarnya " kata ibunya Evan


Dan yah... Lemas sudah perasaan Mirna sekarang. Dia pamit dari rumah Evan. Jose mendengarkan pembicaraan mereka. Dan saat Mirna akan mengeluarkan motornya, Jose datang kepada Mirna. Dan berbicara empat mata dengan Mirna.


"wih... Ada anak SMA nih" kata Jose


Mirna tidak berbicara sedikitpun, dan dia hanya diam sambil berusaha mengeluarkan motor dari rumah Evan.

__ADS_1


"ada keperluan apa kamu datang ke sini malam-malam??" kata Jose


Mirna kembali diam tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


"kamu mau jemput Evan atau mau ketemu aku?? Hahaha... Gila mantep banget badan kamu walaupun masih kecil" kata Jose


Mirna semakin ketakutan dengan adanya Jose. Dia cepat-cepat keluar dari rumah Evan. Tapi Jose menarik baju Mirna sampai Mirna terjatuh dari motornya.


"kamu mau kemana?? Pertanyaan ku belum di jawab, sombong banget sih bocil yang satu ini" kata Jose


Sambil menangis Mirna menjawabnya pertanyaan dari Jose "iya aku mau ketemu Evan " kata Mirna


"sudah aku peringatkan, jangan ketemu sama Evan lagi" kata Jose


"tapi... Tapi... Kak Jose, aku mencintainya dan kita saling mencintai " kata Mirna


"cinta... cinta... Kalo kamu beneran cinta sama dia, kamu harus layani aku saat kamu datang ke sini" kata Jose


Mirna semakin takut dengan kakaknya Evan yang satu ini. Dia berusaha mengabaikan apa yang di inginkan Jose. Tapi Jose tidak diam saja. Dia kembali membawa Mirna dengan paksa masuk ke dalam mobilnya.


Jose Langsung membuka celananya, dan memegang kepala Mirna "seperti kata aku, jika saja kamu mau bertemu dengan Evan. Kamu harus ingat ini selalu hahaha" kata Jose.


Jose langsung menyuruh Mirna dengan paksa menghisap miliknya. Jose sangat menikmati hisapan Mirna. Mirna sudah tidak kuat lagi. Dan ini baru pertama kalinya melakukan hal ini. Karena milik Jose tidak cukup dari mulut Mirna. Mirna sangat sesak nafas dan ingin muntah.


Sehabis puas dengan hisapan Mirna, Jose membuka celana Mirna. Jose langsung menikmati tubuh Mirna di dalam mobil. Jeritan demi jeritan karena Mirna sangat kesakitan. Mirna tak sedikit pun menikmati hal itu. Durasinya memang sangat panjang. Mirna mulai kewalahan dan kelelahan.


Tidak puas dengan miliknya, Jose memasukan tangannya dan bermain sama tangannya. Cairan Mirna membasahi jok mobil Jose. Jari tangan Jose bergerak sangat kencang, Mirna semakin menjerit. Semakin keras Mirna menjerit Jose semakin bahagia menikmati jeritan Mirna.


Setelah beberapa menit, berakhir sudah. Dan Jose sangat berterimakasih sama Mirna. Dia sangat puas. Mirna langsung memakai celana dan keluar dari mobil Jose. Dia langsung pulang menggunakan motornya.


Dan hal inilah jika hubungan meraka masih terus di paksakan, Mirna harus mengorbankan tubuhnya demi kepuasan kakaknya Evan Jose. Tapi Mirna mempunyai tekad, tak apa-apa dia harus melakukan hubungan badan dengan kakaknya. Yang terpenting Mirna bisa menjalin hubungan kembali.

__ADS_1


Mirna menjalankan motornya sangat cepat, karena dia sangat ketakutan sekali. Di tambah lagi ayahnya Mirna sudah menunggu di depan pintu rumah, menunggu kedatangan Mirna. Karena ayahnya Mirna merasa khawatir, dan takut ada apa-apa dengan anaknya.


Takut tidak di izinkan lagi oleh ayahnya, Mirna langsung meminta maaf kepada ayahnya. Setelah itu Mirna pergi ke kamar sambil menangis di tempat tidurnya.


__ADS_2