Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Pernyataan Yang Jadi Pertanyaan


__ADS_3

Seperti sebuah batre yang habis di pakai lalu di charge kembali, kondisi Evan kembali bersemangat. kini dia mulai keluar kamarnya. perutnya yang lapar Evan langsung menuju meja makan. Leny yang kini sudah menjadi pacarnya Leny memulai perannya. dia mengambilkan sebuah piring untuk Evan makan. tidak lupa menyediakan nasi dan lauk pauknya. karena keluarga Evan tidak tau, mereka merasa sangat aneh sekali. apa yang di lakukan Leny kepada Evan itu. tidak seharusnya dia begitu.


"Leny... sudah biar bibi saja yang mengerjakan" kata ibunya Evan


"oh ga apa-apa bu... biar saya saja" kata Leny


Evan makan begitu lahap sambil di dampingi Leny, Leny memperhatikan di setiap suapannya. Lalu Evan sangat senang.


Selesai makan Evan langsung kembali ke kamar di sana dia mencari baju terbaiknya di lemari. Evan masuk ke kamar mandi, dan dia pun mandi. tidak henti henti nya dia melihat kaca cermin. dia membersihkan seluruh tubuhnya. selesai mandi dia memakai baju itu sambil melihat cermin dan memperhatikan bagian wajah. dan yang paling dia perhatikan rambut. dia merasa kalo rambutnya kurang rapih. tapi dia tetap menyisirnya.


Setelah itu Evan pamit kepada keluarganya. dia berangkat bersama Leny menggunakan motor milik Evan. dalam perjalanan Leny memeluk Evan dengan sangat kencang. Leny merasakan hangat dan wanginya tubuh Evan.


"Van... kita udah pacaran, kamu mau di panggil apa??" kata Leny


"em... kalo aku panggil kamu honey gimana??" kata Evan


"kenapa honey??" kata Leny


"selain kamu manis, kamu seperti obat madu. yang mengembalikan semangat hidup ku" kata Evan


"aku pingin panggil kamu hubby" kata Leny


"loh kok hubby??" kata Evan


"entahlah aku merasa kamu seperti pelindung ku, seperti bodyguard yang manis. jadi pingin panggil kamu hubby" kata Leny


"masa sih...?? emang kamu pernah di lindungi aku ya??" kata Evan


"kali ini kamu melindungi aku dari masa depan ku yang tak jelas. setelah kita bersama, masa depan ku sangat terlihat jelas. dan aku yakin kelak kita akan menikah nanti kamu melindungi aku dari berbagai macam cobaan" kata Leny


"makasih ya honey... kamu bisa banget bikin aku selalu semangat kembali" kata Evan


"ya... aku harap, kamu ga akan menyakiti aku. atau pergi dengan wanita lain dan meninggalkan aku" kata Leny


"honey... berikan satu alasan aku mau meninggalkan kamu?? kamu terlalu sempurna buat aku. dan aku takut ketidak sempurnaan aku membuat cinta mu sama aku tidak sesempurna cinta aku sama kamu" kata Evan


"ga mungkin aku juga cinta sama kamu hubby" kata Leny sambil mengencangkan pelukannya

__ADS_1


Lalu Evan menarik gas motornya sangat kencang. dan samapailah mereka di sebuah toko yang menyewakan baju untuk pengantin.


Fany sudah menunggu di depan pintu toko itu. Fany juga merasa ada hal yang lain dari mereka berdua.


"halo kak... lama ya nunggunya??" kata Leny


"lumayan kalian lama banget" kata Fany


"iya... nunggu Evan lama" kata Leny


Fany masuk, ke dalam toko itu. dan di ikuti oleh Evan dan Leny. saat mereka berjalan masuk Evan melihat rambut Leny jatuh ke pipinya. "honey rambut kamu berantakan, gara-gara tadi ngebut ya" kata Evan sambil membetulkan rambutnya


Fany mendengar ucapan Evan tersebut, dia memperhatikan keduanya. mereka seperti yang berpacaran. Fany sangat ketakutan kalo mereka benar pacaran. karena akhir-akhir ini mereka sering berkomunikasi. Fany takut Evan akan mempermainkan adiknya itu.


Fany bertemu dengan penjaga toko, dan memberi taukan kedatangannya ke situ. dan mereka langsung fitting baju. Leny membantu Evan memakaikan bajunya. "kita lagi ngapain di sini ya??" kata Evan berbicara sambil berbisik


Tapi suara Evan itu terdengar oleh fany. "kamu kan bakalan nikah " kata Leny


"nikah sama siapa??" kata Evan


"kamu maunya nikah sama siapa??" kata Leny


"sama siapa lagi lah... sama orang yang aku cintai dan sulit buat aku jauh darinya" kata Evan


Kata Evan tadi sangat jelas terdengar, Fany mengira bahwa yang di sebut Evan adalah dirinya. hati Fany agak sedikit tidak karuan, namun lebih cenderung malu dan harus berkata apa.


Fitting baju sudah beres mereka bertiga keluar dari toko. Fany melihat Evan dan Leny berpegangan tangan, Fany makin curiga dia mempunyai hubungan khusus. "kalian sangat berisik di dalem" kata Fany


"loh emang kedengeran?? kita ngobrol pelan-pelan kok" kata Evan


"Leny... kamu mau pulang sama siapa??" tanya Fany kepada Leny, pertanyaan itu sengaja Fany lontarkan untuk memastikan apakah mereka sudah berhubungan


"kakak mau di temenin, ya udah ayo... " kata Leny


Sebelum pulang Leny berpamitan kepada Evan. "by... aku pulang dulu ya" kata Leny


"ya honey, Hati-hati di jalannya. kabarin aku kalo udah nyampe" kata Evan

__ADS_1


dan pada saat akan berpisah mereka berciuman terlebih dahulu. hal itu membuat kaget Fany. ternyata prasangkaanya benar. mereka berpacaran.


Buat Fany ini sebuah hal gila, dan membuat dirinya semakin stress. dalam perjalanan Fany hanya bisa terdiam. berfikir mau seperti apa jadinya?? Fany ingin menumpahkan segala kesedihan yang dia rasakan. tapi sama siapa?? jika ibu tau bakalan kacau urusannya.


Sesampainya di rumah, karena capek mereka langsung pergi ke meja makan. dan sudah ada hidangan yang sudah di siapkan oleh ibunya.


Sambil makan ibunya Fany bertanya kesiapan pernikahan lusa nanti. "Fany... gimana persiapan nikahan mu nanti" kata ibunya


"bisa di katakan sudah beres mah, cuman dekorasi wedding paling besok. jadi kalo mau lihat tempatnya besok sore mungkin sudah beres" kata Fany


Lalu Leny ikut berbicara, "mah... kenapa sih ga aku ajah yang nikah sama Evan??"


Kata-kata itu membuat Fany semakin yakin kalo mereka berhubungan.


"kamu ini ada-ada ajah" kata ibunya


"tapi kan kak Fany ga mencintai Evan" kata Leny


Fany langsung membawa Leny ke kamar. "Leny... kamu pacaran sama Evan??" tanya Fany


"iya kenapa emang??" kata Leny


"Leny... kok bisa??" kata Fany sambil menangis


"kakak cemburu aku pacaran sama Evan?? kakak ga pernah berusaha buat dapetin hatinya Evan" kata Leny


"Len... maksud kakak bukan begitu" kata Fany


"udah lah kak, kakak ngalah ajah. apa tadi kakak ga liat Evan begitu terpuruk nya. terus bukannya kakak ga mencintai Evan?? kita saling mencintai kak" kata Leny dengan nada yang marah


"Leny... kamu ga tau Evan siapa??" kata Fany


"kakak yang ga ngerti siapa Evan, dia tulus mencintai aku, kita pingin nikah" kata Leny


"Leny... kakak peringatkan, jauhi dia. Dia berbahaya buat kamu" kata Fany


"enggak... pokoknya ga ada yang bisa menghalangi cinta kita" kata Leny sambil pergi berlari meninggalkan rumah

__ADS_1


__ADS_2