
Evan mendengar suara langkah menaiki anak tangga. Dalam keadaan kedua tangannya terikat di sebuah kursi, dai berteriak meminta tolong. Dan seseorang memasuki ruangan di mana Evan di sekap. Perlahan Evan melihat wajah siapa yang datang, dan dia tidak lain ternyata Nicky.
"hey... Berisik" kata Nicky
"Nick... Cepat lepaskan aku" kata Evan
"sebentar dulu, kakak mu mau bicara sama kamu" kata Nicky
"apa maksudnya semua ini?? Apa ini semua ulah mu??" kata Evan
"bukan... Bukan... Ini semua rencana kakak mu, tapi kebetulan ini jadi bagian ku juga" kata Nicky
"apa maksudnya semua ini??" kata Evan
"sudah ku bilang, alasannya ada di kakak mu. Tapi aku akan membicarakan suatu hal kepada mu" kata Nicky
"apa itu??" kata Evan
"begitu kejinya perbuatan mu Evan. Kau membunuh seseorang yang tak berdosa" kata Nicky
"dia pembunuh ayah ku, kamu tak akan mengerti perasaan ku" kata Nicky
"yang kau bunuh adalah sahabat ayah mu, dia sudah berusaha membantu ayah mu untuk keluar penjara. Tapi seperti itu balasan kepada sahabat ayah mu. Begitu kecewa ayahmu kepada mu di akhirat" kata Nicky
"ga mungkin... Dia adalah pembunuh ayah ku" kata Evan
"bocah tengil... Satu lagi, kau sudah merusak masa depan wanita baik-baik. Keluarganya sangat bergantung dengan pekerjaannya. Kini dia sedang mengandung anak mu" kata Nicky
"Vanessa?? Pelacur itukah?? Dia hamil?? Hahaha kamu tau dari mana tentang pelacur itu??" kata Evan
Saat berbicara seperti itu Nicky langsung menghajar muka Evan.
__ADS_1
"woi... Beraninya kau memukulku dengan keadaan terikat, kalau kau berani buka ikat tangan ku. Ayo kita selesaikan masalah ini" kata Evan
"hahaha... Kamu tau siapa wanita yang ku tunggu untuk menjadi pacarku??" kata Nicky
"pelacur itukah?? Hahaha jadi itu masalah mu sampai kau tega menghajar ku" kata Evan
"saat kau menyakiti dia di bandara tadi, tak tahan aku melihat air matanya. Menangis begitu lama, saat ku antar dia pulang tak sepatah kata pun dia berbicara pada ku. Dan aku bilang padanya, aku sangat mencintai dia. aku terlanjur berjanji untuk membalaskan rasa sakit hatinya. Sekali lagi kau sebut dia pelacur, tak akan ada lagi nama Evan di dunia ini" kata Nicky sambil menendang wajah Evan
Wajah Evan kini mengeluarkan darah dari pelipis pipi dan mulutnya, Evan merasa pusing dan tidak berdaya.
"wanita yang memakai seragam sekolah itu pacar kamu kan?? Hahaha... Kamu bilang dia masih perawan, em... Mantap, lumayan bagaimana rasanya tidur dengan bocil perawan hahaha" kata Nicky
"bangsat... Jangan sentuh dia, sekali kamu sentuh habis nyawa mu" kata Evan
"hah... Sok jago loe, aku pergi dulu mau nyobain bocil perawan hahaha" kata Nicky sambil pergi meninggalkan ruangan itu
Evan pun berteriak "keparat... Awas loe sampai menyentuh dia"
"mas Nicky kah?? Mas tolong aku mas" kata Mirna
"santai... Santai... Aku akan memberi mu sesuatu agar kamu bisa tenang sejenak" kata Nicky
Nicky menutup pintu gudang, perlahan mendekati Mirna. Dan dia menjambak rambut Mirna sehingga Mirna kesakitan. Sambil di tarik Nicky mencium bibirnya. Mirna tak bisa melawan, dia hanya menghindari ciuman dari Nicky sambil berteriak dan menangis.
Tangan satunya lagi membuka kancing bajunya. Melihat tubuh Mirna Nicky begitu nafsu. Nicky menghisap bagian dada sambil membuka celana dirinya. Nicky langsung mengangkat rok Mirna dan membuka ****** ********.
Tangan Nicky mulai merobek keperawanan Mirna. Mirna begitu kesakitan, dia hanya bisa menangis dan ketakutan. Dengan sangat kasar Mirna di banting ke sebuah meja, perutnya terbentur ke meja. Kondisi Mirna membelakangi Nicky, dan saat itu Nicky menundukkan kepala Mirna ke meja dan mulai memasukkan milik Nicky.
Mirna menjerit-jerit sambil menangis, dia merasa sangat sakit. Dia sudah meminta ampun kepada Nicky, dia juga sudah meminta berhenti tapi Nicky terus menggoyangkan badannya karena merasa sangat nikmat dan bercampur dengan rasa dendam.
"jangan salah kan aku melakukan ini, ini semua karena ulah pacar mu. bergoyang lah untuk ku seperti pacar ku bergoyang dengan pacar mu" kata Nicky
__ADS_1
Mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Nicky, Mirna sangat sakit hati, ternyata Evan tidak setia kepada dirinya. Entah apa yang di rasakan oleh Mirna sekarang, sepertinya dia akan mati hari ini juga.
Nicky terus menggoyangkan badannya, walaupun milik Nicky sudah mengeluarkan kenikmatannya di dalam milik Mirna, Nicky masih terus. Karena dia sangat suka jeritan demi jeritan Mirna.
Terlebih lagi Nicky ingin puas membalaskan dendamnya. Selama sekitar satu jam, pemerkosaan itu selesai. Nicky meninggalkan Mirna dengan kondisi tergeletak. Mirna hanya bisa menangis, sudah tidak ada lagi tenaga untuk berteriak meminta tolong. Mirna ingin pergi dan kembali ke rumahnya, bersama orangtuanya. Dia sangat kecewa kepada Evan. Karena Evan hidupnya menjadi seperti ini.
Kali ini Nicky menemui Vanessa, melihat Vanessa yang sedang bersedih di dala mes. Vanessa hanya duduk di atas tempat tidur. Sesekali mengeluarkan air mata. dan Nicky mencoba untuk menghiburnya.
"Cha... Aku tau perasaan mu, janji aku sudah ku penuhi. Kamu tidak akan melihat mereka bersenang-senang lagi" kata Nicky
Saat itulah Vanessa mau berbicara kembali. "kamu apakan dia??" kata Mirna
"aku hajar dia, dan aku bilang kepada ceweknya. Bahwa wanita tadi, ya kamu adalah pacarnya Evan" kata Nicky
"kenapa kamu menghajar dia?? Kamu tau aku sangat mencintainya??. Kamu kurang ajar, berani-beraninya kamu menghajar pria yang aku cintai" kata Vanessa
"Cha... Kamu ngapain sih mencintai cowok kaya gitu??" kata Nicky
"kita akan nikah, kita bakalan nge gedein anak kita bersama-sama" kata Vanessa
"Cha... Denger aku, besok pagi dia akan pulang menemui ibunya dan malamnya akan ada acara lamaran Evan dengan Fany" kata Nicky
"apa kamu bilang, kenapa bisa dia menikah dengan Fany" kata Vanessa
"Fany dan keluarganya sudah ikhlas memaafkan Evan, mereka siap berdamai, tapi untuk berdamai bersama mereka ada syaratnya, yaitu Evan harus menikahi Fany" kata Nicky
Mendengar informasi dari Nicky, Vanessa makin bersedih. Tapi kali ini Vanessa memeluk Nicky sangat kencang dan sambil menangis.
"Cha... Sudah jelas di hadapan kamu ini, ada cowo yang selalu mencintaimu. Cha... Apapun yang terjadi sama kamu sekarang aku siap menerima kamu apa adanya. Cha... Mau kah kamu ikut aku, dan hidup bersama aku" kata Nicky
Vanessa sedikit tenang denger Nicky seperti itu. Tidak lama Vanessa berhenti menangis dan langsung membereskan apa yang dia akan bawa. Dan Vanessa pergi bersama Nicky menjauh dari kehidupan Evan. Mereka pergi ke suatu tempat. Dan Vanessa memulai kasih asmara dengan Nicky dan mencoba menghapus pengalaman kemarin-kemarin.
__ADS_1