Si Janda Dan Anak SMA

Si Janda Dan Anak SMA
Akhirnya Bisa Pulang


__ADS_3

Jose datang ke gudang dimana Mirna di sekap, di sana Mirna sedang menangis dengan kancing baju seragamnya terbuka. Jose pun memanggil "Mirna"


"kak jose" kata Mirna sambil memeluk Jose


"sudah lah ada kakak sekarang, kamu tenang dulu" kata Jose dengan nada yang santai


"dimana Evan kak?? Tolong aku kak" kata Mirna


"Mirna... Evan baik-baik saja kamu jangan khawatir" kata Jose


"lalu dimana dia?? Ayo kak, keluarkan aku dari sini" kata Mirna


"ada... Evan ada di sebuah tempat, kamu tenang ajah sekarang juga kakak akan ajak kamu keluar dari sini" kata Jose


"aku mau ketemu Evan kak" kata Mirna


"Mirna... sebaiknya kamu pulang saja, kita juga sebentar lagi akan pulang kok. Akan aku antar kamu ke bandara, kamu pulang duluan" kata Jose


"enggak kak... Aku mau sama Evan, aku mau cerita sama dia kondisi aku seperti ini" kata Mirna


"Mirna... Untuk kebaikan kamu dan keselamatan kamu sekarang, mending sekarang kamu rapihkan dulu pakaian mu dan pulang lah... Jangan cari lagi Evan" kata Jose


"apa...?? Maksud kaka apa?? Tidak, aku harus ketemu Evan sekarang" kata Mirna


"Mirna... Sudah lama kami tinggal di sini, jauh dengan keluarga. Mamah sudah tua tak bisa di tinggal begitu saja. Apalagi mata-mata polisi tak henti-hentinya datang ke rumah kami. Dan kini saatnya, keluarga korban mencabut laporannya dan meminta kami untuk berdamai dengan syarat, syarat itu adalah kami harus memberikan Evan kepada mantan istri korban" kata Jose


"maksud kaka Evan akan menikah dengan wanita itu??" kata Mirna


"ya seperti itu, jadi silahkan kamu pulang sekarang" kata Jose


"tidak aku harus bertemu Evan, dia sudah janji dengan ku. Suatu saat nanti dia akan melamar ku" kata Mirna


Tidak ada kata-kata lagi dari Jose selain tamparan ke wajah Mirna. Saking kerasnya tamparan itu membuat Mirna terjatuh, tidak cukup dengan menampar, Jose memperkosa Mirna agar dia membenci keluarga Evan termasuk Evan nya juga.

__ADS_1


Pintu gudang terbuka, kondisi seluruh ruangan sangat kosong tidak ada seorang pun. Hanya ada Evan di ruangan atas yang sedang di sekap di sebuah kursi.


Saking heningnya, Evan mendengar ******* atau jeritan Mirna yang kesakitan. Jose begitu brutal bermain dengan Mirna sehingga Mirna tak sanggup menahan rasa sakitnya.


Di lantai atas Evan berteriak memanggil Mirna, teriakan Evan itu terdengar oleh Mirna. Dan Mirna pun membalas teriakannya. Karena Mirna dan Evan saling mengetahui keberadaannya Jose mempercepat dan semakin kencang lajunya agar cepat beres. Dengan hal itu Mirna makin kesakitan, dan rintihannya pun semakin terdengar keras.


Beberapa menit kemudian Jose sudah merasa puas. Dan Mirna sangat lemas, suara Mirna pun habis. Jose membuka ikatan tali di lengan Mirna dan memberikan tiket pesawat di tambah sejumlah uang untuk bekal Mirna pulang. Lalu Jose meninggalkan Mirna, dia menutup gudang tersebut dan berjalan ke arah ruangan Evan.


Evan masih berteriak memanggil Mirna, dan jose memanggil Evan "Evan"


"kak jose... Mirna kak" kata Jose


"oke dia sudah aman, dia sekarang menuju pulang" kata Jose


"kenapa dia pulang kak??" kata Evan


"ya... Karena kita juga sekarang mau pulang, ibumu sudah menunggu di rumah" kata Evan


"apa ini sebuah kenyataan kak??" kata Evan


Mendengar semuanya sudah aman Evan sangat senang, tapi dia belum tau bahwa Evan akan di jodohkan. Setelah Evan di bukakan talinya dia langsung berlari keluar gedung dan pergi menuju bandara.


Sementara itu Mirna masih terbaring di gudang, dia baru tertidur karena lelahnya menahan sakit.


Di sore hari Evan dan rombongannya sampai di rumahnya. Dia sangat bahagia, dia langsung menemui ibunya dan mencium ibunya.


"kamu sudah pulang nak..." kata ibunya Evan


"ya mah... Aku pulang, aku kangen sekali sama mamah, sama rumah ini juga" kata Evan


"kamu sudah makan nak?? Mamah sudah sediakan makanan kesukaan mu" kata ibunya Evan


"ah... Kebetulan aku belum mah, aku sangat lapar. Ayo mah kita makan bareng sudah lama kita ga makan bareng" kata Evan

__ADS_1


"kamu duluan nak... Nanti ibu menyusul" kata ibunya Evan


Evan dan semua bodyguard nya makan, termasuk Jose ikut makan bersama. Setelah semuanya beres makan, lalu ibunya baru angkat bicara.


"Kita bersyukur untuk hari ini, bisa berkumpul kembali bersama. Mungkin beberapa dari kalian kaget kenapa kasus ini tiba-tiba berhenti. Yang pertama pelapor atau keluarga korban yang bernama Fany mencabut laporannya, sehingga anak saya Evan sudah terbebas tapi..." kata ibunya Evan


"mah... Kok ada tapinya, apa itu??" tanya Evan


"nak... ibu sangat mengerti kondisi Fany sekarang, aku sebagai ibu sangat merasakan apa yang di rasakan Fany. Nak... Malam ini pergilah ke tempat Fany untuk makan malam bersama mereka, lalu lamar lah dia. Bahwa kamu siap menggantikan suaminya" kata ibunya Evan


"apa?? Tidak bisa mah... Evan bukan anak kecil lagi mah yang harus di suruh-suruh" kata Evan


"Evan... mamah ini orang tua kamu, mamah tau apa yang terbaik buat kamu" kata ibunya Evan


"enggak mah... Aku enggak mau nikah sama Tante-tante hina itu" kata Evan


"Evan... Apa kamu ga sayang sama mamah?? Saat kamu di sana mamah menghadapi aparat kemanan, dan terus menerus di cecar pertanyaan. Mamah harus berfikir keras untuk menutupi kesalahan mu" kata Jose


"tapi kak... Aku punya jalan hidup aku sendiri" kata Evan


"Evan ingat kata ayah... Seberat apapun rintangan yang kamu hadapi, buktikan kamu siap menanggungnya. Artinya, ini lah saatnya membuktikan kepercayaan ayah kepada mu. Kamu harus bertanggung jawab Evan" kata Jose


Evan hanya bisa diam dan termenung. Dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Semuanya memang tanggung jawab dia. Rasa cinta Evan kepada Mirna yang menghalangi janji dirinya kepada almarhum ayah nya. Kali ini dia sangat bingung dengan kondisi saat ini.


Evan pergi ke kamarnya, dia duduk di atas tempat tidur. Evan mengeluarkan handphonenya dan hendak akan menghubungi Mirna.


Telepon Mirna pun berdering, Mirna yang sedang tertidur di gudang langsung terbangun. Mirna mengambil handphone-nya. Setelah dia lihat ada sebuah panggilan dari Evan. Mirna menangis kembali, dia bingung harus mengangkatnya atau tidak. Panggilan itu tidal kunjung berhenti. Telepon Mirna terus berdering. Mirna mencoba mengangkatnya, tapi tak berani berbicara.


Evan terus berbicara di telepon itu "halo... Halo... Sayang... Sayang kamu di mana??"


Evan mendengar Mirna menangis, dan Mirna hanya berkata "Evan" lalu dia kembali menutup teleponnya


"sayang... Sayang... Kenapa di tutup sayang??" kata Evan

__ADS_1


Setelah Mirna menutup teleponnya, Mirna langsung merapihkan bajunya dan mengambil tiket pesawat dan uang yang di berikan Jose. Mirna langsung pergi ke bandara dan pulang ke rumah.


__ADS_2