
Part 10 `pingsan'
Hari ini adalah kesekolah diantar abang nya walaupun sempat terjadi sesuatu di antara mareka tapi Alana tidak ingin memerpanjang hal ini karena dia takut menciptakan jarak diantara mareka lagi walaupun dia tidak tahu dimana baik nya sudah sekarang , karena dia tidak pernah membayangkan akan terjadi hal ini .
“ beberapa hari ini lo sudah gak lambat ?” kata Tika yang menjadi teman duduknya Alana , karena kejadian kemarin mareka menjadi lebih akrab sekelas tidak ada lagi yang Namanya canggung – canggung dan sunkan .
“ hmm . “ Alana hanya berdehem , sungguh malas rasa nya bicara sekarang , pikirannya kacau dan badan nya begitu lemah rasanya , tidak tahu kenapa tidak punya tenaga dia hari ini .
“ hmm doang” ucap Tika tidak percaya dengan jawabannya Alana
“ lo ada masalah , atau kemarin abang lo marah yah?” tanya Tika melihat wajah Alana yang tak sedad sungguh di pandang .
“ Cuma lagi malas ngomong aja “ jawab Alana santai dan dia pun bersandar di kursihnya sambil memejamkan matanya , sedangkan saat ini keadaan kelasnya sudah mulai ramai dan berbagai kegiatan yang dilakukan teman nya ada yang membaca dan ada juga yang baru mengerjakan PR nya serta banyak lagi .
“ lo gak papa kan ?” tanya Tika memastikan lagi
Bagaimana pun mareka teman dan dia tidak biasa melihat Alana yang seperti ini , selama ini Alana bergabung dengan kelompok nya Dinda dia menjadi tukang bully sekalinya dia tidak gabung dengan Dinda beginilah jadi nya dia tidak dapat di tebak .
“ don’t worry “ ucap Alana masih dengan memejamkan mata nya
Sebenar nya dia begitu prustasi sekarang ,yang ada dalam pikirannya sebelumnya yaitu akan menjalankan peran nya sesuai dengan predeksinya dan juga kebiasaannya seperti Naura tapi sepertinya ini salah , dia mulai menimbulkan masalah untuk nya karena kakak si tubuh menyadari perubahan adiknya tapi bagaimana pun dia tidak mungkin menjadi seperti Alana yang asli karena memang mareka berbeda .
Kring … kring … kring ….
Tak terasa bel masuk pun berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran sebentar lagi di mulai ,
“ jika begini terus aku bisa gila “ ucap Alana dalam hati dan mengusap wajah nya prustasi .
Kemudian dia ikut keluar untuk ikut apel pagi . dan saat di lapangan dia begitu tidak focus hanya berdiri tanpa mendengarkan apa kata guru di depannya .
“ Al …” panggil teman Alana yang baris di depan nya , dia melambai – lambaikan tangan nya tapi Alana bahkan terus melamun sampai Pundak nya di sentuh baru lah dia sadar
“ iya , kenapa ?” tanya kaget
“are you okay?” tanya temannya itu
“It’s okat “ jawab Alana tersenyum paksa , begitu hambar tidak seperti biasa nya .
Kemudian aktivitas hari ini pun dilakukan seperti biasa setelah apel maka pelajaran akan di mulai dan setelah beberapa jam belajar maka mareka istirahat , jam yang selalu di tunggu- tunggu oleh anak sekolah .
“ kantin” kata Tika lebih tepat nya mengajak Alana
“ duluan saja “ ucap Alana ringan .
Masih ada beberapa di antara mareka yang belum ke kantin
“Al lo tidak gak mungkin diet kan?” tanya teman nya becanda yang Bernama Fani dan dia sedikit tersenyum
“ sudah lah kalian duluan saja , aku lagi gak mood buat apa-apa “ jawab Alana pada teman – teman nya yang sedikit cerewet itu .
“ yah udah , mau di bungkus kan gak?’ tanya balik lagi
“aku hanya butuh air minum saja “ jawab Alana tanpa pikir Panjang
__ADS_1
Kemudian teman nya pun keluar menuju kantin mareka tidak memaksa Alana bagaimana pun , walau mareka teman tapi tetap saja semua pasti punya privasi nya mareka masing masing .
```````
Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa sudah waktunya pulang , Alana di jemput oleh sopirnya dia tidak banyak protes dan lagsung naik kemudian menyuruh langsung pulang dia begitu merasa badan nya panas dan dia mau tidur saja sekarang .
“ non mau mampir dulu atau langsung pulang ?” tanya pak Dadang
“langsung pulang saja pak “ jawab Alana , sungguh sekarang badan nya begitu lemah
Tidak mungkin kan dia sakit masa badan Alana begitu mudah nya sakit sedangkan dia dulu lupa kapan terakhir kali dia sakit palingan kalau pun sakit paling pilek doang jarang demam .
Sampai rumah Alana langsung tidur tanpa mengganti pakaian nya , dia hanya meletakkan tas nya saja kemudian tidur tanpa makan padahal dia hanya sarapan roti beberapa tadi dan tidak pernah makan tengah hari tapi mau bagaimana lagi perut nya lagi tidak minta di isi , hanya saja badan nya butuh istirahat .
Alana tertidur sampai malam dan dia melupakan jika orang tua nya mengajak untuk makan malam Bersama . sehingga dia di bangunkan dengan suara ketukan pintu .
Tok … tok .. tok …
Suara ketokan pintu terdengar di telingah Alana dan dia pun bangun tapia da yang aneh dengan nya badan nya terasa begitu panas dan kepala nya berat .
“non Alana “ panggil Bi Ida yang sudah berada di dalam kamar Alana
“ maaf yah bibi langsung masuk soalnya dari tadi bibi ketok pintu nya gak ada jawaban nya .” kata Bi Ida menjelaskan , karena dari tadi dia mengetok pintu tanpa ada sahutan dari sang empu kamar dia langsung masuk dan karena kamar Alana tidak di kunci jadi nya dia bisa langsung masuk .
“ gak papa bi “ jawab Alana dengan suara serak nya . tengkorokan nya sakit dan serasa tidak punya tenaga
“ ada apa bibi ke kamar ku?” tanya Alana
“ non gak lupa kan kalau hari ini tuan mengajak untuk ke luar “ kata Bi Ida menjelaskan kalau sebenar nya dia ke kamar Alana tentu saja dengan suruhan tuan besar nya .
“ sudah mau jam 7 non , tuan sudah menunggu di bawa “ jawab Bi Ida
“ non baik baik saja kan , keliatan pucat mukanya ?” sambung bi Ida melihat nona majikan nya begitu pucat dan tidak biasa nya Alana terus berbaring seperti ini .
“ sebentar lagi aku turun bi, bibi boleh turun diluan “ kata Alana tanpa menjawab pertanyaan dari asisten rumah tangganya itu .
Setelah mendengar Alana megatakan itu bi Ida langsung keluar kamar walaupun dia masih kawatir dengan kondisi Alana tapi dia tidak mau begitu ikut campur tangan karena takutnya Alana merasa dia di kasihani , dia cukup mengenal Alana selama ini itu lah sebab nya di antara banyak nya pelayan dalam rumah besar itu hanya dia yang bisa dikatakan begitu dekat dengan Alana dan tidak pernah di marahi .
Sedangkan Alana setelah bi Ida keluar dia segera bangun walau badan nya seakan begitu berat untuk di gerak kan .
“ kenapa aku bisa ketiduran “ kata Alana pada diri nya sendiri
Kemudian dia ke kamar mandi dan tidak butuh waktu lama dia keluar dengan sudah selesai membersihkan diri , melanjutkan kegiatannya yaitu menggunakan baju dia menggunakan baju yang sederhana saja karena Alana ingat kata Ayah nya itu hanya makan malam .
“ ini saja lah , kan Cuma makan malam “ kata Alana setelah itu di turun tanpa bercermin karena dia sudah biasa bersiap tanpa menggunakan cermin
Alana menggunakan celana jins warna navy dengan di padukan tunik warna putih dia terlihat sederhana tapi sempurna dengan rambut di kuncir kuda tapi wajah nya sedikit pucat .
Alana turun tangga dari sana keliatan kalau kedua orang tua nya ada di sana dan juga kakak nya Agus.
“kenapa lama dek ?” tanya Agus saat melihat adiknya
“ ketiduran kak” jawab Alana singkat
__ADS_1
“ ayok berangkat , kita terlambat “ kata Ayah Alana sambil melihat jam tangannya yang sebentar lagi menunjukkan jam tujuh .
Mareka pun keluar dengan di pimpin oleh pak Arman selaku kepala keluarga di ikuti istri nya dan kemudian Agus dan Alana mengikuti orang tua nya .
Alana tidak tahu kenapa harus buru na hanya untuk makan malam , kan tempat makan nya tidak akan lari .
Saat dalam mobil yang di kemudi kan dengan sopir , suasana hanya hening dimana orang tua Alana bahkan kakak nya juga hanya sibuk dengan I-pad mareka , sedangkan Alana menyandarkan kepala nya kebelakan karena sebenarnya dia butuh istirahat badan nya masih panas dan dia tahu kalau sebentar lagi demam nya akan naik karena baru saja dia mandi sore yang menjelang malam .
Tidak terasa setelah beberapa menit di jalanan mareka sampai di tempat tujuan Alana langsung keluar dari mobil tanpa menunggu sopir membukakan pintu , menurut nya itu hanya membuang waktu , bukan nya masih memiliki tangan untuk membuka pintu sendiri .
Saat masuk ke dalam restoran begitu banyak orang di sana dan orang tua nya menuju ke meja yang sudah terisi dengan seorang pria baru bayah dan ada anak laki – laki yag seumuran dengan nya mungkin.
“ maaf yah kami terlambat “ kata Ayah Alana , begitu sopan
“ tidak apa-apa pak Arman ,kami juga baru sampai” jawab pria paru baya itu menyambut uluran tangan ayah Alana
“ ayok silahkan duduk “ sambung nya .
Dan mareka pun mulai Kembali duduk di ikuti oleh Agus dan terakhir Alana dia tidak begitu focus sekarang badan nya begitu tidak enak .
“ pak ini anak saya Alana “ kata Arman sambil menunjukkan Alana
“ hallo “ sapa Alana singkat dengan senyum paksa
Dan di balas dengan senyuman saja dengan lawan bicara nya sedangkan laki laki di sebelah pria paruh baya itu hanya diam saja .
“ Alana ini adalah pak Aleksa dan di sebelah nya adalah anak nya .” Armanmenjelaskan kepada Alana karena hanya Alana saja yang belum kenal sedangkan Agus pasti sudah kenal karena dia sudah lama bergabung dengan dunia bisnis tentu saja dia kenal dengan pendiri perusahaan yang sukses besar ini.
“ ini Alana ,anak om “ kata pak Aleksa memperkenalkan anak nya pada Alana , Alana sedikit bingung kenapa terasa ada sesuatu yang akan terjadi .
“ iya om “ jawab Alana lagi dia bingung mau bilang apalagi .
“ kita makan saja sambil bicarakan hal ini “ kata pak Aleksa .
Kemudian mareka pun makan termasuk Alana tak terkecuali Alan .
Alana terpaksa makan walaupun dia tidak lapar hanya saja dia tidak mau kalau orang lain tahu dia sakit .
Tapi tiba- tiba dia merasa begitu pusing dan penglihatannya mulai buram , dia tidak focus sudah dengan obrolan orang di sekitar nya , dia langsung berdiri kemudiaan izin ke toilet
“ maaf , aku akan ke toilrt sebentar “ kata Alana berusaha berdiri sedangkan orang heran melihat nya .
“ Alana jangan bersikap tidak sopan “ kata Ayah nya yang ayup sayup Alana dengar setelah nya dia tidak mendengar apapun dan juga semua nya gelap , tenaga nya serasa tidak ada .
Bruk …..
Alana jatuh dan kesadarannya hilang .
“ ALANA “ teriak Agus yang mengundang perhatian orang – orang .
Dia langsung menghampiri adiknya yang pingsan dan mengankatnya ………..
To be continue …..
__ADS_1
Assalamualaikum maaf yah🙏 beberapa hari tidak up , karena banyak nya kegiatan dan juga Kesehatan saya yang tidak mendukung maka nya tidak boleh menulis , saat badan kurang fit ide nya hilang , maaf yah ….