
Part 4 `kecelakaan itu `
“kak are you okay ?” tanya Alana sambil memegang Pundak kakaknya
Agus yang merasa ada memegangnya dia pun mengangkat kepalanya dan wajah nya sedikit pucat bagaimana tidak di depan terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan banyak korban itu lah sebab nya mengapa dia mengrem secara tiba tiba , tetapi Alana tidak perasan dengan kecelakaan itu dikarenakan dia terlalu sibuk dengan pikirannya .
“kakak tidak kenapa kenapa “ jawab Agus dan dia menoleh , saat dia menoleh dia di kagetkan dengan kondisi adiknya yang jidat nya berdarah .
“astagaa , dek kepala kamu berdarah . Kita kerumah sakit yah?” kata Agus sambil melajukan Kembali mobil nya tentu saja dia berputar untuk mencari jalan lain karena tidak mungkin dia lewat di tempat kejadian itu .
Saat di perjalan Alana membuka suara dan memulai percakapan
“kita pulang saja kak , Alana capek mau istirahat “ kata Alana dia sebenarnya tidak begitu berani terlalu lama di luar dan dia sedikit shok dengan kejadian tadi,
itu memang terjadi dalam novel dan karena pada saat itu mareka terus berdebat maka nya Agus tidak focus menyetir dan akhir nya mareka menjadi salah satu korban , tapi Alana beruntung saat itu karena kakak nya Agus melindunginya dengan tubuhnya sehingga yang terkena serpihan kaca semuanya kena ke Agus .
“tapi dek , luka kamu gimana ?” tanya Agus Kembali dari nadanya Alana tau kakak nya ini tidak mau langsung pulang
“kita pulang atau aku pulang sendiri , turun kan saja aku disini .” kata Alana tidak mau mengalah dia tetap pada pendiriaannya yaitu pulang , sebab dari tadi jangtung nya ini tidak boleh dikontrol tapi dia cukup legah juga karena mareka tidak terlibat dalam kecelakaan meruntun itu dan dari yang Alana lihat tadi pasti banyak korban yang luka parah , Alana hanya berharap tidak ada korban jiwa karena dalam novel , banyak banyak nya yang jadi korban kecelakaan itu hanya kakak Alana saja yang meninggal .
“baiklah , kita langsung pulang saja “ kata Agus meyerah karena adiknya mau di jemput sama dia ,Agus sudah sangat bersyukur dia paham dengan sikap adiknya yang keras kepala tapi dia tidak tau bahwa adiknya ini juga tau bagaimana mengkawatirkan dirinya . dia cukup senang dengan tadi reaksi adiknya karena menanyakan kondisi nya . Agus tersenyum tipis mengingat itu dan Alana tidak sengaja menoleh dan melihat nya tersenyum dia pun ikut tersenyum juga .
“jangan kepedean tadi tu aku tidak kawatir Cuma saja jika terjadi sesuatu sama kau , aku yakin ibu bapak kakak akan mengusir ku dari rumah .” kata Alana dan itu sukses membuat muka Agus tak sedap di pandang lagi .
“ahahahaha” Alana tertawa dalam hati
“ apakah aku berdosa mengerjai kakak sendiri tapikan dia hanya kakak si pemilik tubuh , tapi dia juga kakak ku karena sekarang aku lah Alana “ lagi lagi Alana mermonolog dalam pikirannya sendiri
“ada apa?” tanya Agus melihat adik satu satunya sekaligus satu satu nya saudara yang dia miliki terlihat banyak pikiran dia berusaha lebih dekat dengan nya makanya dia bertanya dengan harapan Agus bahwa dia bisa menjadi tempat adiknya berbagi segala sesuatu yang membuat dia berpikir begitu berat , Agus paham denga napa yang di alami adiknya tidak lah mudah untuk bertahan sampai saat ini .
“ aku tidak kenapa – kenapa “ jawab Alana kemudian dia melanjutkan menjelas kan ke kakaknya karena dia boleh lihat jika kakaknya itu kawatir dengan dia
“ aku hanya kepikiran tentang kecelakaan tadi , semoga tidak ada korban jiwa . karena, jika ada maka kasian keluarga mareka .” jelas Alana
Yang dia katan berusan tidak semuanya benar sebab dia tidak mungkin memberitahu kakak nya apa yang saat ini dia pikirkan , dia belum terbiasa dalam hal ini yaitu berbagi pikiran dengan orang lain , ini saja dia baru merasakan adanya keluarga di sampingnya , Alana juga butuh waktu untuk semua ini , dia juga manusia biasa butuh waktu untuk beradaptasi .
Agus mendengar jawaban adiknya hanya berharap juga sama seperti yang adiknya harapkan dan Agus tau kalua ada sesuatu yang di sembunyikan adiknya itu , walaupun Alana sering mengabaikannya tapi Agus cukup kenal dengan adiknya yang satu ini .
setelah itu percakapan mare pun berakhir dan Alana menyandarkan kepalanya didekat jendela mobil sedangkan Agus kembali focus menyetir dan dia sedikit menaikkan laju mobilnya agar mareka segera sampai ke rumah dan Alana dapat beristirahat itu lah yang ada dalam pikiran Agus saat ini dan juga Alana butuh obat untuk jidatnya takunya infeksi kalua lambat di tangani tentu saja hal ini pemikiran Agus karena kalua Alana dia merasa ini hanya luka kecil nanti juga akan sembuh sendirinya. Bagaimana pun dia bukan anak mommy dari dia lahir dia terbiasa dengan hal hal seperti ini jadi menurutnya ini adalah hal biasa .
saat mareka sampai rumah disambut oleh orang tuanya karena mareka menonton berita jadi mareka merasa cemas dengan anak laki lakinya karena dia pergi menjempu orang yang tidak sama sekali penting dalam hidupnya mareka , itu lah yang ada dalam pikiran mareka .
Alana pov
__ADS_1
Saat sampai rumah aku dan kak Agus langsung masuk dan kedua orang tua ku langsung menghampri kami dan keliahatan sekali kalua mareka itu cemas dan tidak dipingkiri perasaan ku sedikit menghangat ini pertama kali nya aku merasa ada persaan seperti ini ,tetapi aku harus menelan pil pahit lagi saat aku mendengar mareka bicara dengan kak Agus .
“ sayang kamu tidak kenapa kenapa kan , tadi ibu sama Ayah menonton berita yang tentang kecelakaan itu .” kata ibu dan tentu saja dia bertanya pada kakak ku karena sedikit pun dalam hati mareka tidak pernah ada Alana mungkin sampai akhir cerita walaupun aku sudah mengubah nya tetap saja akan mendapat kan hasil yang sama tapi sekarang yang penting adalah bagaimana aku bisa bertahan . itu saja sudah cukup lakukan sama seperti sebelumnya .
Saat ini aku lebih memilih untuk ke kamar ku yang ada di lantai dua , aku butuh istirahat sekarang ini dan juga butuh air segar karena rasanya aku gerah .
Alana pov end
Saat Alana Kembali ke kamarnya tidak ada yang tau dan sekarang dia sudah berada dikamar nya yang bernuansa netral dan dia menyukai nya walaupun Alana ayang asli nakal dan berharap oraang tuanya memerhatikan dan memberinya sedikit perhatian tapi dia cukup dewasa dengan tidak lebay dalam memilih pakaian dan juga warna yang kekanakan .
Saat Alana sudah membersihkan diri dia pun mengistirahatkan tubuh dan juga otaknya maka sekarang waktunya tidur , sedangkan dibawah Agus merasa bersalah krena dia tidak melihat adiknya karena terlalu sibuk menengkan orang tua nya .
“Ayah .. Ibu … Agus ke kamar dulu yah , mau istirahat sebentar nnti mau kekantor ada meeting .” pamit Agus pada orang tua nya dan di jawab anggukan dan di persilahkan dia untuk istirahat memang pada dasarnya mareka perhatian tetapi mareka begitu pilih kasih , yang membuat nilai minus dalam sikap mareka .
Tok.. tok… tok…
Agus mengetuk pintu kamar adiknya , dia akan memastikan dulu kondisi adiknya baru dia bisa tenang , tetapi sepertinya tidak ada jawaban dan dia pun mengalah karena dia pikir Alana Kembali mengurung diri dan mengabaikannya .
Sedangkan diposisi Alana sekarang dia sedang tidur karena kecapean mungkin tapi yang jelas sekarang Alana butuh tidur dan istirahat tanpa mempedulikan luka nya , karena memang pada dasarnya tidak bukan anak manja .
Saat Agus tidak mendapatkan jawaban dari dalam kamar sang empunya , dia Kembali ke kamar nya untuk istirahat karena dia memang harus meeting nanti malam dengan clien dari luar kota .
Pada saat Alana terbangun dari tidurnya dia sadar bahwa dia kelamaan tidur dan dia sedikit lapar karena belum makan siang dia hari ini .
“ tapi kalua di pikir lagi , Alurnya ini sudah berubah pasti kedepannya akan berubah terus , aku tidak akan bisa menebak apa yang akan terjadi . “ kata Alana lagi karena dari yang dia lalui hari ini alurnya berubah seharus nya dia dan kakaknya kecelakaan tadi tapi ini tidak .
Alana tidak menyangka bahwa dengan dia tidak berdebat dengan kakaknya Alurnya jadi berubah .
“sudah lah jangan dipikirkan hal yang tidak penting , yang paling penting sekarang adalah , aku lapar , hmmmmm … “ Alana mengeluh karena dia tinggal di rumah mewah dan sekarang punya orang tua sama saja sperti sebelumnya sering kelaparan .
Setelah itu dia turun dari kasurnya dan menuju ke pintu kamarnya sekarang tujuannya adalah dapur karena tidur dan cape dia lupa untuk makan , untung saja cacing dalam perutnya mengingatkannya .
Saat Alana sampai di dapur dia melihat banyak pelayan yang menyiapkan makanan untuk makan malam . salah satu dari mareka bertanya .
“ non Alana butuh sesuatu ?” tanya pelayan itu sopan pada Alana
Belum sempat Alana menjawab dia melihat kakak nya sudah Rapi dengan setelan jas nya yang membuat Agus kelihatan tampan .
“ kakak mau kemana ?” tanya Alana menghampiri kakaknya
Sedangkan Agus dia merasa heran , sejak kapan anak ini peduli dia kemana , tapi dia cukup senang karena adiknya sudah mulai mau berinteraksi dengannya .
“kakak ada meeting sebentar .” jawab agus
__ADS_1
"bagaimana dengan luka mu dek ? tanya Agus karena dia bahkan tadi tidak memastikan klau luka adiknya di obat
“kakak meeting dimana ?” bukannya menjawab Alana malah bertanya balik pada Agus
“Restoran dekat persimpangan lampu merah dekat kantor kakak . kenapa?” jawab Agus yang di akhiri dengan pertanyaan karena pertanyaan sebelumnya tidak dijawab oleh si lawan bicara .
“Aku ikut , tunggu sebentar .” kata Alana tanpa mau dibantah , dan dia segerah naik ke kamarnya untuk mengambil jaketnya karena ini sudah malam pasti udara nya dingin ,
"Luka mu sudah di obati kh?? " teriak Agus yang melihat Alana menjauh.
"hanya luka kecil, don't worry" Alana berhenti sebentar dan menjawab sebelum kembali berlari kecil .
tidak cukup lima menit Alana turun dengan sedikit berlari , dia tidak seperti biasa nya jika keluar harus berpenampilan sempurna , sekarang dia sederhana tetapi kelihatan lebih hidup dan seperti orang lain , itu lah yang ada di pikiran Agus .
“ kamu seperti orang lain sekarang dek , kenapa begitu sulit mengerti dirimu ?” kata Agus dalam hati , Agus hanya bisa bertanya dalam hati karena dia tidak mungkin bertanya langsung , karena dia takut mendapat jawaban tidak sesuai denga napa yang dia inginkan . Dan itu akan membuat Agus terluka jika dia saja yang terluka Agus tak masalah tetapi jika adiknya Agus sudah tidak bisa menyaksikan bagaimana adiknya berperang dengan batinnya sendiri.
“ yok jalan “ kata Alana setelah sampai di dekat kakaknya , dia yang mengajak padahal kan yang mau ikut itu dia , Agus hanya mengangguk dan mengikuti Langkah adiknya , sebelum keluar dia berpesan pada ketua pelayan
“ Bi nati kalua Ibu sama Ayah cari , bilang aja aku ada meeting dan Alana ikut sekali “ kata Agus
“baik tuan muda “ jawab si ketua pelayan yang di panggil bibi tadi sama Agus .
Kemudian dia menyusul adiknya yang sudah duluan keluar rumah , dan dia naik ke mobilnya dia sendiri yang mengendarai karena dia tidak suka pakai sopir dan biasa nya Agus dengan asistennya tetapi tadi katanya asistennya menunggu di tempat saja .
“ jangan kawatir kak , aku tidak akan mengganggu aku hanya akan makan kemudian pulang .” kata Alana karena selama ini Alana asli selalu buat masalah dan dia tau apa yang kakak kawatirkan sebenarnya dan sekarang kakak nya pasti mencari cara untuk mengingatkannya .
“ehehehe , kok kamu tau apa yang mau kakak omongin?” Agus tertawa kecil dengan pernyataan “ adiknya dan dia bertanya dari mana dia tau apa yang Agus pikirkan .
“ sudah boleh di di baca di muka jelek kakak.. “ kata Alana sambil tersenyum tipis dia merasa senng mengejek kakak nya ini . sedang Agus yang dikatai dia malah bahagia bukan marah karena adiknya mau bercanda dengannya .
“ memang muka kakak jelek banget yah ..” Agus menimpali candaan Alana
“ pakai banyak banget kak , pokoknya jelek bangettttttttt “ kata Alana dengan memangjangkan kata banget di akhir kalimatnya diikuti dengan tangannya memperagakan Panjang .
“ sanking jelek nya bangetnya Panjang yah dek .?” tanya Agus sambil tersenyum dia sesekali memerhatikan adiknya walaupun begitu dia tetap fokus menyetir , dia Bahagia akhirnya adiknya mau bercanda dan tersenyum serta bicara santai seperti ini pada nya .
“ iya kak buktinya sekarang kakak masih jomlo kan , ahahahaha” kata Alana dan dia tertawa di akhir kalimatnya karena dia tidak habis pikir kakak nya ini kenapa memilih jomlo . sedangkan Agus tertegun melihat adiknya tertawa lepas seakan tidak memiliki beban , ini lah yang dia ingin kan adiknya tidak hatrus menanggung beban apapun itu .
tapi jika kita tidak memiliki beban bagaimana kita boleh dewasa , denga napa yang kita alami di situlah kita belajar buat jadi orang dewasa . tidak dapat dipungkiri Agus merasa Bahagia akhirnya dia dapat melihat senyum adiknya bahkan sekarang Alana adiknya tertawa dengan nya tidak seperti dulu lagi
Dulu jangan kan bicara begini satu mobil saja dia tidak mau , Alana dulu begitu membenci nya karena Agus lh yang selalu memdapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya .
melihat perubahannya Agus merasa senang tapi sepertinya Alana tidak peduli lagi dengan kedua orang tua nya , bukan ini juga yang Agus inginkan ,bagaimana pun dia juga ingin punya keluarga yang normal dan harmonis kayak keluarga pada umumnya .
__ADS_1
continued.....