
.
.
.
.
.
part 21
" baru pulang"
" kakak " gumam Alana
" dari mana saja jam segini baru pulang?" tanya Agus menghampirinya Alana .
" dari tempat Dinda kak " jujur Alana ada Agus karena tidak ada hal yang harus di sembunyikan kecuali dia yang bekerja part time .
dan sekarang Alana harus kasih alasan apa nanti jika dia bekerja .
" sekarang kamu siap - siap , ada makan malam dengan keluarga Alan "
" sekarang?" tanya Alana tidak percaya
" iya ,ayah sama ibu sudah di sana " jelas Agus , ayah sama ibu mareka sudah di sana dari perjalanan bisnis langsung kesana .
" kenapa ayah sama ibu gak pulang dulu , memang tidak capek yah" ucap Alana
" sudah nanti saja bertanya, yang ada jika kita terlambat akan di omelin " Agus menuntun Alana ke kamar nya .
" oke sebentar yah kak " kata Alana kemudian menutup pintu kamar nya .
" hmm , gerah juga . mandi sedikit saja kali yah , eheheheh " gumam Alana dan terkekeh di akhir kalimat nya .
segera Alana ke kamar mandi yang ada dalam kamar nya itu ,dia hanya menyiram badan dan juga muka nya tanpa membasahi rambut nya .
' besok saja keramas ' pikir Alana
selesai Alana segera keluar kamar mandi dan memilih pakaian nya .
Alana menjatuhkan pilihannya pada rok lipit lipit kecil panjang dan juga baju kaos setengah lengan warnah putih di padukan dengan rok ny yang warnah navy , membuat nya kelihatan comel seperti anak - anak .
karena memang tubuh Alana tidak lah tinggi tapi tidak juga pendek amat , dengan tinggi 147 CM dan juga berat badan 40 KG .
dengan penampilan seperti ini cukup sederhana dan menurut nya ini baik - baik saja .
Alana segera turun menghampiri Agus yang menunggu nya di ruang tamu .
" kak ayo " ajak Alana karena Agus tidak sadar jika Alana sudah datang dia masih fokus dengan telepon seluler nya itu .
" kamu sudah selesai?" tanya Agus dan dia menoleh , Agus kagum dengan penampilan adik nya menurut nya ini unik tidak seperti biasa nya Alana yang selalu berpenampilan bad girl nya .
" jelek yah ?" Tanya Alana cemberut melihat reaksi Agus
" tidak .... tidak ...." Agus cepat menggeleng kan kepala nya
" hanya saja kamu kelihatan beda " sambung Agus tersenyum.
" benarkah ?" antusias Alana
" hmm " Agus berdehem sambil mengangguk kemudian dia mengacak acak rambut Alana yang hanya di ikat satu di belakang seperti ekor kuda .
" kak berantakan nanti " kesal Alana menangkap Tangan nya Agus . tanpa melepas nya Alana menarik Agus segera langsung ke mobil Agus .
" kata nya nanti lambat di omelin tapi dia masih saja buang - buang waktu . hm " omel Alana dalam mobil . dia cemberut karena kepala nya di berantakin .
tapi tidak bisa Alana Pungkiri ia merasa bahagia saat Agus memegang kepala nya dia dapat merasakan kasih sayang tulus seorang kakak . ini pertama kali nya Alana yang jiwa nya Naura merasa kasih sayang keluarga .
__ADS_1
mengingat hal ini ,Alana tersenyum dalam hati .
" jangan cemberut jelek loh " canda Agus melihat Alana cemberut
" memang jelek dari lahir " timpal Alana
" ahahahah " Agus tertawa lepas dengan jawaban Alana tapi segera menormalkan ekpresi karena melihat Alana yang memandang nya dengan Alis berkerut.
" kakak menyebal kan deh , ada kah yang mau beli kakak biar ku jual " ucap Alana memalingkan wajah nya .
" tega banget mau jual kakak sendiri" Agus pura - pura sedih .
" lebay " jawab Alana dan ia pun menyandarkan kepalanya kebelakang tempat duduk nya .
Agus tidak menanggapi dan dia hanya tersenyum melihat tingkah Alana , seketika mareka dalam keheningan.
" kak apa yang akan terjadi jika aku membatalkan pertunangan nya ?" tanya Alana tiba - tiba .
" kakak gak tahu Na tapi yang pasti ayah sama ibu bakalan marah baget " jawab Agus
" aku rasa aku akan membatalkan nya kak apa pun resiko nya " ucap Alana pelan
" jangan khawatir" Agus menggenggam tangan adik satu satu nya itu untuk memberi nya kekuatan dan juga pertanda jika dia akan mendukung apa pun keputusan Alana .
tapi yang dia tidak tahu mungkin saja Alana akan pergi dan Alana sudah mempersiapkan untuk itu semua , dari semua hal yang terjadi dapat di simpulkan besar kemungkinan dia akan mendapatkan masalah besar nanti .
" aku baik - baik saja kak " Alana meyakinkan Agus agar ia tidak perlu khawatir .
mareka melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan sekarang benar - benar hening dalam mobil Alana mempersiapkan diri apa yang akan terjadi nanti .
bagaimana pun kuat nya dia tapi tetap saja akan lemah berhadapan dengan orang tua nya Alana walaupun dia adalah Naura tapi tidak tahu kenapa perasaan nya bahkan hampir sama dengan Alana asli atau apa kah Alana belum pergi dari tubuh nya , ini membingungkan untuk Naura yang mengendalikan tubuh Alana .
hampir setengah jam perjalanan akhir nya Alana dan Agus sampai dimana lokasi tujuan mareka.
Agus segera memarkir kan mobil nya dan Agus turun lebih dulu di ikuti oleh Alana .
" semua akan baik - baik saja " ucap Agus pas mareka mau masuk ke restoran dimana pertemuan keluarga itu di laksana kan .
Agus dan Alana beriringan masuk dan mareka mencari dimana orang tua nya berada ,
" di kamar VIP nomor 201 Mas " jawab pelayan yang di tanya oleh Agus
" makasih mbak " timal Alana
Mareka segera keruangan yang di sebut kan tadi .
hanya jalan beberapa meter saja dan mareka menemukan nya .
Tok ... tokk .... tokkk ......
Agus mengetuk pintu sebelum masuk
" maaf kami terlambat" ucap Agus sedikit merasa bersalah karena semua orang sudah ada
" tidak apa - apa , duduk lah " kata pak Aleksa Ayah nya Alan .
" makasih om " jawab Agus lagi sedang kan Alana hanya diam saja tanpa melirik orang tua nya dia duduk di kursih samping Agus , tapi di samping sisi lain nya adalah Alan .
Alana bersikap biasa saja tapi jantung nya berdetak lebih cepat karena gugup .
' aku pikir ini gampang, tapi tetap saja aku gugup' batin Alana
" karena semua sudah datang , mari pesan dulu " suara ayah Alan memecahkan keheningan di antara mareka .
" baik lah " jawab mareka hampir bersamaan tapi Alana masih setia dengan diam nya .
setelah memesan mareka berbica ringan sambil menunggu makanan mareka yang sedang proses .
" permisi, ini pesanan nya " ucap pelayan kemudian meletakkan makanan mareka . setelah tugas nya selesai , segera mungkin keluar dari ruangan itu .
__ADS_1
" ayok silahkan" ucap Ayah nya Alana
" aku mau bicara sesuatu" ucap Alana tiba - tiba
" makan dulu Na " timpal Agus
" sebelum nya Alana mau minta maaf tapi pertunangan ini aku tidak mau " ucap Alana dengan satu tarikan nafas dan seketika hening
" kamu pikir ini hal yang bisa di permain kan Alana " teriak Ayah nya
" tapi ini juga bukan hal yang aku mau " Alana tidak tinggal diam
" kamu tidak punya hak untuk memutuskan" mutlak ayah nya
" ini tentang ku maka ini adalah keputusan ku " jawab Alana .
" yang boleh mengambil keputusan dalam hidup ku hanya aku , diri ku sendiri. aku tidak akan membiarkan siapapun merusak hidup ku lagi " sambung Alana .
" kamu .... " ibu juga ikut menimpali
" aku tidak punya anak yang tidak tahu sopan santun " ibu Alana menatap tajam Alana bagaimana bisa Putri nya yang diam selama ini angkat bicara dan mempermalukan mareka .
" ibu benar , karena memang ibu tidak pernah mengajariku sopan santun " Alana membenarkan ucapan ibu nya
" seandainya kak Agus tidak ada mungkin aku tidak kenal siapa orang tua ku , karena kalian tidak pernah menyuruh ku memanggil kalian dengan sebutan Ibu dan ayah " sambung Alana dengan pandangan nanar ini lah yang membuat nya lemah saat membahas tentang orang tua hati nya begitu sakit , kenapa harus di yang mengalami semua ini .
" hanya kak Agus yang selalu memanggil kalian ayah dan ibu maka nya aku beranggapan kalian adalah orang tua ku tapi sekarang aku menjadi ragu apa benar aku anak kalian ." smbung Alana lagi tanpa sadar air mata nya mengalir begitu saja tanpa permisi Alana bahkan tidak berkedip .
deg .. deg ... deg ...
jantung Ibu Alana berdetak lebih cepat mendengar ucapan Alana .
" bagaimana bisa kau mengatakan itu ?" tanya nya dengan suara pelan seakan yang marah tadi bukan diri nya .
Alana tidak tahu harus jawab apa air mata nya tidak mau berhenti mengalir dia sudah berusaha untuk tidak menangis tetap saja ras nya begitu sakit , bagai kan ada yang menusuk hati nya begitu terasa sakit dan sesak.
" aku permisi" pamit Alana langsung pergi tanpa menunggu jawaban mareka
sekarang Alana tidak tahu haru kemana di hanya melangkah kan kaki nya saja sambil terus menangis.
tanpa peduli jika orang memerhatikan diri nya .
" kenapa semua nya terjadi pada ku , di dunia sebelum nya aku bahkan tidak tahu siapa orang tua ku dan aku sudah bisa menerima jika benar mareka membuang ku tapi kenapa aku harus mengalami hal yang sama lagi " gumam Alana dengan pandangan nanar lurus kedepan dan air mata nya terus mengalir .
" hiks .... hikss ... hiksss .... " Alana terisak dia terduduk dan menutup mata nya dengan telapak tangan nya ,
ini pertama kali nya dia meras begitu buruk pada diri nya sendiri.
' kenapa aku menjadi lemah seperti ini , hiks ...' Alana membatin sambil masih menangis di ingin meluah kan semua.
Naura sekarang begitu terpukul merasa dunia begitu tidak adil dengan nya , pertama dia terlempar di sini tanpa Naura minta bahkan tanpa keinginan nya dan ia tidak tahu bagaimana cara kembali.
dan dia sudah mencoba menjadi Alana tapi kenapa harus di hadapkan dengan keadaan seperti ini dan juga diri nya menjadi begitu lemah .
Naura seakan tidak mengenal diri nya yang sekarang .
' aku harus bagaimana sekarang ' batin Naura
" apa aku akan selalu menjadi Alana tapi ini bukan diriku ," gumam Alana
" aaaaaahhhhhhkkkkkkk" teriak Alana frustasi mengundang perhatian orang - orang di sekitar nya .
to be continue .......
sampai jumpa, jangan lupa tinggalkan jejak yah readers. dan terus dukung author yah.
dan juga jika ada kesalahan mohon maaf yah 🙏
ba bayeee 😘🤣
__ADS_1
Terimakasih kasih banyak - banyak 😅