
Alan bingung dengan pertanyaan Alana sebenarnya ini semua dia lakukan hanya untuk satu orang yaitu Alana , dia juga bingung kenapa bisa , dia begitu peduli padahal mareka belum cukup kenal satu sama lain .
tapi yang jelas Alan rasa ada sesuatu di Alana maka nya dia begitu tertarik ada yang Alana miliki tidak di miliki oleh orang lain . dan juga Alana cukup unik menurut nya .
" kenapa bengong ?" Alana melambai lambai kan tangan nya di depan wajah nya Alan karena ,Alan melamun bukan nya menjawab pertanyaan nya .
" ada masalah dengan pertanyaan ku?" tanya Alana lagi
"hmm tidak " jawab Alan menggeleng kan kepala nya.
"cuma aku bingung mau jawab gimana " bingung Alan mau menjawab apa pertanyaan Alana . apakah dia beritahukan semuanya tapi takut nya Alana pikir terlalu jauh .
" gini aja , nanti tanya kan pada orang tua mu apa yang di bahas hari tu ? " Alan memilih jalan pintas dari pada dia bingung sendiri .
" hmm .. oke " Alana menggangguk dengan saran Alan lagian dia jug penasaran apa yang di bahas waktu itu .
"pakai sakit segala sih , tu lah " ucap Alana dalam hati , dia merutuki dirinya yang gampang sakit dan bisa nya dia pingsan di waktu yang tidak tepat .
tapi satu hal yang baru pertama kali dia rasakan pingsan , karena dulu Naura tidk pernah pingsan , mungkin karena bukan tubuh nya maka nya agak lemah .
*************************************************
kring ... kring ... kring ....
suara bel berbunyi
tidak terasa bel masuk berbunyi , parah siswa segera kembali ke kelas nya masing - masing begitu pun juga dengan Alana dan Alan .
mareka jalan beriringan tanpa ad pembicaraan , mareka hanya sibuk dengan pemikiran nya masing .
sampai di kelas masih banyak teman - teman kelas Alana belum masuk , sedangkan Alana hanya melanjutkan langkah nya menuju kursih nya . tapi tiba - tiba ada yang memanggil nya .
"Alana " sauara nya kedengaran tenang tapi tetap saja kedengaran di telingah Alana bahwa orang ini sombong .
Alana menoleh dan di lihat dari arah pintu kalau Dinda masuk ke kelas nya Alana menghampiri nya .
iyah , yang memanggil Alana tadi adalah Dinda .
"kenapa?" tanya Alana dengan tetap tenang dan santai .
"ikut gue ,ad yang mau gue omongin sama lo " ucap Dinda , dan menarik tangan Alana .
tapi segera mungkin Alana menepis tangan Dinda ,
" bicara saja disini " kata Alana
" gak bisa " jawab Dinda .
"pulang sekolah gue tunggu lo di parkiran " ucap Dinda kemudian keluar dari kelas Alana karena sebentar lagi guru mata pelajaran akan masuk jadi dia memutuskan untuk ke kelas nya juga .
Alana tidak menjawab atau menanggapi Dinda , dia malas sebenarnya melayan nenek lampir satu itu tapi dia juga penasaran tentang sesuatu .
pelajaran pun di mulai , Alana mengikuti materi seperti biasa tanpa berbicara di hanya fokus ke depan di mana guru menjelaskan , walaupun menurut nya dia mengulai materi tapi tidak maslah , bukannya belajar tidak ada batas nya kan .
selagi ada kesempatan maka lakukan lah , jangan jadi kan satu alasan kita tidak menuntut ilmu karena beribu alasan lah kita harus menuntut ilmu .
*************************
detik berganti menit , menit berganti jam , begitu cepat waktu berlalu ,dan sekarang waktu nya untuk pulng , agar dapt mengistirahatkan tubuh yang capek dan juga otak yang telah bekerja keras selama di sekolah .
"Al lo ada masalah dengan Dinda " tanya Tika
karena tadi pas Dinda datang dia baru masuk kelas tapi karena guru ke buru datang di tidk sempat bertanya . karena saat jam pelajaran mau bertanya percuma saja , Alana tidk bakalan jawab .
"gak , " Alana menggeleng kan kepala nya , dia masih fokus dengan buku - buku nya dan langsung di masuk kan kembali ke tas nya .
tidak lupa pula dia mengecek kembali laci meja nya agar tidak ada yang akan ketinggalan lagi .
"terus tadi kenapa dia kesini ?" tanya Tika lagi
" kata nya mau ngomong sesuatu " ucap Alana cuek dia tidak begitu pusing tentang Dinda hanya saja menurut nya Dinda sedikit beda dari alur novel yang dia baca .
"guys ini kertas ulangan yang tadi " ucap Wandi sambil memberikan mareka masing masing kertas jawaban nya .
" dan lo Al di suruh ke kantor sama Bu Lili " lanjut Wandi pas smpai di meja Alana .
"oke " jawab Alana menggnguk .
"ada masalah ?" tanya Alan
" seharusnya sih gak ada "jawab Alana
" aku duluan yah " pamit Alana segera keluar kelas dan dia segera menuju ke ruang guru untuk menghadap .
tok ... tok ... tok ....
sesampai nya Alana di depan ruang guru sebelum masuk dia mengetuk pintu dulu .
" ibu panggil saya " tanya Alana pada Bu Liana saat sudah masuk dn menghadap ke Bu Liana
__ADS_1
"iya " jawab Bu Liana
kemudian dia segera menyodorkan kertas selempar pada Alana ,dan Alana mengambil nya kemudian melihat nya ternyata itu lembar jawaban nya .
" kamu mengerjakan nya dengan sempurna , sebenarnya ibu percaya dengan kemampuan kamu hanya saja banyak guru - guru yang menentang ini , dan menurut mareka ini hal aneh " jelas Bu Liana .
karena ini bukan hal biasa , Alana yang selama setahun di SMA ini , dengan nilai predikat paling rendah apalagi ini dia mendapat kan nilai sempurna di bidng fisika bnyak guru yang mempertanyakan hal ini .
"boleh kamu jelas kan , ibu gak mau menebak atau pun menuduh kamu " sambung Bu Liana
" saya tidak dapat menjelaskan apa pun bu , ibu kan lihat sendiri jika tadi saya mengerjakan nya sendiri " jawab Alana .
memang ini aneh , salah kan diri nya yang tidak berpikir kesana , pasti orang curiga jika murid bodoh tiba tiba jadi pintar .
" kalau ibu dan guru - guru yang lain curiga saya menyontek , silah kan tes saya dan saya masih ingat dengan jawaban yang telah saya tulis " sambung Alana menjelas kan , sebenarnya dia tidak serius dengan akan melakukan ulangan kembali dia hanya mau meyakinkan , tapi
" baik lah " bukan ini yang Alana harap kan .
" kamu bisa duduk di sana saya akan mengambil kan kertas yang baru " ucap Bu Liana smbil menunjukkan Alana di mana ada meja dan kursih kosong .
" aku harus pulang tapi kenapa malah terjebak dengan ucapan ku sendiri . " Alana mendesah pasrah sambil terus bergumam tidak jelas .
"ini " Bu Liana menyodorkan Alana kertas yang sama dengan soal ulangan tadi .
" maksih bu " ucap Alana berterimakasih , padahal dalam hati begitu dongkol rasa nya .
Alana segera mengerjakan kembali dan itu di dampingi langsung oleh Bu Liana ,
Alana hanya fokus mengerjakan bahkan dia menghitung hanya menggunakan jari - jari nya yang di gerakkan tanpa mengcakar .
Bu Liana heran dan beberapa guru di sana yang menyaksikan Alana begitu tidak ercaya sampai melongo mareka melihat nya .
sedangkan Alana begitu fokus tanpa peduli dengan di sekitar nya dan 20 menit berlalu dia menyelesaikan nya , butuh waktu lama karena jwaban nya yang sedikit panjang .
dan juga jumlah soal yang tidak sedikit .
"sudah bu " Alana menyerahkan hasil kerja nya .
" kenapa ibu gak tahu selama jika kamu bisenghitung begitu cepat?" tanya Bu Liana
" itu sedikit susah di jelaskan bu , sekarang apa saya bisa pulang ada yang harus saya selesaikan " tanya Alana kepada wali kelas nya itu sekaligus guru mata pelajaran fisika yang mengajar di kelas nya .
" iya , kamu boleh pulang sekarang . dan maaf karena kami mencurigai mu " ucap Bu Liana
walaupun mareka guru dan curiga seperti adaah hal wajar tapi tetap saja tanpa sengaja mareka menuduh Alana yang tidak - tidak , maka nya dia mengucap kan kata maaf .
minta maaf tidak akan menurunkan derajat mu tapi bisa menaikkan kan martabat mu . tetap lah jadi orang yang rendah hati .
Alana segera berdiri dari tempat duduk nya , kemudian menjawab
" gak masalah bu , saya permisi "
ucap Alana segera keluar dari ruang guru tersebut tidak lupa juga dengan senyuman nya .
dia tidak begitu mempermasalahkan tentang hal ini hanya saja , dia terlambat pulang untuk hari ini dan juga.
" bagaimana jika Dinda menunggu ku di parkiran" pikir Alana dalam hati .
Alana terus melanjutkan langkah nya , dia segera melewati parkiran dan mata nya terus tertuju pada mobil yang selalu menjemput nya .
"Alana "
panggil seseorang dari belakang , Alana kenal dengan suara itu
" Dinda " heran Alana melihat Dinda masih di sini .
" kenapa belum pulang " tanya Alana
" nungguin lo" jawab Dinda
Dinda tetap menunggu Alana karena dia melihat bahwa mobil jemputan Alana masih ada , maka nya dia berasumsi jika Alana belum pulang , dan benar saja Alana masih di sini .
" ada apa ?" tanya Alana melihat raut wajah Dinda
" lo menjauh dari gue apa karena sekarang keadaan gue tidak menguntungkan buat lo lagi " tanya Dinda .
walaupun mareka suka membuli dan menindas tapi Dinda tulus berteman dengan Alana .
" maksudnya?" tanya Alana tidak paham dari kata Dinda
" lo jngan sok gak tahu " ketus Dinda dengan wajah malas , yang membuat Alana semakin bingung dengan keadaan ini .
" aku di usir dari rumah , dan jangan menghibur ku dengan kata bahwa kau tidak tahu ." jawab Dinda
" kau serius ?" tanya Alana
"hmm " Dinda hanya berdehem saja .
"karena " Alana penasaran dengan Alasan
__ADS_1
" ada orang fitnah aku , " ucap Dinda walaupun pun dia sedih tapi dia berusaha untuk tetap kuat dan tidak menangis .
" jadi mimpi ku benar , jika Alana dan Dinda berteman buka seperti yang di jelaskan di dalam novel , tapi ini sebenarnya kenapa , begitu banyak hal yang tidak sesuai dengan alur novel dan juga ingatan ku tentang Alana baru sekarang mulai muncul , padahal pas pertama aku kesini memori nya sama dengan Alur novel kenapa tiba - tiba berubah sekarang?" tanya Alana dalam hati .
melihat Alana melamun Dinda segera melambai - lambai kan tangan nya di depan wajah Alana . sambil memanggil - manggil nya .
" hey .... Alana " ucap nya
" Alana " panggil nya lagi sambil menguncang tubuh Alana , yang memvuat Alana kaget dan terperenjat dari tempat nya .
" hmm kenapa ?" tanya nya pas sudah menetralkan kondisi nya .
" kenapa ?" ulang Dinda tidak percaya dengan teman nya ini .
" dah lah aku mau pulang " ucap Dinda sedikit ketus meninggalkan Alana , baru berapa langkah Alana menyusul nya .
" aku akan mengantarmu pulang " ucap Alana menggandemg tangan Dinda .
" masuk " perintah Alana ketika mareka sudh berada di dekat mobil .
supir Alana tidak turun karena memang Alana sudah menekan kan hal ini jika dia tidak mau di bukakan pintu cukul duduk saja tempat kemudi dia akan melakukan selebih nya sendiri .
" baik lah jika kau memaksa " canda Dinda
"dasar " balas Alana pada Dinda .
sebenarnya ini agak aneh menurut Naura , perjalanan nya yang masuk ke dunia novel berbeda dengan alur yang di tahu , pas dia pingsang dan di baw kerumah sakit dia memimpi kan tentang kehidupan Alana begitu banyak hal yang tidak di jelaskan dalam novel .
"kau tinggl dimana sekarang?" tanya Alana karena memang dia belum tahu di mana Dinda tinggal .
mareka berada di mobil dengan keheningan ,
" nanti pas dekat ku kasih tahu " jawab Dinda sambil menoleh ke arah Alana karena tadi posisi nya menyandarkan kepala nya pada jendela .
" kau tidak mau cerita masalah mu?" tanya Alana pelan , dia takut menyinggung perasaan Dinda .
walaupun Dinda di sekolah suka cari masalah dan kelihatan banget bad girl nya tapi sebenarnya dia juga rapuh , dia hanya menutupi kerapuhan nya dengan bersikap seperti itu .
"ada orang yang mengirim gambar ku di bar dan juga ke hotel bersama laki - laki , aku gak tahu siapa pengirim nya dan juga tujuannya apa .
Mama sama papa bahkan tidak percaya sama aku .. hiks ... hiks ... hiks .... " Dinda menangis karena merasa begitu kecewa , orang tua nya begitu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk nya tapi mareka selalu mengawasi nya dengan ketat bagaimana bisa mareka percaya begitu saja dengan hoax yang mareka dapat . itu yang membuat Dinda terpukul dn juga kecewa dengn orang tua nya .
karena kecewa nya dia , ia bahkan tidak mau menjelaskan apa pun karena menurut nya harus nya mareka percaya dengan nya karena ia adalah anak nya .
Alana hanya memeluk Dinda berharap sedih nya bisa hilang .
" terus sekarang apa rencana mu?" tanya Alana setelah Dinda cukup tenang.
" aku gak tahu Na , rencana aku akan mencari kerja part time karena tabungan ku akan habis jika aku gunakan terus tanpa pemasukan " Dinda menghela nafas , selama ini dia tidak biasa dengan kerja - kerja seperti itu , karena lahir di keluarga berkecukupan membuat nya manja dan tidak biasa dengan keadaan seperti ini .
" besok pulang sekolah kita pergi sama - sama , kalau ini hari aku ada hal jadi tidak bisa " ucap Alana mencoba memberi Dinda pengertian .
" aku tidak mengajak mu" ucap Dinda pedas .
" iya tapi aku mau ikut " kata Alana tidak mau kalah .
mareka terus mengobrol dan kadang tertawa ,itulah yang Alana mau .
" ini jug baik untuk ku , aku akan bekerja juga agar tidak bergantung terus dengan orang . " ucap Naura dalam hati .
"aku tinggal disini walaupun tidak besar tapi nyaman kok" ucap Dinda saat sampai tempat dimana dia ngekos . karena di maish memiliki kebutuhan lain maka nya dia hanya tinggal di tempat sederhana .
" bagus lah , nanti kapan - kapan aku nginap di sini " Alana melihat sekeliling dan ini cukup nyaman .
Dinda tidak yakin dengan Jawaban Alana sebab dia yang paling tahu kalau Alana itu sush tidur di tempat lain .
" lo yakin ?" tanya Dinda dengan wajah tidk yakin
" sudah lah lupakan saja jika kau tidak percaya , aka pulang yah . " jawab Alana dengan wajah malas
" sampai jumpa besok " pamit Alana dan dia segera masuk mobil tidak lupa melambaikan tangan nya pada Dinda
" ba bayeee " ucap nya dan mobil nya pun segera melaju kembali .
Alana hanya menikmati perjalanan nya dengan bersenandung ringan ,
" suara nona bagus " ucap Pak Dadang dia begitu menikmati suara Alana yang bernyanyi ,
" makasih pak" jawab Alana sambil tersenyum .
hanya beberapa menit dia sampai di rumah orang tua nya .
dan keadaan rumah masih sama hanya ada asisten rumah tangga ,Kakak nya dan juga orang tua nya belum pulang .
Alana segera ke kamar nya dan membersihkan diri , kemudian dia Istirahat sebentar membaring kan tubuh nya yang lelah walaupun tidak lelah banget .
" aku sebaiknya bertanya pada kak Agus ,aku belum terbiasa dengan kedua orang tua Alana " ucap Naura
to be continue.........
__ADS_1