Siapa Kau

Siapa Kau
part 9 ' apa yang aku dapat'


__ADS_3

Part 9 ` apa yang aku dapat`


Setelah meminta teman nya pulang dan akan mengabari lewat grop chat yang telah mareka buat sekarang Alana duduk santai di sofa ruang tamu nya , padahal dalam hati dia begitu deg deg kan dan mencoba mencari alasan yang tepat untuk pertanyaan yang akan di lontar kan oleh kakak nya ini .


Iya yang memperhatikannya dari tadi saat belajar Bersama dan lebih tepat nya dia yang mengajari teman nya yaitu kakak nya Alana yang tidak lain adalah Agus .


Sekarang dia seakan di introgasi


“apa semua ni?” tanya Agus to the point


“ bukan apa-apa kak “ jawab Alana santai


“ jangan bohong Na” ucapan Agus membuat jantung Alana marathon


“ bukannya normal yah kak , kalau teman sekelas belajar Bersama dan kakak tumben awal pulang biasa nya malam ?” jelas Alana berusaha mengubah topik dia takut salah jawab dan semuanya ketahuan .


“ bukan itu yang mau kakak dengar “ jawab Agus dia sedikit tidak terima adiknya mengubah topik dan ini jelas ada yang tidak dia ke tahui di sini .


" kamu tahu kan bukan itu maksud kakak" kata Agus kemudian dia lanjut


“ selama ini nilai kamu buruk bahkan kelakuan kamu juga tapi kakak senang dengan perubahan kamu Cuma yang kakak gak paham bagaimana bisa kamu begitu paham dengan materi fisika tadi sedetail itu tapi nilai kamu buruk di sekolah?” jelas saja Agus kebingungan dia merasa senang dengan perubahan adiknya tapi tentu saja ada yang dia kawatir kan .


“ kakak seakan melihat orang lain dalam diri kamu dek” ucap Agus laangsung membuat Alana yang berisi jiwa Naura hampir kena serangan jantung, jangtung nya seakan akan lepas dari tempat nya .


“ memangnya aku kenapa kak?” tanya Alana mencoba santai


“ kamu tidak rasa jika kamu berubah “tanya Agus


“ kamu bahkan mengabaikan ayah dan ibu , tidak pernah menyapa mareka lagi dan kamu berlaku baik sama kakak yang selama ini kamu abaikan , kakak senang kamu tidak mengabaikan kakak tapi makin kesini kakak seakan tidak mengenal kamu “ lanjut Agus Panjang .


Ini lah yang di takutkan Alana cepat atau lambat pasti ada pertanyaan seperti ini , dia tidak pernah berpikir kalau pertanyaan ini akan dia dapat kan sekarang .


“sejauh apa kakak kenal aku ?” tanya Alana dan dia tersenyum ketir , tidak tahu kenapa tapi dia seakan terbawa suasana padahal dia tahu betul ini bukan dunia nya dan ini bukan tubuh nya tapi kenapa seakan ini terjadi begitu nyata pada dirinya .


“ kakak pikir selama ini kakak mengenal mu tapi sepertinya tidak” jawab Agus


“ kakak memang tidak mengenal ku “ ucap Alana kemudian berdiri dan melangkah kekamar nya sebelum itu dia Kembali berucap


“ jangan suka menilai hanya dari cover nya saja kak , mungkin selama ini aku terlalu terbawa perasaan sehingga lupa kalau banyak hal yang bisa membuat ku bahagia bukan cuma keluarga " kata Alana kemudian melanjutkan naik kekamarnya dan air mata nya pun mengalir tanpa izin nya .

__ADS_1


“ pasti perasaan Alana ini bukan kau Naura “ ucap nya sembari mengusap pipinya yang berair itu .


Sedangkan di bawah Agus termenung , apa sebenar nya yang terjadi dengan keluarga nya , dari dulu dia tidak paham dengan kedua orang tua nya yang begitu pilih kasih dan sekarang tambah renggang di karena kan adiknya pun mulai menjauh .


“ apa yang harus aku lakukan , yah Tuhan” ucap Agus prustasi dia mengusap wajah nya kasar .


Setelah itu dia berbalik dan akan ke kantor saja agar tidaj begitu memikirkan masalah yang tidak pernah dapat solusi .


``````````````


Pagi menyapa dengan hari yang baru mengganti kan malam dan hari kemarin yang begitu tegang sekarang waktu nya hari baru walaupun masalah yang sama .


Alana melakukan aktivitas seperti biasa , mandi dan siap- siap buat ke sekolah .


“ lapar , “ ucap Alana pelan karena dia merasa begitu lapar pagi ini , bagaimana tidak lapar jika dia lupa untuk makan malam gara gara takut keluar kamar makanya setelah selesai membahas tugas dengan teman teman nya dia langsung tidur , Alana takut berpapasan dengan kakak nya .


“ pagi bi “ sapa Alana saat keluar kamar pas sekali ada Bi Ida di situ


“ pagi juga non” jawab Bi Ida sopan


“ non di suruh sama tuan untuk turun sarapan “ lanjut Bi Ida yang sebenar nya dia naik di suruh panggil Alana


“ ohh oke bik” kata Alana


“ pagi “ sapa Alana takutnya dia malah membuat keributan pagi pagi jika langsung duduk dan tidak mengucap kan salam . pasti akan di tegus tidak punya sopan santun dan Alana begitu malas memperpanjang masalah kecil .


“ pagi dek , duduk lah sarapan dulu , sudah beberapa hari kau berangkat tanpa sarapan” kata Agus sedang kan orang tua nya hanya berdehem saja , Alana bahkan tidak tahu kapan orang tua du aini Kembali dari luar alam ehh salah luar kota , eheheheh


“ makasih kak perhatiannya tapi jangan kawatir aku tidak pernah melewatkan sarapan ku karena jika mag ku kambuh aku akan menyusahkan , bukan ?” kata Alana tidak lupa pula dengan sindiran halus nya itu


“ aku tidak akan membuat sesuatu yang menyusahkan orang mulai sekarang “ lanjutnya kemuadian langsung memakan sarapannya , tanpa memperdulikan sekitar nya yang suasana tiba – tiba ada sesuatu yang tak kena . ini pertama kali nya dia makan sama dengan yang di sebut keluarga.


“ aku selesai “ kata Alana dan kemudian akan berdiri dari tempat duduk nya


“ tunggu “ satu kata itu berhasil membuat nya berhenti dan menatap sang empu suara


“ mimpi apa yang yang tidak punya perasaan ini bicara dengan anak nya “ tentu saja Alana bisa mengatakan itu hanya dalam hati . karena mustahil dia bisa mengatakan itu secara langsung dia masih punya sopan santun lagian ini bukan orang tua aslinya dan kenyataan yang ada adalah dia menumpang disini .


“ nanti malam ikut sama saya untuk makan malam di luar “ kata nya langsung

__ADS_1


“ oke” jawab Alana singkat kemudian berdiri


“ kamu berangkat sama kakak Na” kata Agus kemudian ikut berdiri dan tumben sekali dia tidak pamitan dengan kedua orang tua nya .


“ serah kakak” kata Alana melanjutkan Langkah nya , sampai di depan pintu dia memasang sepatu nya dan setelah selesai dia ke mobil Agus , langsung masuk tanpa di suruh .


Sekarang mareka ada di perjalanan kesekolah Alana saat ini begitu hening tidak ada yang mulai percakapan .


“ kenapa kamu menyembunyikan fakta kalau kamu pintar ?” tanya Agus dan itu membuat Alana bingung


" kakak dari sekolah kamu kemarin dan guru fisika yang mengajar IPS itu teman kakak dan dia cerita semua tentang kamu ke kakak “ seakan tahu kebingungan adiknya Agus langsung menjelaskan


“ apa yang aku dapat jika aku tidak menyembunyi kannya ?” tanya Alana , sedangkan Agus tidak paham dengan jalan pikiran adiknya ini .


“ bukan kh ini bagus Ayah sama Ibu bisa lebih melihat ke kamu dek” terang Agus


“ pendapat kita beda kak “ kata Alana


“ bagaimana bisa orang tua hanya akan mengakui anak yang pintar , bukan kh jika anak bermasalah itu dari orang tua nya ‘ kata Alana sambil tetap bersandar ke belakang dia begitu tenang .


“ kakak tahu alasan kenapa Ayah sama ibu tidak peduli dengan ku” tanya Alana dan dapat gelengan kepala dari Agus .


“ karena dalam hati mareka tidak ada tempat untuk ku , mungkin jika pun ada hanya sedikit sehingga mareka tidak menyadari keberadaan ku , “ kata Alana santai tapi sungguh perasaan nya saat ini begitu tidak enak seakan ada yang meremuk hati nya ,


“ apa pun yang aku lakukan akan tetap salah jika memang pandangan dari awal adalah kesalahan “


“ tapi bagaimana pun dia tetap orang tua kita “ kata Agus tidak enak dengan perkataan Alana


“ ayah sama ibu hanya menganggap kakak , bukan aku “ kata Alana santai dan tanpa sadar air mata nya keluar ,


“ kenapa aku jadi sering menangis ni “ kata nya sambil memaling kan kepala nya Agar kakak nya tidak melihat yang dia sedang menangis tapi terlambat Agus melihat semua nya tapi dia paham dengan perasaan adiknya maka nya dia hanya diam saja .


“ tapi kamu juga anak ayah sama ibu “ kata Agus setelah lama keadaan hening dia melanjutkan pembicaraan mareka


“ kenapa kakak bisa begitu yakin” kata Alana karena dari semua ini pasti ada sesuatu yang membuat orang tua Alana berprilaku seperti ini . dan tidk menutup kemungkinan kalau dia bukan anak kandung kan . atau ada Alasan lain nya , dia tidak tahu .


Sedangkan Agus tidak percaya dengan pikiran adiknya yang enganggap dirinya bukan anak kandung ……….


To be continued…

__ADS_1


Assalamualaikum , alhamdulillah bisa up lagi dan terimah kasih untuk yang usdah mampir tapi sekali lagi jangan lupa tinggalkan jejak nya yah , ba bayeeee


Kasih sarannya atau kritikannya juga karena saya baru pemula jadi mungkin banyak kekurangan , entah itu tanda baca atau hal lain nya , jangan sungkan okey 🤗


__ADS_2