Siapa Kau

Siapa Kau
part 14 kenapa kau disini


__ADS_3

Part 14 `kenapa kau disini `


Alana di kaget kan dengan hadir nya Alan di kelas nya tidak seperti mareka yang begitu antusias .


“ ganteng yah siswa baru nya “ tanya Tika pada Alana


“ hmm “ Alana hanya bedehem dan tersenyum canggung


“ baiklah , Alan kamu bisa duduk di bangku samping Alana yang kosong “ tunjuk Bu Liana


“ terima kasih bu “ jwab Alan kemudian langsung ke kursih nya .


“ hai “ sapa Alan pada Alana . di balas anggukan oleh Alana


“ sekarang kita lanjut belajar yh , dan hari ini ibu sudah janji ulangan kan?” tanya Bu Liana


“ iyya Bu “ jawab semua siswa.


Kertas ujian pun di bagikan termasuk Alan juga pertama masuk langsung di sugukan dengan ujian fisika , mantap memang pikir Alana , karena dia juga belum tahu betul bagaiamana Alan dan juga bagaimana bisa dia jadi satu kelas ,


Tiba – tiba Alana teringat pertemuan pertama nya dengan Alan and family nya ,


“ apa yang di bahas waktu itu ?” pertanyaan Alana di dengar oleh Tika karena Alana bergumam maka nya Tika dengar dan dia salah paham kira nya Alana berpikir tentang pelajaran jadi dia tidak bertanya juga karena dia pun tidak tahu banyak mengenai fisika , tapi jika Bahasa inggris baru lh dia .


Alana sibuk melamun sehingga tidak focus dengan ujian nya ,


“ Alana “ tepukan di Pundak nya dan juga suara Bu Liana mengagetkan nya


“ iya Bu “ jawab Alana cepat saat lihat siapa yang memanggil nya .


“ kamu kenapa ?” tanya Bu liana lgi .


“ kamu bahkan belum menjawab satu pun soal nya “ sambung Bu Liana .


“maaf bu , saya kerjakan sekarang “ ucap Alana dan langsung jembali focus pada lembar jawaban nya . ujian kali ini essay 10 nomor dan juga menurut nya tidak terlalu susah tapi tadi kenapa dia bisa melamun , karena Bu liana keliling maka nya dia ketahuan dan parah nya lagi Alana melamun kelamaan , bagaimana jika tidak dapat selesai tepat waktu , Alana mengatai siri nya sendiri karena lalai .


“ kau kenapa ?” tanya Alan , karena posisi mareka berseberangan jadi Alana bisa mendengar suara Alan


“ gak kenapa – kenapa “ jawab Alana singkat


Alan hanya ber o ria langsung dan Kembali focus pada pekerjaan nya .


Tidak butuh waktu lama Alana menyelesaikan soal nya karena menurut nya gampang , karena di kehidupan sebelum nya dia sudah mempelajari nyam aka nya dia segampang itu menyelesaikan nya .


“ untung lah selesai tepat waktu “ ucap Alana karena bel sudah berbunyi tanda pergantian jam pelajaran .


Banyak di antara mareka belum selesai karena jumlah soal yang menurut mareka banyak dan juga soal yang membuat kepala puyang , memang jika orang tidak suka dengan menghitung apa pun itu pasti akan terasa sulit jika mengangkut tentang hitung – hitung .


“ sekarang kumpul kertas nya “


“ ayok cepat sebelum guru selanjut nya datang “ perintah Bu Liana lagi karena banyak di antara mareka masih menulis , Alana maju ke depan dan di ikuti oleh Alan dia juga sudah selesai .


“ ni bu “ kata Alana menyerahkan kertas jawaban nya

__ADS_1


“ hmm oke “ Liana melihat – lihat jawaban Alana dan dia ukup puas karena semua soal terjawab tapi dia tentu saja juga harus memeriksa nya dengan teliti .


Kemudian Alan pun menyerahkan kertas jawaban nya .


“ kamu hebat bisa menyesuaikan diri “ puji Bu Liana pada Alan


“ terima kasih Bu “ jawab Alan


“ ayo, anak – anak di percepat . “


Alana segera Kembali ke tempat duduk nya begitu pun Alan , baru lah teman – teman Alana mengumpul kan kerts jawaban nya .


“ waktu nya terlalu cepat bu “ keluh salah satu di antara nareka karena kerja nya tidak sempat selesai .


“ kamu yang lambat , “ canda Bu Liana melihat siswa nya yang selalu saja mengelu jika itu pelajaran fisika dia gak tahu jika pelajaran lain bagaimana . karena setiap naik kelas yang menjadi juara umum tidak pernah dari kelas nya maupun juara tiap semester pasti dari kelas tetangga .


Setelah semua mengumpulkan kertas jawaban nya Bu Liana ssegera keluar dan pelajaran selanjut nya pun di mulai .


“ habis ulngan yah ?” tanya guru yang baru masuk sekarang jam seni budaya


“ iya bu , kok ibu tahu ?” jawab Wandi dan dia bertanya balik , kenapa bisa guru di depan mareka tahu sedangkan ndak ada yang memberitahu nya .


“ lihat muka kalian lemas semua , pasti gara – gara ulangan,” ucap Bu Ani yang mengajar seni budaya


“ ayo lah semangat lagi , yang sudah berlalu biar berlalu , apapun hasil nya kan kalian sudah bekerja keras , intinya adalah jangan menyerah dan jangan putus asa . terus lah mencoba .”


Motivasi yang di berikan oleh Bu Ani hanya di balas anggukan oleh mareka


“ baik lah Bu “


“oke bu “


“ siap bu “


Jawaban randaom yang di dengar oleh Bu Ani .


“ begitu dong , baru boleh mulai pelajaran baru “ ucap nya tersenyum , kemudian dia melanjut kan materi minggu lalu dan semua orang mendengar kan dengan seksama , apa lagi ini guru asik jika mengajar , membuat mareka nyaman dan tidak begitu tegang .


Waktu berjalan dengan cepat tidak terasa waktu istirahat pun dimana waktu dimana dari tadi di tunggu – tunggu oleh seluruh siswa .


Saat ini Alana berada di kantin sekolah nya , dia hanya duduk sendirian karena dia juga tidak tahu kemana semua teman – teman nya ,


“ hai “ sapa Alan tiba – tiba saja dia duduk di dekat Alana


“ hmm “ Alana hanya berdehem sebagai jawaban karena dia sedang makan .


Alan pun langsung duduk tanpa permisih tapi saat ini kantin heboh karena dia dan juga bagaimana bisa dia begitu dekat dengan Alana itu lah yang ada dalam oikiran mareka saat ini .


Nama Alana belum juga baik sampai saat ini sehingga mareka begitu heboh ,


“bagaimana bisa pangeran baru itu dekat dengan nya , “ ucap salah satu siswa tidak suka


“ kau benar , di lihat dari mana pun gak ada yang special dari dia “ timpal teman nya . tapi mareka tidak berani mengatai Alana terang – terangan karena bisa kena masalah nanti orang tua mareka ,

__ADS_1


Sedangkan orang yang dia bicarakan begitu khusuknya dia dalam menghabiskan makanan nya hingga tidak sengaja Alana tersedak .


Uhukk … uhuk … uhukkkk….


Alana tersedak begitu tiba – tiba , megagetkan Alan salah kan saja orang yang membicarakan nya di belakang membuat orang tersedak saja , hmmm


“ ni minum dulu “ Alan menyodorkan minuman nya pada Alana tanpa sadar


“ makasih “ ucap Alana setelepas meminum minuman yang di berikan pada nya .


“ ini punya mu ?”tanya Alana sambil memperlihatkan Alan jika itu minuman nya .


“oh hiya , aku keburu tadi jadi gak sadar “ jawab nya menggaruk tengguk nya yang tidak gatal itu .


“ ahaha ,” Alana tertawa dengan tingkah Alan , dia hanya tersedak bukan nya apapun .


“ ni , belum ku minum , tenang saja “ Alana menyodorkan minuman nya pada Alan


“ maksih , “ jawab Alan


“ biar pun sudah lo minum gak papa “ gumam Alan


“ kau mengatakan sesuatu “ tanya Alana karena dia seperti mendengar jika Alan bicara .


“ tidak , sudah lah lanjut saja makan “ ucap Alan


“ makanan ku sudah habis “ Alana memperlihatkan kotak makan nya memang sudah habis pun .


“ ohh sorry gak tahu aku “ kata Alan sedangkan Alana hanya mangut – magut mengerti saja .


Alan lanjut makan sedangkan Alana hanya duduk saja dan dia menunggu Alan selesai karena ada yang ingin dia tanya kan , Alana penasaran akan sesuatu .


“ ku mau tanya sesuatu ?” tanya Alana langsung saat Alan sudah meneguk air pertanda jika dia sudah selesai makan


“ tanya saja “ ucap Alan santai sambil mengambil tisu untuk mengelap tangan dan juga mulutnya .


“ kenapa lo disini dan juga apa yang di bicara kan orang tua kita waktu kita pertama ketemu ?” Alana mengeluarkan rasa penasaran nya .


“ lo gak ingat ?” Alan bertanya balik karena heran


“ bukan ndak ingat tapi waktu itu aku sakit dan sebenar nya aku tidak mendengar apa pun yang kalian katakan, karena aku hanya focus untuk menguatkan tubuh ku yang rasa nya begitu lemah , maka nya aku tidak dengar apa pun .” jelas Alana tentang kondisi nya saat itu


“ aku kira dia syok ternyata sakit” ucap Alan dalam hati nya


“ dan juga kenapa bisa kau di sini ?” tanya Alana lagi


“ karena aku ingin dekat dengan tunangan ku “ jawab Alan sambil tersenyum , sedangkan Alana tidak beraaksi untuk sementara waktu .


“ ahahahaha “ tiba – tiba dia tertawa lepas dan mengundang banyak perhatian orang Sebagian dari mareka terpana melihat Alana begitu pun dengan Alan .


“ dia cantik saat tertawa “ ucap nya dalam hati .


To be continue ……

__ADS_1


__ADS_2