Siapa Kau

Siapa Kau
part 25 ' kabur '


__ADS_3

gelap nya malam berganti dengan terang nya matahari di pagi hari , Alana sudah bangun dari sebelum matahari menampakkan diri nya , sekarang dia sudah siap untuk berangkat ke sekolah.


tentu saja dia harus berangkat sebelum kakak nya bangun , karena jika kakak nya sudah bangun dia tidak mungkin bisa ke sekolah .


Alana mengendap ngendap keluar dari kamar nya .


" ada apa non ?" Bi Ida mengagetkan Alana


" astga ... Bibi ...." Ucap Alana dengan tampang kaget nya . membuat Bi Ida tersebut


menyadari jika Alana memakai pakaian sekolah nya


Bi Ida kemudian bertanya


" non bukan nya di larang kesekolah yah "


" maka nya , Alana harus berangkat sebelum kakak bangun bi " jawab Alana


" tapi non ..." cegah Bi Ida


" bibi tenang saja ,aku baik - baik saja " jelas Alana , bisa saja dia mati bosan jika tidak kesekolah dan di larang kemana- mana .


" beneran non " tanya Bi Ida tidak yakin karena melihat Alana yang masih pinjang jalan nya .


" jangan khawatir, aku berangkat yah bi " pamit Alana .


kemudian dia melangkah menuruni tangga satu persatu dengan perlahan, butuh perjuangan karena kaki nya rasa nyut - nyut saat di pakai jalan .


Alana keluar rumah dengan aman karena masih pagi buta tapi sebelum dia masuk ke mobil nya , dia melihat mobil orang tua nya yang baru tiba .


Alana tidak berniat menyapa pun , langsung saja di masuk ke mobil yang selalu mengantar jemput dia ke sekolah .


" jalan pak " perintah Alana cuek , mood rusak melihat mobil orang tua nya karena mengingat hal terakhir kali yang terjadi .


" baik non " mobil pun melaju dengan normal menembus di awal pagi , masih kurang orang beraktivitas.


Alana membuka jendela mobil nya dan melihat pemandangan di luar dia merasa sedikit damai , menutup mata , merasa kan tiupan aingin yang menerpa wajah nya , dia tersenyum tulus


' hari ini dan berikut nya kau harus bahagia ' batin Alana mengatakan sendiri pada diri nya .


____@______@_______@_________@____


Beberapa menit mareka menempuh perjalanan akhir nya sampai di tempat tujuan , Alana tidak lupa tafi singgah beli sarapan karena ia belum sarapan takut nya cacing di perut nya ngambek , dan dia tidak bisa fokus belajar .


Alana melangkah dengan pelan ke kelas nya , walaupun kaki nya sakit dia masih bisa berjalan tanpa bantuan tongkat .


sudah banyak siswa siswi yang datang, sebagian dari mareka ada yang menatap saja tapi ada juga yang berbisik - bisik , Alana mengabaikan mareka meneruskan langkah nya seakan akan yang di bicara kan bukan lah diri nya .


" gimana keadaan lo Al ?" tanya Wandy , mareka terserempak saat mau masuk ke kelas


" oke saja , tidak ada yang serius" jawab Alana tersenyum


" beneran lo jatuh dari tangga?" tanya Wandi lagi kali ini dia serius dengan muka sedikit kaget .


" hampir jatuh, belum jatuh kok " jawab Alana geleng-geleng kepala,tertawa lucu dengan ekspresi Teman nya yang satu ini .


" tapi kata Tika , kau jatuh loh " jelas Wandi


" ahh , masa sih " Alana tidak percaya , karena jelas- jelas dia mengatakan kalau dia hampir jatuh dari tangga,Alana masih mengingat isi pesan nya .


" iya , coba lihat grop " ucap Wandi


" nanti aja deh , lagi malas , eheheheh " jawab Alana terkekeh pelan memperlihatkan gigi putih nya .


" serah lo deh , yang penting ga kenapa - kenapa lo nya " ujar Wandi .


" hmm " Alana hanya mengangguk kan kepala sambil berdehem saja , dan mareka pun duduk di kursinya masing masing .


sedangkan di rumah nya Alana , Agus begitu marah dengan pelayan yang tidak menahan Alana saat mau ke sekolah .


" pak Dadang juga tahu Alana sakit , masih juga di antar " marah Agus , semua orang kena semprot dari dia .


saat bangun tadi dia langsung ke kamar Alana niat mau cek kondisi adik nya malah membuat nya emosi .


" sa .. saya .." pak Dadang sebagai sopir nya Alana dia jadi serba salah . dia tidak berani melarang Alana .


" Ada apa ini Gus " tanya Ibu nya , Nita


" mareka bu membiarkan Alana kesekolah sedangkan kaki nya Alana belum baikan " jawab Agus frustasi.


" Alana sendiri yang mau ergi , berarti dia baik - baik saja " jelas Ibu nya


" ibu tidak tahu apa - apa , Karena ibu tidak pernah mau ambil tahu" kesal Agus tanpa sadar dia bicara tidak sopan ada ibu ny , selama ini dia menahan nya tapi sekarang dia menjadi kelepasan.


" AGUSSS ..... " tegur Ayah nya dari arah belakang


mendengar teriakan Ayah , Agus jadi sadar dengan apa yang dia ucapkan , Agus meninggalkan mareka karena tidak mau berdebat, dia butuh waktu untuk menenangkan diri .


" ada apa sebenarnya ini ?" tanya Ayah nya Alana


" nanti ibu jelas kan , sekarang sarapan dulu Yah " ucap Ibu nya Alana . mencoba mencair kan suasana .


________________________________________


Alana mengikuti pelajaran seperti biasa tapi , saat jam Olahraga dia terpaksa tidak ikut hanya jadi penonton karena dia juga takut nanti kaki nya tambah patah .


" Al maaf yah gara - gara aku jadi kacau semua nya " ucap Tika saat ini mareka sudah di kantin karena sudah jam istirahat.


" gak papa kok , lagian kamu gak sengaja kan " jawab Alana tenang

__ADS_1


" tapi mareka tambah menghujat lo " Tika begitu menyesal karena salah bicara


" aku gak masalah Tik , jangan khawatir" Alana tidk berbohong, dia baik - baik saja dengan semua ini .


" Din , gimana kerjaan kamu ?" tanya Alana basa basih karena melihat Dinda yang begitu murung.


" oke jak , Na . " jawab Dinda singkat


" belum ketemu akar masalah nya yah ?" tanya Alana


pada Dinda , Alana paham perasaan Dinda


" hmm " Dinda mengangguk


" Din , aku boleh tanya sesuatu?" izin Alana karena ini menurut nya sedikit pribadi


" iya tanya saja " jawab Dinda merasa heran kenapa Alama harus izin .


" kau lunya kembaran gak ? " tanya Alana , membuat Dinda dan juga Tika terdiam


" jangan ngacoh deh Al , mana mungkin " bukan Dinda yang menjawab tapi Tika


" coba kalian perhatikan, itu foto asli tapi dari gaya gaya nya ini orang dia gidal sedang kan Dinda tidak , berarti muka mareka memang sama tapi orang nya yang berbeda " jelas Alana , dia juga butuh waktu lama untuk menganalisis foto itu , dia mau bertanya tapi takut nya membuat Dinda merasa tidak nyaman.


" setahu ku tidak ada " Dinda menggeleng geleng kan kepala nya sambil terus melihat foto - foto itu , benar yang di katakan oleh Alana .


" gimana kalau kita selidiki sendiri kasus ini " Alana punya rencana tapi dia butuh pendapat dan juga bantuan Dinda bagaimana pun juga ini masalah Dinda, Alana tidak ingin nanti Dinda beranggapan yang tidak - tidak jika ia bertindak sendiri .


" cara nya ?" tanya Dinda dia merasa ada sedikit harapan walaupun mareka tidak pernah melakukan hal ini hanya saja tidak ada salah nya juga mencoba.


" begini ...." Alana menjelaskan rencana dengan singkat dan jelas berharap mareka paham


" tapi dengan kondisi mu kayak gini Na " ucap Dinda lemas


" jangan pikir kan aku , aku baik - baik saja " ucap Alana yakin , menurut nya ini bukan masalah .


" Al gimana kalau kita ke tukang urut saja , biar cepat sembuh " saran Tika


" kak Agus juga mau nya gitu tapi sakit bah kalau ke tukang urut " jawab Alana cemberut, Dia lebih baik lama sembuh dari pada haru ke tukang urut.


" kan cuma sebentar doang sakit nya " jelas Tika


" benar tu Na , takut nya tambah parah juga kalau kau jalan terus sedangkan belum di urut tu kaki mu " timpal Dinda, Dinda selalu memanggil Alana dengan Na berbeda dengan teman - teman mareka yang lain selalu memanggil Alana dengan Al .


" aku tahu tukan urut bagus " Tika begitu antusias


" pulang sekolah kita langsung kesana saja " tambah Tika


Alana berpikir sebentar, jika dia ke tukang urut ada alasan juga dia menghadapi kakak nya nanti pulang, jadi tidak masalah ikut dengan teman nya pergi ke tukang urut.


" oke , nanti pulang sekolah kita pulang bareng aja " jawab Alana


karena ke asyikan ngobrol mareka tidak sadar waktu sudah berlalu begitu cepat dan sekarang bel sudah berbunyi tanda jam istirahat sudah habis, sekarang waktu nya belajar lagi .


mendengar bel berbunyi mareka segera berdiri dari tempat duduk nya begitu pun juga dengan siswa lain yang masih ad di kantin untuk segera ke kelas masing-masing .


Alana jalan lambat karena kaki nya terasa sakit .


' memang harus di urut kayak nya , menghambat jalan ku saja ini ' batin Alana kesal .


tiba - tiba ...


brak .....


" akhh " Alana berteriak kesakitan karena kaki nya yang jadi korban.


" maaf ... maaf " ucap orang yang menabrak tadi dan mengulurkan tangannya untuk membantu Alana tapi dia tersenyum sumringah


" punya mata gak sih " Alana menepis kuat tangan itu karena jengkel, kaki nya tambah sakit gara - gara dia jatuh dan sial nya kaki nya yang sakit tertimpa tubuh nya , karena dia di tabrak dati samping


" maaf Al , aku gak sengaja" ucap nya lagi .


Alana melihat orang yang menabrak nya


" Indah" gumam Alana


' mata nya saja besar ' batin Alana kesal


Dinda dan Tika segera membantu Alana saat melihat Alana sysah berdiri,


" Al lo gakpapa?" tanya Tika mewakili Dinda


" gak papa" jawab Alana singkat


" ayo ke kelas " ajak Alana


" Alana maaf" ucap Indah lagi dengan mata yang mulai berkaca - kaca tapi Alana mengabaikan nya


" dasar air mata buaya" gumam Alana kesal , dia tahu jika Indah sengaja,


" heran deh , Indah punya dendam apa sih " ucap Tika


" selama ini cari masalah mulu ke kita " timpal Dinda


karena suasana sudah mulai sepi tapi ada juga beberapa yang melihat kejadian tadi membuat mareka mencemoh prilaku Alana .


" kalian buta , jelas Alana marah lah . kaki nya sakit tapi di tabrak dengan orang buta yang punya mata " ucap Alvin marah karena mareka terus saja menghakimi Alana .


Alvin meninggal kan mareka tanpa menunggu jawaban nya . Indah jengkel dalam hati tapi seketika dia kembali senang karena ada yang membela nya

__ADS_1


" kan Indah gak sengaja " timpal salah satu siswa


" jelas - jelas dia sengaja karena jika mareka tabrakan pasti kejadian bukan di tabrak dari samping, dan juga di sini bukan tikungan ." jelas Alvin , dia jengah melihat orang - orang yang ada di hadapannya ini .


" haiss "


Dia meninggal kan mareka lanjut ke kelas nya.


___&__$_________+___________$___+_________


Alana dan Tika sampai di kelas sedangkan Dimda pun ke kelas nya sendiri karena mareka tidak satu kelas .


" Al kenapa gak ke UKS aja " ucap Tika ini sudah yang kesekian kali nya dia menyuruh Alana tapi Alana begitu keras kepala.


" aku gak papa kok " jawab Alana .


mareka pun mengikuti pelajaran dengan tenang, tapi sesekali Alana merasa kaki nya nyut - nyut .


" gara - gara nenek lampir ini " umpat Alana merasa kaki nya sakit .


bagi murid yang menikmati pelajaran merasa bahwa waktu terus berlalu begitu cepat tidak terasa bel pulang berbunyi , berbeda dengan yang dari tadi hanya melihat jam , dan bergumam kapan bel berbunyi.


" akhirnya" gumam mareka


guru yang mengajar geleng geleng kepala melihat tingkah beberapa siswa yang begitu tidak sabar untuk pulang .


" kita lanjut, Minggu depan " ucap guru kemudian dia keluar dari kelas


semua siswa pun ikut keluar tapi Alana menunggu semua keluar baru dia jalan keluar di ikuti ileh Tika .


" langsung ke parkiran aja , Dinda pasti sudah di sana " ucap Alana


" oke " jawab Tika


" Al lo butuh bantuan gak ?" tawar Tika


" gakpapa aku bisa sendiri" tolak Alana dengan halus


Tika hanya mengangguk mengerti walaupun Alana jalan agak lambat tapi dia tidak mau menyusah kan orang lagi dan juga di papah membuat nya tidak nyaman .


mareka sampai di parkiran disana sudah ada Dinda , jadi mareka langsung ke mobil jemputan Alana .


" pak nanti di depan sana singgah sebentar yah " kata Alana menunjuk di mana tempat tukang urut yang di tunjuk oleh Tika .


" baik lah non " jawab pak Dadang tanpa bertanya


mareka berhenti pas di depan dekat spanduk bertuliskan tukang pijat / urut


" Tik kau yakin " tanya Alana


" lebih baik gini sih Na , daripada parah entar jika di biarkan gitu doang " ucap Dinda


" yah udah deh " pasrah Alana .


mareka masuk bersama, tentu saja Alana jalan sendiri karena ia tidak mau di papah.


" pintar juga lo cari tempat" bisik Dinda pada Tika saat Alana sudah di urut


" karena aku tahu Alana mana mau jika tukang urut nya laki - laki " jawab Tika .


Tika sengaja ke sini karena tukan urut nya ibu - ibu bukan bapak - bapak .


mareka heran melihat Alana yang di urut tidak berteriak padahal itu sakit .


Alana merasa begitu sakit tapi dia habya memejamkan mata nya saat tidak dapat menahan sakit nya, dia tidak mau berteriak.


tidak seperti yang di samping nya , pasien di samping nya seakan mau pecah gendang telinga mendengar suara nya .


Alana geleng-geleng kepala melihat orang di samping nya .


" aauuu , pelan - pelan bu " ringis Alana


" baru kedengar suara nya " gumam Dinda.


Dinda dan juga Tika begitu heran karena tadi Alana tidak mau pergi ke tukang urut karena kata nya skit tapi saat di urut dia tidak berteriak.


" laki - laki saja sampai mau habis suara nya teriak " gumam Dinda tidak percaya .


setelah selesai mareka segera pulang ke rumah masing-masing dengan Alana yang antar ,


" hati - hati " ucap Dinda keluar dari mobil karena tempat tinggal nya lebih dulu baru Tika


Alana mengantar Tika sampai depan rumah nya saja , kemudian baru lah dia pulang .


" makasih yah , sampai jumpa besok" Alana melambaikan tangan nya pada Tika .


beberapa menit Alana sampai di rumah nya ,


saat keluar dari mobil dia di sambut dengan suara seseorang yang membuat jantung nya .


" sudah pintar kabur "


deg .... deg .... deg ....


to be continue .......


sampai jumpa di part berikutnya, Jangan lupa terus dukung yah .🤩❤️


and sorry karena lambat up 🙏

__ADS_1


__________________&____________


__ADS_2