Siapa Kau

Siapa Kau
part 22 ' jangan lemah '


__ADS_3

dingin nya malam seperti tidak terasa di tubuh nya Alana , gadis yang berantakan itu terus saja melangkah kan kaki nya , mengikuti kemana kaki nya melangkah dengan pandangan kosong .


" apa yang harus aku lakukan sekarang" gumam Alana tidak terasa air mata nya menetes lagi .


Alana menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri nya sehingga ia di klakson oleh pengendara mobil tidak lupa sumpah serapah yang di dengar oleh nya tapi tetap saja terus melangkah tanpa peduli .


" ini bukan diri ku" ucap nya saat sudah di seberang jalan, Alana mendongak kan kepala nya melihat ke atas


Bintang - bintang di langit serta bulan yang menerangi di dalam kegelapan, Alana merasa sedikit tenang menatap langit .


" apa suatu hari nanti kehidupan ku bersinar seperti bintang " gumam Alana tersenyum kecut .


Ini lah yang paling sulit di mengerti, harapan. jika harapan sudah pupus terkadang merasa begitu putus asa tapi bagaimana pun juga manusia hanya bisa berencana Tuhan yang menentukan .


Alana melanjutkan langkah nya sekarang ia harus pulang karena sudah kemalaman .


kaki pendek Alana terus melangkah dia sama sekali tidak merasa lelah walaupun sudah melakukan perjalanan jauh , ia terus saja berjalan tanpa berniat untuk naik taksi maupun kendaraan lain nya .


menurut nya berjalan lebih baik saat ini , ia bisa hilang kan sedih nya jika berjalan kaki seperti ini .


waktu terus berlalu akhirnya Alana sampai di rumah besar yang bagaikan tinggal dalam hutan padahal permukiman sekitar nya cukup Ramai .


drappp....


pelukan hangat menyambut saat Alana masuk ke rumah itu .


jika semua orang bersikap hangat bukan kh keluarga ini akan bahagia, Alana tidak butuh keluarga sempurna ia hanya berharap ada keluarga bahagia dlam kehidupan nya selama ini .


" kamu pergi kemana saja , kakak khawatir" ucap Agus sambil mengusap kepala Alana .


" aku mau istirahat kak " Alana melepaskan pelukan Agus .


" aku baik - baik saja , jangan khawatir" lanjut Alana sambil tersenyum tipis dan dia berbalik untuk segera ke kamar nya .


Alana melangkahkan kaki nya satu persatu anak tangga ia lalui , sampai depan pintu ia menatap sebentar kemudian baru lh dia masuk .


sedangkan Agus melihat adik nya merasa aneh ,


" firasat ku buruk " gumam nya melihat punggung Alana menjauh.


Alana segera membersihkan diri nya yang terasa begitu lengket karena berkeringat.


keluar dari kamar mandi Alana sudah siap dengan piyama tidur nya .


" butuh istirahat" gumam nya membaringkan diri


tidak butuh waktu lama Alana tertidur karena efek capek , dia kelelahan dengan semua nya . pikiran yang kalut dengan segala macam hal yang dia alami dan juga tubuh nya yang ia paksa dengan berjalan kaki begitu jauh .


.........@...........@...............@......................@


matahari mulai menampakkan sinar nya melalui celah - celah jendela kamar seorang gadis yang masih setia dengan selimut nya yang nyaman .


mata indah nya mulai terbuka dengan bulu - bulu mata lentik nya yang mulai mengercap .


" apa aku terlambat" gumam nya saat melihat matahari sudah menampak kan sinar nya


" tidak sempat joging" ucap nya lemah kemudian bangun dari tempat tidur nya, segera menuju ke kamar mandi ia harus mandi dan ke sekolah.


setelah mandi Alana pun memakai seragam sekolah nya dan sebelum melangkah dia sempat kan diri bercermin memerhatikan seluruh penampilan nya .


" perfect" ucap nya tersenyum.


senyum tulus yang terbit dari bibir mungil nya seakan sedih nya semalam hanya angin lalu saja .


saat bangun tidur adalah hari baru masalah jangan di lupakan tapi di selesaikan .


hanya saja sedih harus di lupakan karena sedih harus di ganti dengan kebahagiaan.


jangan larut dalam sedih, masalah pasti punya solusi .


baik buruk nya akan Alana tanggung resiko nya yang jelas ia tidak akan menjalani hubungan yang ambar dengan iming-iming perjodohan.


kehidupan perlu cinta agar kita bisa terus bersama susah senang nya bersama tanpa berbeda arah .


melindungi dan dilindungi.


Alana pergi ke sekolah tanpa sarapan karena sudah terlambat, untung nya waktu sampai di sekolah bel belum berbunyi.


" hufff , aman " Alana menghembuskan nafas nya kasar , pikir nya tadi ia terlambat sudah .

__ADS_1


Alana lanjut ke kelas nya , sudah banyak siswa - siswi dalam kelas nya .


" tumben lambat Al " kata Tika


" biasa kali , ahahahah" jawab Alana becanda


" are you okay " Tika menyeritkan dahi nya melihat Alana


" hmm" Alana mengangguk saja


" mata lo sembab" Tika berucap sambil menyelidiki dengan mata nya


" biasa " ucap Alana santai


" sudah berlalu, jangan di pikir kan " sambung Alana .


dan dia pun berdiri dari tempat duduk nya .


" mau kemana? " tahan Tika


" ke lapangan, bentar lagi bel " jawab Alana dan dia pun keluar di ekori oleh Tika .


" Al tunggu " teriak Tika


Tika menjejerkan langkah dengan Alana .


saat mareka sampai di lapangan bel pun berbunyi.


" pas banget" ucap Tika melihat sekeliling nya , anak - anak yang lain pun segera ke lapangan .


Alana hanya mengangkat bahu nya tanpa menjawab Tika .


Apel pagi seperti biasa lepas apel mareka kembali ke kelas nya masing masing untuk melanjutkan kegiatan yaitu belajar.


Alana mengikuti pelajaran seperti biasa tapi sesekali ia selalu menjadi pusat perhatian ,


tidak terasa bel istirahat yang di tunggu tunggu akhirnya kedengaran .


" kantin " ajak Alana pada Tika


" tumben lo yang ngajak " heran Tika biasa nya dia terus yang mengajak Alana .


" serius lo?"


" jangan berlebihan Tika sayang" timpal Alana dengan menarik tangan Tika keluar kelas .


saat mareka sudah keluar dari kelas mareka terserempak dengan Dinda.


" ehh , Dinda . ke kantin bareng " ajak Alana mareka pun beriringan bertiga pergi .


tapi dari tadi seperti ad yang aneh banyak siswa menatap mareka aneh seakan ada yang buruk terjadi.


Alana mencoba cuek karena sekarang dia butuh makan perut nya keroncongan sudah minta di isi dari tadi belum makan apa pun .


" kenapa mareka menatap kita segitunya?" tanya Alana dengan bingung sampai dahi nya berkerut .


" lo gak dengar gosip?" tanya Tika


" gosip " ulang Alana


" hmm" Tika mengangguk sedang kan Dinda hanya diam .


Tika melirik Dinda dan Alana pun mengikuti pandangan Tika .


" ada apa sebenarnya?" Alana malah tambah bingung.


" di kantin aku cerita , ini lah yang mau aku katakan mencari mu Na " kata Dinda


" ohh oke " Alana hanya mangut mangut saja dia benar benar ketinggalan jika ada gosip yang menyebar.


sampai nya mareka di kantin lagi - lagi jadi pusat perhatian .


" masih punya muka dia " kata - kata itu terdengar di telinga nya Alana dan ia merasa aneh , banyak yang berkomentar seperti menghakimi mareka tapi ada apa sebenarnya.


Alana hanya melangkah terus mencari kursih kosong dan mareka bertiga duduk bersama.


" pesan makan dulu lah yah , soal nya aku lapar hehehe " Alana memperlihatkan deretan gigi putih nya .


mareka oun memesan makanan dan setelah nya ,Alan langsung makan karena takut nya lambat sedikit saja mag nya akan kambuh lagi . itu akan merepotkan diri nya sendiri.

__ADS_1


brak ...


gebrakan meja mengagetkan mareka .


" ada apa ?" tanya Alana tenang


" ada apa ? ," ulang orang yang menggebrak meja tadi .


" kenapa dia masih di sini " tunjuk Fani pada Dinda


iya dia adalah Fani teman kelas nya Alana


" makan " jawaban Alana singkat dan jelas


dia sebenarnya jengkel karena makan nya di ganggu .


" Al lo gimana sih , gara - gara dia nama lo tambah buruk tahu gak ?" teriak Fani


" Fan aku lapar boleh nanti saja kalau mau bertengkar " Alana malas melayan Fani dia dari kemarin terus mencurigai nya dan sekarang apa lagi .


Huffff Alana menghembuskan nafas nya kasar .


suasana kantin yang tadi berisik kini semua diam dan mareka jadi tontonan anak - anak lain nya .


" Al sebenarnya, tentang foto itu menyebar Sampai sekolah " ucap Dinda pelan memberi tahu Alana akar masalah .


" beneran " Alana tambah kaget . siapa yang begitu kerang kerja an sebenarnya. suka sekali melihat hidup orang hancur.


" hmm " Dinda hanya berdehem .


ia hampir saja menyerah dengan hidup nya yang seperti ini .


" sudah lah kita lanjut saja makan nya " lerai Alana malas berdebat dia lapar .


melihat reaksi Alana , Fani pun pergi dari sana .


Alna melanjutkan makan nya sedangkan Dinda dan juga Tika tidak


" kenapa?" tanya Alana melihat mareka diam saja


" jangan terlalu di pikir kan Din , nanti kita cari jalan keluar nya sama - sama " Alana mencoba menghibur Dinda .


Tika berdiri dari tempat duduk nya


" kau mau kemana?" tanya Alana melihat Tika mau pergi dari meja mareka


" aku tidak bisa terlibat dengan masalah seperti ini Al , maaf " ucap Tika


" kenapa?" tanya Alana penasaran


" karena tentang lo juga ada keluar gara - gara kasus nya dia " Tika sedikit mengeraskan suara nya karena merasa frustasi antara nama nya dan juga teman nya .


" aku tidak pernah memusingkan apa yang mareka pikir tentang ku tapi jika aku menemukan orang yang jelas - jelas menyebar fitnah , aku tidak bisa tinggal diam saja " jelas Alana .


kenapa haru memikir kan apa kata orang yang hanya tahu bergosip.


" aku tidak bisa terlibat masalah atau orang tua ku akan kena imbas nya ," gumam Tika yang tidak di dengar oleh Dinda dan juga Alana


" maaf " Tika berlalu pergi


" hiks ..." Dinda terisak di merasa bersalah karena jadi pemicu semua nya .


" makan lah dulu Din , aku masih lapar tidak bisa berpikir dengan jernih" ucap Alana memicit kepalanya, kepala nya berdenyut gara gara begitu banyak masalah yang dia hadapi.


" apa yang harus kita lakukan" Dinda menjadi putus asa


" jangan jadi lemah Dinda Kirana Larasati" ucap Alana .


menghadapi masalah kita tidak boleh lemah , jika masalah nya besar maka harus di kecil kan bukan dengan menyerah .


to be continue............


Assalamualaikum, maaf yah dua hari gak up 🙏


.


.


terus dukung author yah, terima kasih atas kunjungan nya 🤗

__ADS_1


__ADS_2